Jejak Tiga Konsep Nasionalisme dalam Diskursus Keindonesiaan

Selasa, 19 Agustus 2025 - 18:48 WIB
loading...
A A A
Berbeda dengan Yamin, Hamka, seorang ulama dan sastrawan menawarkan konsep nasionalisme yang lebih bernuansa Islami. Ia melihat persatuan Indonesia sebagai fenomena modern yang diwarnai oleh peran sentral Islam.

Hamka berpendapat bahwa Islam telah membentuk karakter, perasaan, dan pemikiran mayoritas rakyat Indonesia, menciptakan persaudaraan Muslim yang melampaui ikatan suku. Ia menolak glorifikasi kerajaan Hindu-Buddha seperti Majapahit, bahkan menuduh Gajah Mada sebagai penakluk yang kejam.

Bagi Hamka, pahlawan nasionalisme sejati adalah pemimpin Islam seperti Pangeran Diponegoro dan Imam Bonjol. Ia percaya bahwa kebudayaan Indonesia adalah hasil dari "puncak-puncak kebudayaan berbagai daerah," bukan hanya dari satu kebudayaan tertentu.

Sementara itu, S. Takdir Alisjahbana (STA) menyajikan pandangan yang paling radikal. Ia menolak untuk mencari akar nasionalisme di masa lalu dan menyebut periode sebelum abad ke-20 sebagai "zaman jahiliah ke-Indonesiaan."

Menurut STA, "semangat keindonesiaan" adalah ciptaan modern yang sepenuhnya baru dan tidak perlu berpijak pada masa lalu. Ia menganggap keliru jika nasionalisme dihubungkan dengan pahlawan atau kerajaan masa lalu karena mereka berjuang untuk tanah dan kepentingan mereka sendiri, bukan untuk persatuan Indonesia modern.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Prabowo Ajak Seluruh...
Prabowo Ajak Seluruh Elemen Bangsa Perkuat Persatuan di Tengah Keberagaman demi Kemajuan Bangsa
Perkuat Nasionalisme,...
Perkuat Nasionalisme, TNI Gelar Nobar Kebangsaan Piala Dunia 2026 di 1.500 Lokasi
Tahun Baru Islam, Menag:...
Tahun Baru Islam, Menag: Momentum Pentingnya Dialog dan Merangkul Perbedaan
Sekjen GMNI Serukan...
Sekjen GMNI Serukan Gotong Royong dan Persatuan Nasional
Chatib Basri di Ajang...
Chatib Basri di Ajang Perang Ideologi Ekonomi
Maarif Institute Ajak...
Maarif Institute Ajak Publik Meneladani Buya Syafii melalui Pentas Budaya
Gelombang Panas Ganggu...
Gelombang Panas Ganggu Perayaan Kemerdekaan AS ke-250
Sambut 1 Muharram, Ulama...
Sambut 1 Muharram, Ulama Ajak Masyarakat Tolak Provokasi dan Jaga Persatuan Umat
Aktivis Muda Nasional:...
Aktivis Muda Nasional: Persatuan Bangsa Penting di Tengah Tantangan Global
Rekomendasi
Apa itu Administrasi...
Apa itu Administrasi Gaza yang Baru setelah Pemerintahan Hamas Bubar?
Trump Sebut Wasit Piala...
Trump Sebut Wasit Piala Dunia 2026 Raphael Claus Mencurigakan, Begini Respons FIFA
PBB Menyerukan Penguatan...
PBB Menyerukan Penguatan Tata Kelola Kecerdasan Buatan
Berita Terkini
Momen Prabowo Beri Angklung...
Momen Prabowo Beri Angklung ke Presiden Narendra Modi Jadi Bukti Simbol Persahabatan
Prabowo Minta Dibentuk...
Prabowo Minta Dibentuk Satgas Akademisi, Begini Reaksi Mendiktisaintek
PTUN Jakarta Kabulkan...
PTUN Jakarta Kabulkan Gugatan Pegawai Kemenham ke Natalius Pigai
Polisi Tetapkan 32 Tersangka...
Polisi Tetapkan 32 Tersangka Kasus Dugaan Haji Ilegal, Kerugian Rp116 Miliar
Inovasi AI Sampah Semarang...
Inovasi AI Sampah Semarang Raih Guangzhou Award 2026
Reaksi Praperadilan...
Reaksi Praperadilan Roy Suryo, Ade Darmawan: Jangan Senang Dulu, Pokok Perkara Tidak Gugur
Infografis
37 Pesawat AS Hancur...
37 Pesawat AS Hancur dan Rusak dalam Perang Iran, Kerugian Rp28 Triliun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved