Hilangnya Sense of Social Crisis

Minggu, 31 Agustus 2025 - 22:45 WIB
loading...
A A A
Ia mengaku mengetahui informasi demo dari media sosial. Alfin juga menyesalkan sikap aparat keamanan (polisi) yang berjaga saat aksi demo yang memakai atribut lengkap dan senjata. Benar, awalnya pendemo tidak melakukan aksi anarkis, mereka hanya turut berkumpul dan saling mendengarkan atau menyampaikan orasi menuntut pembatalan kenaikan gaji bagi anggota Dewan di tengah kemiskinan rakyat. Namun, saat aparat bertindak kasar, para demonstran berteriak agar polisi tidak menggunakan gas air mata. Mereka juga berteriak "kalian digaji pakai uang kami".

Isu kenaikan gaji yang ternyata direspons oleh beberapa anggota Dewan yang sayangnya mereka berasal berlatar belakang artis dengan sikap dan kalimat yang membuat rakyat marah. Maka eskalasi tuntutan rakyat menjadi "Bubarkan DPR". Maka aksi demonstrasi semakin meluas dilakukan oleh massa di Gedung DPR, tidak hanya mahasiswa yang datang, mereka juga berasal dari kalangan pelajar, buruh, driver ojol, dan rakyat umum (tampak emak-emak bahkan berorasi di barisan paling depan).

Semua berawal dari luapan kekecewaan masyarakat terhadap anggota DPR, kemudian meluas menjadi kemarahan kepada kepolisian. Saat demonstran yang merupakan gabungan pelajar, mahasiswa, pedagang, pengemudi ojol, bergerak di DPR, tampak kepolisian bertindak represif. Mobil Brimob melaju kencang untuk mengamankan massa dengan arogannya melindas Affan yang saat itu ternyata bukan peserta demo, melainkan hendak mengantarkan makanan pesanan pelanggan. Yang membuat massa semakin marah tatkala mobil rantis tersebut justru kabur setelah melindas Affan hingga tewas.

Tewasnya Affan menjadi "bara" kemarahan rakyat. Isu yang tadinya menuntut pembatalan kenaikan gaji anggota Dewan, kemudian pembubaran DPR, lawan polisi, hingga tuntutan mundur kepada Kapolri, Kapolda, dan anggota Dewan yang jumawa. Tuntutan mereka tidak hanya disampaikan dengan aksi dan orasi, namun sudah ke arah "vandalisme", pengrusakan fasilitas umum (fasum) seperti pembakaran Stasiun MRT, Gedung DPR dan DPRD, Markas Kepolisian, hingga penjarahan isi rumah anggota Dewan yang dinilai sebagai pemicu kemarahan massa.

Jangan Lagi Ada Korban Nyawa

Indonesia diakui sebagai negara demokratis, bahwa demokrasi merupakan pemerintahan yang berasal dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat (Abaraham Lincoln). Maka semestinya negara Indonesia memberi kesempatan dan ruang bagi rakyatnya untuk menyampaikan aspirasi, kritikan, dan tuntutan. Pejabat dan aparat hendaknya memberi ruang, mendengarkan, mau turun bertemu peserta demonstrasi, dan tidak melakukan tindak represif. Bukankah peserta demo memiliki kebebasan untuk melakukan orasi, aksi teatrikal, maupun pertunjukan lain dengan tujuan untuk menyampaikan tuntutan mereka. Yang terjadi saat ini, mereka menjadi brutal dan membabi buta bahkan anarkis, karena mereka marah atas hilangnya nyawa kawan mereka karena ulah aparat.

Affan Kuriniawan, driver ojek online yang tewas dilindas kendaraan taktis (rantis) Brimob dan meninggalnya 4 korban meninggal akibat demonstrasi massal di Makasar, mari kita jadikan sebagai pembelajaran bagi kita semua. Pesan kita, untuk para wakil rakyat dan pejabat yang bekerja atas nama rakyat, "bertutur dan bertindaklah yang sesuai dengan keinginan rakyat. Sebagaimana pesan Iwan Fals melalui lagunya yang sangat familiar di telinga kita "Wakil rakyat, seharusnya merakyat".
(abd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
DPR Minta KPK Transparan...
DPR Minta KPK Transparan Usut Kasus Dugaan Gratifikasi Menhut
Prosesi Militer Iringi...
Prosesi Militer Iringi Pemakaman Rachmat Gobel di TMP Kalibata
Melayat ke Rumah Duka,...
Melayat ke Rumah Duka, Jokowi Kenang Rachmat Gobel sebagai Pribadi yang Baik dan Pekerja Keras
Kabar Duka, Anggota...
Kabar Duka, Anggota DPR Rachmat Gobel Meninggal Dunia
Antisipasi Badai PHK...
Antisipasi Badai PHK Massal, Legislator PDIP Desak Pembinaan Keterampilan bagi Buruh Terdampak
Dukung Penambahan Jumlah...
Dukung Penambahan Jumlah Polhut, Sahroni: Bukti Komitmen Pemerintah atas Perlindungan Hutan
Ribuan Titik Panas Kepung...
Ribuan Titik Panas Kepung Kalimantan, Legislator PDIP Desak Optimalisasi Penanganan Karhutla
4.132 Personel Gabungan...
4.132 Personel Gabungan Dikerahkan Kawal Aksi Demo Mahasiswa di Monas
Usulan Tambahan Anggaran...
Usulan Tambahan Anggaran Rp5,783 T untuk Tunjangan Profesi Guru dan Dosen Kemenag Disetujui Kemenkeu
Rekomendasi
Jakarta Ecotourism Festival...
Jakarta Ecotourism Festival 2026, Siswa SMKN 8 Jakarta Diajak Belajar Kelola Sampah
Setelah Sintya Marisca,...
Setelah Sintya Marisca, VISION+ Perkenalkan Jeremie Tobing di First Look My Chef in Crime
Purbaya: Stabilitas...
Purbaya: Stabilitas Sistem Keuangan Tetap Terjaga di Semester I 2026
Berita Terkini
Wamenag: Pencegahan...
Wamenag: Pencegahan LGBT Akan Masuk Kurikulum Mulai Kelas 4 SD
TPPU Dinilai Bisa Jadi...
TPPU Dinilai Bisa Jadi Pintu Masuk Bongkar Kasus Eks Jampidsus
Mayjen TNI (Purn) Prihati...
Mayjen TNI (Purn) Prihati Pujowaskito Uji Disertasi Doktor Johan Akbari di Universitas Bhayangkara
DNIKS dan Diplomasi...
DNIKS dan Diplomasi Kesejahteraan Sosial Indonesia
Prabowo Tegaskan Tak...
Prabowo Tegaskan Tak Bakal Tebang Pilih Terhadap Penyelewengan
Febrie Adriansyah Belum...
Febrie Adriansyah Belum Ditahan, Yusril Soroti Penerapan KUHAP Baru
Infografis
Dittany of Crete, Ramuan...
Dittany of Crete, Ramuan Penyembuh Ajaib dalam Kisah Harry Potter
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved