Aliansi Mahasiswa Serukan Perdamaian Pascakerusuhan Agustus 2025
Sabtu, 06 September 2025 - 19:49 WIB
loading...
A
A
A
Ketua Pelaksana, Emon, dalam sambutannya menekankan pentingnya forum ini sebagai momentum merajut kembali persatuan bangsa pasca kerusuhan.
“Kerusuhan Agustus 2025 meninggalkan luka sosial yang dalam. Melalui forum ini, mahasiswa berdiri di garis depan untuk menyerukan perdamaian, memperkuat solidaritas lintas iman, serta memastikan bahwa kekerasan tidak lagi menjadi pilihan dalam menyampaikan aspirasi. Perdamaian adalah jalan terbaik untuk menjaga keutuhan bangsa,” ujarnya.
Dalam sesi diskusi, Charles Gilbert membawakan topik “Kebebasan Berpendapat dalam Bingkai Kebangsaan dan Toleransi”. Ia menekankan pentingnya menyampaikan aspirasi secara damai dan menolak provokasi yang merusak demokrasi.
“Kebebasan berpendapat adalah hak setiap warga negara, namun harus disalurkan dengan cara yang damai dan bertanggung jawab. Mahasiswa Kristiani menegaskan pentingnya toleransi, menghormati perbedaan, dan menolak aksi provokatif yang merusak demokrasi,” ungkap Charles.
Sementara itu, Achmad Baha’ur Rifqi membawakan materi “Aspirasi Mahasiswa dan Tantangan Penunggang Gelap”. Ia mengulas fenomena aksi massa yang berubah menjadi kerusuhan akibat adanya pihak yang menunggangi gerakan rakyat.
“Kerusuhan Agustus 2025 meninggalkan luka sosial yang dalam. Melalui forum ini, mahasiswa berdiri di garis depan untuk menyerukan perdamaian, memperkuat solidaritas lintas iman, serta memastikan bahwa kekerasan tidak lagi menjadi pilihan dalam menyampaikan aspirasi. Perdamaian adalah jalan terbaik untuk menjaga keutuhan bangsa,” ujarnya.
Dalam sesi diskusi, Charles Gilbert membawakan topik “Kebebasan Berpendapat dalam Bingkai Kebangsaan dan Toleransi”. Ia menekankan pentingnya menyampaikan aspirasi secara damai dan menolak provokasi yang merusak demokrasi.
“Kebebasan berpendapat adalah hak setiap warga negara, namun harus disalurkan dengan cara yang damai dan bertanggung jawab. Mahasiswa Kristiani menegaskan pentingnya toleransi, menghormati perbedaan, dan menolak aksi provokatif yang merusak demokrasi,” ungkap Charles.
Sementara itu, Achmad Baha’ur Rifqi membawakan materi “Aspirasi Mahasiswa dan Tantangan Penunggang Gelap”. Ia mengulas fenomena aksi massa yang berubah menjadi kerusuhan akibat adanya pihak yang menunggangi gerakan rakyat.
Lihat Juga :