Bulog dan Problem Kesuksesan

Sabtu, 12 Juli 2025 - 15:42 WIB
loading...
Bulog dan Problem Kesuksesan
Khudori, Pegiat Asosiasi Ekonomi Politik Indonesia (AEPI) dan Komite Pendayagunaan Pertanian (KPP), Foto/Dok Pribadi
A A A
Khudori
Pegiat Asosiasi Ekonomi Politik Indonesia (AEPI) dan Komite Pendayagunaan Pertanian (KPP)

Hari-hari ini Bulog menuai pujian dari banyak pihak. Tak hanya dari pengamat, petani, Menteri Pertanian Amran Sulaiman dan Menko Pangan Zulkifli Hasan, tetapi juga dari Presiden Prabowo Subianto. Salah satu pujian yang menyesaki ruang publik sejak beberapa bulan lalu adalah “kesuksesan” BUMN pangan ini dalam menyerap gabah/beras petani domestik.

Per 10 Juli 2025, stok beras di gudang Bulog mencapai 4,3 juta ton. Dari jumlah itu, 2,69 juta ton hasil serapan tahun ini. Sisanya luncuran stok akhir 2024. Menurut Menteri Amran, stok beras Bulog lebih 4 juta ton merupakan rekor tertinggi dalam 57 tahun terakhir.

Selain mencetak rekor stok cadangan beras pemerintah (CBP) tertinggi selama Januari–Mei, klaim Amran, data historis menunjukkan lonjakan stok tahun 2025 juga tercatat sebagai yang tercepat sepanjang sejarah. Dari 1,7 juta ton pada Januari 2025, stok CBP melonjak drastis menjadi 3,5 juta ton per 4 Mei 2025 atau meningkat 1,8 juta ton tanpa impor dalam empat bulan.

Capaian ini tak lepas dari kinerja produksi yang Januari-Juni 2025 ditaksir 18,76 juta ton beras, terbesar 7 tahun terakhir. Rekor kian lengkap setelah United States Department of Agriculture dan FAO memperkirakan produksi beras Indonesia tahun ini masing-masing mencapai 34,6 juta ton dan 35,6 juta ton. Ini menempatkan Indonesia sebagai produsen beras terbesar di kawasan ASEAN.

Pemerintah mengklaim capaian ini tak lepas dari kebijakan Presiden Prabowo yang mencakup peningkatan kuota pupuk bersubsidi hingga 100%, reformasi sistem distribusi pupuk, dan harga pembelian pemerintah (HPP) gabah kering panen (GKP) petani untuk semua kualitas: Rp6.500/kg. Ini memberi insentif menarik.

“Prestasi” dan “kesuksesan” itu membuat Bulog kewalahan. Padahal, Bulog adalah perusahaan logistik dan rantai pasok pangan yang amat besar: punya 26 pimpinan wilayah, 101 cabang, 474 kompleks gudang dengan 1.545 unit berkapasitas lebih 3,8 juta ton, 10 penggilingan padi, 7 rice to rice, 2 unit corn drying center, 4.250 pegawai, dan terhubung secara digital (meski belum penuh).
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Ketika Bumi Berhenti...
Ketika Bumi Berhenti Bersabar
Rupiah, IHSG, dan Krisis...
Rupiah, IHSG, dan Krisis Kepercayaan
PP 20/2026: Menambah...
PP 20/2026: Menambah Penerimaan Negara atau Menambah Beban UMKM?
Ujian Kapasitas Negara,...
Ujian Kapasitas Negara, Bukan Sekadar Kasus Korupsi
Menata Demokrasi Produktif...
Menata Demokrasi Produktif untuk Kesejahteraan Lintas Generasi
Melembagakan ‘Otot’...
Melembagakan ‘Otot’ Diplomasi Prabowo
Serap Beras Petani,...
Serap Beras Petani, Kapasitas Gudang Bulog Ditambah hingga 7 Juta Ton
10 Perusahaan Diduga...
10 Perusahaan Diduga Manipulasi Nilai Ekspor Sawit, Gapki Buka Suara
DSI Diminta Tak Kuasai...
DSI Diminta Tak Kuasai Perdagangan Sawit, Fokus ke Pengawasan Digital
Rekomendasi
Art & Bali 2026 Hadirkan...
Art & Bali 2026 Hadirkan Seniman Dunia, Nuanu Tanam 1.000 Pohon
Pastikan Kelancaran...
Pastikan Kelancaran Pemulangan Jemaah Haji, Garuda Indonesia Intensif Koordinasi dengan Arab Saudi
Rusia Ancam Armenia:...
Rusia Ancam Armenia: Tak Lagi Dipasok Minyak Murah Jika Nekat Gabung Uni Eropa!
Berita Terkini
Kejagung: Proyek Motor...
Kejagung: Proyek Motor Listrik BGN Rp1 Triliun Jatuh ke Vendor yang Tak Penuhi Syarat
Dadan Hindayana Tersangka...
Dadan Hindayana Tersangka Dugaan Korupsi MBG, PDIP Minta Pengawasan Diperketat
Pertumbuhan 5,6%, tetapi...
Pertumbuhan 5,6%, tetapi Mengapa Investor Masih Gelisah?
Jelang Vonis Kasus Sertifikasi...
Jelang Vonis Kasus Sertifikasi K3, Noel: Kalau Saya Terbukti Peras Pengusaha Hukum Mati
Berkas Roy Suryo Cs...
Berkas Roy Suryo Cs P21, Polda Metro Diminta Segera Lakukan Pelimpahan Tahap Dua
Dadan Hindayana Cs Terjerat...
Dadan Hindayana Cs Terjerat Korupsi, DPR Perketat Pengawasan Tata Kelola di BGN
Infografis
Trade Misinvoicing dan...
Trade Misinvoicing dan Upaya Penguatan Integritas Perdagangan Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved