Perilaku Flexing Pejabat Publik dan Publik Figur Hubungannya Trauma Kemiskinan

Selasa, 16 September 2025 - 11:11 WIB
loading...
A A A
- Kecemasan sosial: muncul karena merasa tidak mampu memenuhi standar media sosial (Marwick, 2013).
- Depresi: akibat perbandingan sosial negatif dengan orang lain (Appel et al., 2016).
- Konsumsi berlebihan: dorongan membeli barang mewah untuk mempertahankan citra (Trigg, 2001).
- Ketidakautentikan diri: membangun ilusi kehidupan yang tidak sesuai dengan realitas (Goffman, 1959).

Penelitian Arik & Pradana (2024) juga menunjukkan bahwa individu yang mendapat kepuasan dari menampilkan hal-hal eksklusif cenderung lebih mudah terjebak dalam flexing berlebihan.

Perilaku flexing pejabat publik tidak dapat dilepaskan dari dinamika sosial-ekonomi dan psikologis masyarakat. Sebagai respons terhadap trauma kemiskinan maupun sebagai strategi branding, flexing memberi kepuasan jangka pendek namun berpotensi menimbulkan dampak psikologis (kecemasan, depresi, ilusi diri) dan sosial-politik (kecemburuan, kemarahan kolektif).

Penting bagi publik figur maupun masyarakat umum untuk menyadari motivasi di balik perilaku ini. Alternatif yang lebih sehat meliputi membangun harga diri berdasarkan prestasi nyata, memperkuat relasi sosial yang autentik, serta mengarahkan simbol-simbol status pada kontribusi nyata bagi masyarakat.

Dalam membangun "personal branding" sah-sah saja menggunakan media sosial untuk menyampaikan kinerja dan prestasi namun sebaiknya dilakukan dengan autentik tanpa harus memamerkan kemewahan dan tidak ada kepalsuan sehingga tidak ada tekanan dalam mengejar pengakuan dari orang lain. Hidup akan lebih bahagia dan mental akan lebih sehat bila kita bekerja dan berbuat tanpa beban, biarkan orang lain yang merasakan kehadiran kita yang bercerita.

Masa lalu memang terkasang membuat kita dendam, ingin membalas kepada orang yang telah menghina dan merendahkan kita, namun agama mengajarkan kita untuk berlapang dada karena pada saatnya pada suatu saat, kita menyadari bahwa kesuksesan kita karena "hinaan" itu sendiri yang membuat kita akhirnya termotivasi. Memamerkan kinerja, prestasi sah-sah saja tapi jangan berlebihan dan hilangkan kepalsuan dan kepura-puraan dalam hidup. Insyaallah bahagia.
(jon)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Asta Cita dan Reposisi...
Asta Cita dan Reposisi Peran Negara versus Pasar
Kasus dr Tifa dan Roy...
Kasus dr Tifa dan Roy Suryo P-21, Akankah Polemik Ijazah Berakhir di Pengadilan?
BI Rate Naik dan Rupiah...
BI Rate Naik dan Rupiah (tetap) Melemah
Bahaya Romantisasi Oligarki...
Bahaya Romantisasi Oligarki Putih
Ketika Bumi Berhenti...
Ketika Bumi Berhenti Bersabar
Rupiah, IHSG, dan Krisis...
Rupiah, IHSG, dan Krisis Kepercayaan
Aksi Kakanwil Kemenag...
Aksi Kakanwil Kemenag NTB Lempar Gagang Mikrofon saat Pelantikan Tuai Kecaman
Harta Kekayaan Kapolda...
Harta Kekayaan Kapolda Kalsel Rosyanto Disorot usai Anaknya Flexing Naik Jet Pribadi dan Pamer Rekening
Profil Kapolda Kalsel...
Profil Kapolda Kalsel Irjen Pol Rosyanto Yudha Hermawan yang Anaknya Viral Gegara Pamer Kekayaan
Rekomendasi
Mengapa The All-New...
Mengapa The All-New Lexus ES Bawa Evolusi Sedan Mewah Listrik ke Indonesia?
Didanai Maroko, Nikah...
Didanai Maroko, Nikah Massal Digelar untuk 40 Warga Gaza Penyandang Disabilitas dan Cedera
XLSMART dan Komdigi...
XLSMART dan Komdigi Luncurkan DigiHer, Targetkan Digitalisasi 2,4 Juta Perempuan di 2026
Berita Terkini
Duit Rp200 Juta hingga...
Duit Rp200 Juta hingga Mobil Disita KPK dalam OTT BPK
ADIGSI dan Crest Kerja...
ADIGSI dan Crest Kerja Sama Pengembangan Keamanan Siber Nasional
Bertemu Prabowo, JK...
Bertemu Prabowo, JK Siap Partisipasi Bangun Energi Hijau
Respons Hukum Kejagung...
Respons Hukum Kejagung Dinilai Kunci Benahi Tata Kelola MBG
OTT BPK, KPK: Ada Permintaan...
OTT BPK, KPK: Ada Permintaan Fee Rp1,6 Miliar untuk Ubah Hasil Audit di Muara Enim
Anggota Polri yang Duduki...
Anggota Polri yang Duduki Jabatan di Luar Struktur Tak Perlu Mundur selama Penugasan Negara
Infografis
Piala Dunia 2026: Panggung...
Piala Dunia 2026: Panggung Terakhir Messi-Ronaldo dan Lahirnya Era Baru
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved