Bulog dan Problem Kesuksesan

Sabtu, 12 Juli 2025 - 15:42 WIB
loading...
A A A
Di Indonesia tidak ada korporasi (swasta dan BUMN) yang punya kapasitas sebesar Bulog. Karena penuh Bulog harus menyewa tambahan gudang berkapasitas 1,4 juta ton, selain bikin gudang improvisasi. Masalahnya, tanpa banyak diketahui publik, aneka capaian ini telah memunculkan problem of succes bagi Bulog sebagai pengelola CBP.

Pertama, problem kualitas gabah. Masalah muncul setelah pemerintah mengubah drastis kualitas pengadaaan gabah Bulog: dari ada syarat kualitas tanpa syarat kualitas. Implikasinya, gabah buruk (kadar air > 35%, butir hijau/kapur >20%) karena terendam air atau padi dipanen dini harus dibeli sama dengan harga gabah yang baik (kadar air dan butir hijau maksimal 25% dan 10%). Selain tidak mendidik petani, ini berimplikasi pada ketidakpastian rendemen.

Kedua, dampak ikutan dari kualitas gabah rendah, rendemen giling bisa rendah: 40-45%. Di lapangan potensial muncul praktik: gabah bagus diserap penggilingan dan pedagang (swasta), gabah buruk disetor ke Bulog. Tengkulak/penebas bisa saja membeli gabah kualitas buruk milik petani di bawah Rp6.000/kg, tapi dijual ke Bulog Rp6.500/kg.

Ini membuat biaya produksi beras amat tinggi, bisa Rp14.000/kg, bahkan lebih Rp14.500/kg. Karena terjadi penurunan kuantitas dan kualitas beras hasil giling. Sistem maklon atau jual jasa antara penggilingan dan Bulog juga biang harga tinggi.

Ketiga, dampak ikutan penurunan kuantitas dan kualitas beras hasil giling, biaya mengelola/menyimpan stok jadi mahal dan penetrasi pasar saat penyaluran beras Bulog akan rendah. Penetrasi pasar rendah selain karena harganya tidak kompetitif, kualitas pengadaan beras Bulog juga turun: jadi derajat sosoh minimal 95% dan butir patah maksimal 25%.

Ini membuat kemampuan beras Bulog dalam memengaruhi harga kian terbatas. Bagi konsumen, mereka merasa terjadi degradasi kualitas beras Bulog: dari kualitas premium (derajat sosoh 100%, butir patah maksimal 5%) ke kualitas medium. Ini berkebalikan dari kondisi dua tahun terakhir.

Penetrasi pasar beras 2023-2024 baik selain karena berkualitas premium, juga harga pokok beras Bulog (HPB) di bawah pasar umum. Pada 2023 HPB hanya Rp11.470/kg, sedangkan di pasar umum Rp10.378-Rp12.976/kg. Pada 2024 HPB sekitar Rp12.348/kg, sementara beras di pasar umum Rp13.408-Rp13.597/kg.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Jalur Medan-Berastagi...
Jalur Medan-Berastagi Tak Lagi Memadai
Imam Shalat, Piala Dunia,...
Imam Shalat, Piala Dunia, dan Tempat Muktamar
Dear You dan Ketakutan...
Dear You dan Ketakutan yang Salah Arah
Badan Gizi Nasional...
Badan Gizi Nasional dan Reduksi Orkestrasi Pemenuhan Gizi
Mengapa Harga Beras...
Mengapa Harga Beras Terus Merangkak Naik?
Pembangunan Tanpa Ekologi:...
Pembangunan Tanpa Ekologi: Keteledoran yang Harus Dibayar Mahal
240 BUMN Tak Produktif...
240 BUMN Tak Produktif Dibubarin Prabowo: Tidak Untung, Rugi Terus
Rosan Lapor Prabowo...
Rosan Lapor Prabowo soal Perampingan 258 BUMN, 300 Pelat Merah Lain Menyusul
PLN Rombak Jajaran Direksi,...
PLN Rombak Jajaran Direksi, Darmawan Masih Dirut dan Tambah Posisi Wadirut
Rekomendasi
Belum Move On, Aji Darmaji...
Belum Move On, Aji Darmaji Tak Kuat Lihat Rumah Lama dengan Mpok Alpa di Ciganjur
Badan Intelijen AS Kehilangan...
Badan Intelijen AS Kehilangan Akses ke Alat AI Mythos 5, Apa Pemicunya?
Meta Menemukan Tambang...
Meta Menemukan Tambang Emas Baru
Berita Terkini
Perindo Ajak Tokoh Muda...
Perindo Ajak Tokoh Muda Indonesia Timur Ambil Peran Menuju 2029
Kapolri Diminta Transformasi...
Kapolri Diminta Transformasi Kultur Internal Bhayangkara
5 Pangdam Lulusan Akmil...
5 Pangdam Lulusan Akmil 1997 Teman Satu Angkatan Danpaspampres Mayjen Edwin Adrian Sumantha
Ketua BEM FH UBK Akui...
Ketua BEM FH UBK Akui Terima Rp20 Juta, DPR: Polri Harus Investigasi
Eks Ketua Ombudsman...
Eks Ketua Ombudsman Hery Susanto Jalani Sidang Pembacaan Dakwaan Hari Ini
Program Binawan Eropa...
Program Binawan Eropa Antarkan 36 Perawat Indonesia Berkarier di Eropa
Infografis
5 Alasan Perdamaian...
5 Alasan Perdamaian Amerika Serikat dan Iran Sulit Terwujud
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved