Bulog dan Problem Kesuksesan

Sabtu, 12 Juli 2025 - 15:42 WIB
loading...
A A A
HPB 2 tahun terakhir rendah dari pasar umum karena ada impor beras untuk Bulog. Harga beras impor selain relatif murah juga berkualitas premium. Bagaimana Bulog menjaga ekspektasi konsumen atas kualitas beras? Ini tak mudah. Penetrasi bisa membaik bila harga beras dijual di bawah harga pasar. Ini perlu subsidi.

Keempat, sulitnya menyalurkan beras Bulog dalam jumlah besar. Dengan stok 4,3 juta ton, Bulog harus melepas 3,1 juta ton agar stok beras akhir 2025 mencapai 1,2 juta ton. Dibagi 6 bulan tersisa berarti Bulog harus menyalurkan lebih 500 ribu ton beras/bulan.

Di tengah pasar yang lesu karena daya beli warga kempis, sementara panen diperkirakan lumintu tiap bulan sampai akhir tahun karena kemarau basah saat ini, tentu tak mudah melepas beras ke pasar dalam jumlah besar. Outlet yang sudah pasti baru 366 ribu ton beras untuk bantuan pangan. Outlet operasi pasar SPHP amat tergantung pasar.

Kelima, beban finansial Bulog yang berat. Triwulan I-2025 BULOG merugi Rp1,4 triliun. Ini terjadi karena Bulog terus menyerap gabah/beras petani, sementara penyaluran (untuk operasi pasar dan bantuan pangan) disetop. Ini menyalahi konsep stabilisasi. Penghentian penyaluran membuat harga beras cenderung naik.

Bahkan harga beras medium dan premium berbulan-bulan di atas harga eceran tertinggi (HET). Bukankah harga beras nangkring di atas HET di tengah stok tinggi adalah hal absurd? Kenaikan harga beras membuat akses warga, terutama yang miskin, terganggu. Selain itu, semakin lama penyetopan penyaluran beras finansial Bulog akan kian berdarah-darah.

Uraian di atas hendak menegaskan satu hal: di tengah klaim aneka “prestasi” dan “sukses” oleh pemerintah ada efek domino yang dipikul Bulog dan masyarakat. Bagi Bulog, bisa saja ongkos itu diganti melalui mekanisme APBN. Akan tetapi di saat ruang fiskal terbatas dan kantong pemerintah amat cekak, kebijakan berbiaya mahal ini seharusnya dihindari.

Bagi masyarakat, merogoh kocek lebih dalam untuk membeli beras di tengah daya beli yang turun dan stok beras melimpah tentu tidak adil. Pada tempatnya bagi pemerintah untuk meracik ulang kebijakan yang adil, bukan mengejar prestasi semu.
(rca)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Jalur Medan-Berastagi...
Jalur Medan-Berastagi Tak Lagi Memadai
Imam Shalat, Piala Dunia,...
Imam Shalat, Piala Dunia, dan Tempat Muktamar
Dear You dan Ketakutan...
Dear You dan Ketakutan yang Salah Arah
Badan Gizi Nasional...
Badan Gizi Nasional dan Reduksi Orkestrasi Pemenuhan Gizi
Mengapa Harga Beras...
Mengapa Harga Beras Terus Merangkak Naik?
Pembangunan Tanpa Ekologi:...
Pembangunan Tanpa Ekologi: Keteledoran yang Harus Dibayar Mahal
240 BUMN Tak Produktif...
240 BUMN Tak Produktif Dibubarin Prabowo: Tidak Untung, Rugi Terus
Rosan Lapor Prabowo...
Rosan Lapor Prabowo soal Perampingan 258 BUMN, 300 Pelat Merah Lain Menyusul
PLN Rombak Jajaran Direksi,...
PLN Rombak Jajaran Direksi, Darmawan Masih Dirut dan Tambah Posisi Wadirut
Rekomendasi
Harga Minyak Dunia Hancur...
Harga Minyak Dunia Hancur Mendekati Level Normal! Kapan BBM RI Turun?
12 Amalan Populer Hari...
12 Amalan Populer Hari Asyura 10 Muharam yang Dianjurkan Rasulullah SAW
Meta Menemukan Tambang...
Meta Menemukan Tambang Emas Baru
Berita Terkini
Perindo Ajak Tokoh Muda...
Perindo Ajak Tokoh Muda Indonesia Timur Ambil Peran Menuju 2029
Kapolri Diminta Transformasi...
Kapolri Diminta Transformasi Kultur Internal Bhayangkara
5 Pangdam Lulusan Akmil...
5 Pangdam Lulusan Akmil 1997 Teman Satu Angkatan Danpaspampres Mayjen Edwin Adrian Sumantha
Ketua BEM FH UBK Akui...
Ketua BEM FH UBK Akui Terima Rp20 Juta, DPR: Polri Harus Investigasi
Eks Ketua Ombudsman...
Eks Ketua Ombudsman Hery Susanto Jalani Sidang Pembacaan Dakwaan Hari Ini
Program Binawan Eropa...
Program Binawan Eropa Antarkan 36 Perawat Indonesia Berkarier di Eropa
Infografis
Trionda, Bola Robotik...
Trionda, Bola Robotik Piala Dunia 2026 yang Punya Baterai dan Sensor VAR
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved