Prosumenesia: Era Baru Konsumen Jadi Produsen Digital
Kamis, 11 September 2025 - 06:29 WIB
loading...
A
A
A
Di mana pengguna tidak hanya dikonsumsi tetapi juga terlibat aktif dalam produksi konten yang menguntungkan platform. Hal ini memunculkan konsep "digital labour" yang menunjukkan aktivitas online yang terlihat rekreasional namun sebenarnya merupakan bentuk kerja tak terbayar.
Buku ini juga mengeksplorasi relevansi kembali teori efek media dalam konteks prosumen. Pengaruh media yang bergeser dari efek kuat media tradisional menuju pengaruh kuat media baru.
Metodologi, Pendekatan, dan Tantangan
Salah satu kontribusi penting buku ini adalah pendekatan metodologis dalam meneliti fenomena Prosumenesia. Para penulis menekankan perlunya pendekatan transdisiplin yang mengintegrasikan berbagai disiplin ilmu untuk memahami kompleksitas fenomena prosumen secara holistik. Fenomena prosumen tidak dapat dipahami hanya dari satu perspektif disiplin ilmu, tetapi memerlukan integrasi antara ilmu komunikasi, sosiologi, psikologi, dan bahkan ekonomi politik. Baca juga: Fenomena Rojali, Lemahnya Daya Beli dan Bayang-bayang Krisis Ekonomi
Prosumenesia bukan sekadar tren atau gejala permukaan. Prosumenesia adalah cermin jiwa zaman digital Indonesia: sebuah medan pertarungan antara pemberdayaan dan eksploitasi, antara kebebasan berekspresi dan kehilangan kedalaman berpikir.
Di tengah gemuruh konten viral dan gerakan sosial yang meledak dalam sekejap, tersembunyi tanggung jawab besar: menjadi prosumen bukan hanya bisa memproduksi, tapi juga bijak memilih, kritis memilah, dan etis menyebarkan.
Buku ini mengingatkan kita bahwa di balik setiap klik, unggahan, dan like, ada konsekuensi nyata yang membentuk masa depan demokrasi, identitas budaya, dan kesehatan mental generasi. Memahami prosumenesia bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan mendesak bagi siapa pun yang ingin bertahan, berkontribusi, dan tidak tenggelam dalam pusaran digital yang tak kenal ampun.
Para Penulis:
Henry Sianipar dan Rahmat Saleh
Mahasiswa Doktoral Ilmu Komunikasi
Usahid, Jakarta
Buku ini juga mengeksplorasi relevansi kembali teori efek media dalam konteks prosumen. Pengaruh media yang bergeser dari efek kuat media tradisional menuju pengaruh kuat media baru.
Metodologi, Pendekatan, dan Tantangan
Salah satu kontribusi penting buku ini adalah pendekatan metodologis dalam meneliti fenomena Prosumenesia. Para penulis menekankan perlunya pendekatan transdisiplin yang mengintegrasikan berbagai disiplin ilmu untuk memahami kompleksitas fenomena prosumen secara holistik. Fenomena prosumen tidak dapat dipahami hanya dari satu perspektif disiplin ilmu, tetapi memerlukan integrasi antara ilmu komunikasi, sosiologi, psikologi, dan bahkan ekonomi politik. Baca juga: Fenomena Rojali, Lemahnya Daya Beli dan Bayang-bayang Krisis Ekonomi
Prosumenesia bukan sekadar tren atau gejala permukaan. Prosumenesia adalah cermin jiwa zaman digital Indonesia: sebuah medan pertarungan antara pemberdayaan dan eksploitasi, antara kebebasan berekspresi dan kehilangan kedalaman berpikir.
Di tengah gemuruh konten viral dan gerakan sosial yang meledak dalam sekejap, tersembunyi tanggung jawab besar: menjadi prosumen bukan hanya bisa memproduksi, tapi juga bijak memilih, kritis memilah, dan etis menyebarkan.
Buku ini mengingatkan kita bahwa di balik setiap klik, unggahan, dan like, ada konsekuensi nyata yang membentuk masa depan demokrasi, identitas budaya, dan kesehatan mental generasi. Memahami prosumenesia bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan mendesak bagi siapa pun yang ingin bertahan, berkontribusi, dan tidak tenggelam dalam pusaran digital yang tak kenal ampun.
Para Penulis:
Henry Sianipar dan Rahmat Saleh
Mahasiswa Doktoral Ilmu Komunikasi
Usahid, Jakarta
(poe)
Lihat Juga :