Antrean Panjang Penumpang KRL di Stasiun Bukti Penerapan PSBB Lemah

Rabu, 15 April 2020 - 09:10 WIB
loading...
Antrean Panjang Penumpang...
Antrean panjang penumpang KRL commuter line di stasiun menunjukkan lemahnha PSBB. Foto/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Masih mengularnya antrean penumpang KRL Commuter Line di beberapa stasiun tujuan Jakarta dinilai sebagai bukti bahwa kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) masih memiliki kelemahan. Masih banyaknya warga yang pergi ke luar rumah untuk bekerja itu bukan ekspresi secara sengaja mengabaikan aturan PSBB.

"Sesungguhnya itu bukan ekspresi secara sengaja mengabaikan aturan PSBB, tetapi lebih terlihat sebagai kelemahan dari kebijakan PSBB. Mengapa kelemahan PSBB? Karena kebijakan PSBB masih membolehkan lalu lintas sosial terjadi," ujar Direktur Eksekutif Center for Social, Political, Economic, and Law Studies (CESPELS), Ubedilah Badrun kepada SINDOnews, Rabu (15/4/2020).

Dia memberikan contoh, masyarakat masih boleh naik transportasi publik. "Jadi kerumunan orang di stasiun itu yang patut disorot pertama adalah kelemahan atau kekurangan kebijakan PSBB," ujar Analis sosial politik Universitas Negeri Jakarta (UNJ) ini.

Dia berpendapat, jika karantina wilayah atau lockdown lokal ditetapkan, semua transportasi publik ditutup di suatu wilayah. 'Jadi tidak boleh ada lalu lintas sosial," ungkapnya.

Dia melanjutkan, hal kedua yang patut dianalisis dari masih berkerumunnya masyarakat di stasiun adalah rendahnya tingkat kesadaran masyarakat terhadap aturan PSBB. "Mereka menilai apa yang mereka lakukan adalah rutinitas biasa yang tidak merugikan orang lain, mereka mengganggap bahwa yang mereka lakukan tidak berbahaya," ujarnya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Presiden Jokowi Segera...
Presiden Jokowi Segera Cabut Status Pandemi Covid-19
Menko PMK: Pasien Covid-19...
Menko PMK: Pasien Covid-19 Kini Ditanggung BPJS Kesehatan
SDGs Kesehatan dan Litbang
SDGs Kesehatan dan Litbang
Dokter Reisa Ungkap...
Dokter Reisa Ungkap Penyebab Kasus Covid-19 Naik Pesat
Kemenkes Minta Masyarakat...
Kemenkes Minta Masyarakat Waspadai Subvarian Baru Omicron
Menko PMK Sebut Covid-19...
Menko PMK Sebut Covid-19 Peringkat 14 Penyebab Kematian di Indonesia
Satu Lagi Varian Baru...
Satu Lagi Varian Baru Virus Corona Bikin Was-was Ahli Kesehatan
8 Virus yang Berpotensi...
8 Virus yang Berpotensi Menyebabkan Pandemi, Ancaman bagi Kesehatan Global
Diserang Virus Misterius,...
Diserang Virus Misterius, Warga Kazakhstan Diwajibkan Pakai Masker hingga 2025
Rekomendasi
Perluas Akses Pendidikan,...
Perluas Akses Pendidikan, 500 Sekolah Nasional Terintegrasi akan Dibangun hingga 2029
Terlibat Keributan,...
Terlibat Keributan, Keluarga Pemain Timnas Argentina Ditangkap Polisi AS
Tugas Berat PM Inggris...
Tugas Berat PM Inggris Baru, Memutuskan Apa yang Terjadi jika Ada Perang Nuklir
Berita Terkini
Wamenag: Pencegahan...
Wamenag: Pencegahan LGBT Akan Masuk Kurikulum Mulai Kelas 4 SD
TPPU Dinilai Bisa Jadi...
TPPU Dinilai Bisa Jadi Pintu Masuk Bongkar Kasus Eks Jampidsus
Mayjen TNI (Purn) Prihati...
Mayjen TNI (Purn) Prihati Pujowaskito Uji Disertasi Doktor Johan Akbari di Universitas Bhayangkara
DNIKS dan Diplomasi...
DNIKS dan Diplomasi Kesejahteraan Sosial Indonesia
Prabowo Tegaskan Tak...
Prabowo Tegaskan Tak Bakal Tebang Pilih Terhadap Penyelewengan
Febrie Adriansyah Belum...
Febrie Adriansyah Belum Ditahan, Yusril Soroti Penerapan KUHAP Baru
Infografis
Ilmuwan Klaim Temukan...
Ilmuwan Klaim Temukan Bukti Peradaban Kuno di Planet Mars
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved