Perilaku Flexing Pejabat Publik dan Publik Figur Hubungannya Trauma Kemiskinan

Selasa, 16 September 2025 - 11:11 WIB
loading...
Perilaku Flexing Pejabat...
Muhammad Iqbal, Ph.D, Psikolog, Associate Professor Universitas Paramadina. Foto: Ist
A A A
Muhammad Iqbal, Ph.D
Psikolog
Associate Professor Universitas Paramadina

PERILAKU flexing atau pamer kekayaan di media sosial semakin menjadi sorotan sebagai masalah sosial kontemporer. Fenomena ini menjadi lebih serius ketika dilakukan oleh pejabat publik atau keluarganya. Pamer kekayaan di tengah kondisi ekonomi rakyat yang sulit sering kali menimbulkan kemarahan sosial, bahkan berujung pada aksi demonstrasi dan kerusuhan.

Belajar dari kasus serupa yang terjadi di Nepal, ketika demonstrasi akibat kesenjangan sosial dan perilaku tidak elitis pejabat publik dan keluarganya yang "Flexing" memicu krisis politik hingga presiden turun dari kekuasaan

Demikian juga di Indonesia, budaya pamer harta oleh pejabat publik dan publik figur yang viral di media sosial juga telah menimbulkan reaksi keras dalam beberapa waktu terakhir. Hal ini menunjukkan bahwa flexing bukan sekadar ekspresi pribadi, tetapi dapat menimbulkan implikasi sosial-politik yang luas (Haryanto, 2023).

Secara umum, flexing kini menjadi tren sosial di berbagai lapisan masyarakat, baik generasi muda maupun senior, melalui berbagai platform seperti Facebook, Instagram, TikTok, dan YouTube. Konten yang ditampilkan biasanya berupa gaya hidup mewah, kendaraan eksklusif, barang bermerek, hingga liburan internasional (Djafarova & Trofimenko, 2019).

Flexing dapat dipahami sebagai perilaku sadar untuk menampilkan kekayaan, prestasi, atau gaya hidup berlebihan di media sosial, dengan tujuan memperoleh validasi, pengakuan, atau kekaguman dari orang lain (McFerran et al., 2014).

Sebagai pejabat publik dan publik figur citra diri sangat penting, sehingga perilaku "flexing" terkadang tanpa disadari menjadi tuntutan peran khususnya politisi dan influencer yang sangat tergantung dengan popularitas dan citra diri. Namun di tengah naiknya harga beras, markanya PHK & sulitnya lapangan kerja dan ketimpangan ekonomi, masyarakat menajdi lebih sensitif dan merasa terlukai bila pejabat memamerkan kemewahan

Dalam perspektif psikologi, ada beberapa ciri-ciri flexing antara lain:
- Mengunggah foto/video dengan barang-barang mewah, kuliner mahal, atau liburan eksklusif baik didalam dan luar negeri
- Menampilkan citra hidup sempurna tanpa kekurangan namun penuh kepura-puraan
- Menggunakan kata-kata (caption) yang menonjolkan status sosial atau kesuksesan dalam berbagai bidang
- Membandingkan diri dengan orang lain untuk menegaskan kelebihan
- Mengejar validasi dalam bentuk komentar dan pujian dari audiens/followers di media sosial
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Asta Cita dan Reposisi...
Asta Cita dan Reposisi Peran Negara versus Pasar
Kasus dr Tifa dan Roy...
Kasus dr Tifa dan Roy Suryo P-21, Akankah Polemik Ijazah Berakhir di Pengadilan?
BI Rate Naik dan Rupiah...
BI Rate Naik dan Rupiah (tetap) Melemah
Bahaya Romantisasi Oligarki...
Bahaya Romantisasi Oligarki Putih
Ketika Bumi Berhenti...
Ketika Bumi Berhenti Bersabar
Rupiah, IHSG, dan Krisis...
Rupiah, IHSG, dan Krisis Kepercayaan
Aksi Kakanwil Kemenag...
Aksi Kakanwil Kemenag NTB Lempar Gagang Mikrofon saat Pelantikan Tuai Kecaman
Harta Kekayaan Kapolda...
Harta Kekayaan Kapolda Kalsel Rosyanto Disorot usai Anaknya Flexing Naik Jet Pribadi dan Pamer Rekening
Profil Kapolda Kalsel...
Profil Kapolda Kalsel Irjen Pol Rosyanto Yudha Hermawan yang Anaknya Viral Gegara Pamer Kekayaan
Rekomendasi
PTUN Serang Tutup Gugatan...
PTUN Serang Tutup Gugatan Yayasan Syarif Hidayatullah, Pengacara: Kepemilikan UIN Jakarta Kian Tegas
Chatib Basri Sangkal...
Chatib Basri Sangkal Ditawari Prabowo Posisi Menkeu Gantikan Purbaya
Kuasa Hukum Roy Suryo...
Kuasa Hukum Roy Suryo Beberkan Konstruksi Laporan Terhadap Lechumanan dan Rismon
Berita Terkini
Luhut: Bansos ke Depan...
Luhut: Bansos ke Depan Tak Lagi Barang, Diberi Cash Transfer Rp5,4 Juta per Orang
Konstruksi Perkara Suap...
Konstruksi Perkara Suap Bupati Muara Enim, KPK: Ada Uang Rp500 Juta untuk Jaga Hubungan Baik
RDP di Komisi II, Dirjen...
RDP di Komisi II, Dirjen Bina Adwil Kemendagri Ungkap 5 Kunci Penataan Lahan Pasuruan
Polemik Voters Munas...
Polemik Voters Munas HIPMI Mengemuka: BPD DOB Pertanyakan Dasar Pengurangan Hak Suara
Geledah Kantor Wika,...
Geledah Kantor Wika, Kortas Tipikor Polri Sita Dokumen hingga Barbuk Elektronik
Ajukan JC di Kasus Korupsi...
Ajukan JC di Kasus Korupsi MBG, Eks Waka BGN Sony Sonjaya Sebut 26 Nama di BAP
Infografis
Trionda, Bola Robotik...
Trionda, Bola Robotik Piala Dunia 2026 yang Punya Baterai dan Sensor VAR
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved