Mendagri Dorong Pemda Aktif Libatkan Kadin Daerah
Kamis, 28 Agustus 2025 - 14:00 WIB
loading...
Mendagri Tito Karnavian mendorong pemda aktif berkolaborasi dengan Kadin daerah guna memperkuat perekonomian lokal serta meningkatkan PAD. Foto/Istimewa
A
A
A
JAKARTA - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian mendorong pemerintah daerah (pemda) aktif berkolaborasi dengan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) daerah guna memperkuat perekonomian lokal serta meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Hal itu disampaikan Tito dalam sambutan Rapat Koordinasi Nasional Produk Hukum Daerah 2025 di Kendari, Sulawesi Tenggara, Rabu 27 Agustus 2025.
Tito berharap, pemda aktif libatkan pihak swasta di daerah. “Pemda harus menghidupkan sektor swasta agar bisa berkontribusi menggerakkan ekonomi lokal. Karena itu, saya instruksikan gubernur, bupati, dan wali kota untuk menggandeng Kadin daerah sesuai potensi masing-masing wilayah," ujarnya.
Tito mengatakan dunia usaha di daerah memiliki insting yang kuat dalam melihat peluang ekonomi. Jika sektor swasta tumbuh, maka potensi pajak dan retribusi daerah juga bisa meningkat tanpa memberatkan masyarakat bawah. "Itu win-win solution. Swasta untung, PAD naik, tetapi rakyat kecil tidak terbebani," imbuhnya.
Baca juga: Mendagri Minta Pemda Jaga Inflasi Lewat Stabilitas Harga Pangan
Meski demikian, Tito mengingatkan agar pemda berhati-hati dalam membuat kebijakan sosial, ekonomi, maupun budaya. Ia menekankan bahwa setiap kebijakan harus melibatkan aspirasi dan dukungan masyarakat.
"Kalau masyarakat mendukung, silakan laksanakan. Kalau tidak, jangan dipaksakan," kata mantan Kapolri itu.
Lebih lanjut, Tito menjelaskan beberapa hal penting dalam penyusunan produk hukum daerah, di antaranya menilai dampak yang ditimbulkan sebelum kebijakan dijalankan, membuat aturan yang tidak menimbulkan masalah baru bagi masyarakat, dan menciptakan iklim investasi yang sehat agar swasta bisa berkembang.
"Produk hukum harus memperhatikan sosialisasi, kondisi ekonomi masyarakat, dan tidak boleh mempersulit dunia usaha. Justru harus mendukung iklim investasi agar sektor swasta hidup," jelas Tito.
Selain mendorong kerja sama dengan Kadin, Tito juga menyarankan pemda untuk membentuk dinas khusus ekonomi kreatif atau mengintegrasikannya dengan dinas lain. Langkah ini penting untuk menggerakkan potensi ekonomi kreatif yang ada di masyarakat.
“Kalau kemampuan fiskal daerah mencukupi dan potensi ekonomi kreatif besar, silakan bentuk dinas khusus. Tetapi kalau anggaran terbatas, bisa digabung dengan dinas yang ada,” katanya.
Dengan strategi ini, Mendagri berharap, pemda mampu memperkuat ketahanan ekonomi lokal, meningkatkan PAD, serta membuka peluang investasi baru tanpa membebani masyarakat kecil.
Tito berharap, pemda aktif libatkan pihak swasta di daerah. “Pemda harus menghidupkan sektor swasta agar bisa berkontribusi menggerakkan ekonomi lokal. Karena itu, saya instruksikan gubernur, bupati, dan wali kota untuk menggandeng Kadin daerah sesuai potensi masing-masing wilayah," ujarnya.
Tito mengatakan dunia usaha di daerah memiliki insting yang kuat dalam melihat peluang ekonomi. Jika sektor swasta tumbuh, maka potensi pajak dan retribusi daerah juga bisa meningkat tanpa memberatkan masyarakat bawah. "Itu win-win solution. Swasta untung, PAD naik, tetapi rakyat kecil tidak terbebani," imbuhnya.
Baca juga: Mendagri Minta Pemda Jaga Inflasi Lewat Stabilitas Harga Pangan
Meski demikian, Tito mengingatkan agar pemda berhati-hati dalam membuat kebijakan sosial, ekonomi, maupun budaya. Ia menekankan bahwa setiap kebijakan harus melibatkan aspirasi dan dukungan masyarakat.
"Kalau masyarakat mendukung, silakan laksanakan. Kalau tidak, jangan dipaksakan," kata mantan Kapolri itu.
Lebih lanjut, Tito menjelaskan beberapa hal penting dalam penyusunan produk hukum daerah, di antaranya menilai dampak yang ditimbulkan sebelum kebijakan dijalankan, membuat aturan yang tidak menimbulkan masalah baru bagi masyarakat, dan menciptakan iklim investasi yang sehat agar swasta bisa berkembang.
"Produk hukum harus memperhatikan sosialisasi, kondisi ekonomi masyarakat, dan tidak boleh mempersulit dunia usaha. Justru harus mendukung iklim investasi agar sektor swasta hidup," jelas Tito.
Selain mendorong kerja sama dengan Kadin, Tito juga menyarankan pemda untuk membentuk dinas khusus ekonomi kreatif atau mengintegrasikannya dengan dinas lain. Langkah ini penting untuk menggerakkan potensi ekonomi kreatif yang ada di masyarakat.
“Kalau kemampuan fiskal daerah mencukupi dan potensi ekonomi kreatif besar, silakan bentuk dinas khusus. Tetapi kalau anggaran terbatas, bisa digabung dengan dinas yang ada,” katanya.
Dengan strategi ini, Mendagri berharap, pemda mampu memperkuat ketahanan ekonomi lokal, meningkatkan PAD, serta membuka peluang investasi baru tanpa membebani masyarakat kecil.
(rca)
Lihat Juga :