Membumikan Gagasan Persaudaraan Manusia

Jum'at, 11 Juli 2025 - 10:00 WIB
loading...
Membumikan Gagasan Persaudaraan...
Ridwan, Direktur Center of Muslim Politics and World Society (COMPOSE) FoSS UIII. Foto/Dok. SindoNews
A A A
Ridwan al-Makassary
Direktur Center of Muslim Politics and World Society (COMPOSE) FoSS UIII
Ketua Panitia Konferensi Internasional “Human Fraternity” di Jakarta akhir Juli 2025

GAGASAN Human Fraternity (persaudaraan manusia) menjadi satu isu yang perlu didengungkan terus ketika kita menyaksikan dunia yang semakin terbelah oleh konflik politik, ekonomi, yang berbalut identitas dan politisasi agama. Konsep ini, sejatinya, merujuk pada Dokumen Persaudaraan Manusia untuk Perdamaian Dunia dan Hidup Bersama yang telah ditandatangani pada 2019 di Abu Dhabi oleh Paus Fransiskus dan Imam Agung Al-Azhar, Ahmad Al-Tayyeb.

Konsep Human Fraternity ini menjadi penting dan mendesak di masa yang penuh ketidakpastian ini. Saat ini, tatanan dunia ini sedang dihancurkan oleh pelbagai cabaran yang mendesak, sejak dari ketahanan pangan hingga perubahan iklim, pandemi global, perang dagang global, masalah kemiskinan, pengungsi dan migrasi, dan meningkatnya konflik antar negara. Alih-alih bekerja sama untuk mengatasi pelbagai tantangan tersebut, pemangku kepentingan dunia – pemerintah, organisasi internasional, organisasi masyarakat sipil, dan komunitas bisnis – acap terlibat dalam konflik politik atau sumber daya ekonomi, yang melibatkan agama.

Tulisan singkat ini dimaksudkan untuk membumikan gagasan persaudaraan manusia yang dipandang abstrak dan terlalu melangit. Selain itu, tulisan ini sebagai sambutan untuk pelaksanaan konferensi internasional Human Fraternity di pungkasan Juli 2025 di Jakarta, yang akan dilaksanakan Universitas Islam Internasioal Indonesia (UIII) dan Higher Committee of Human Fraternity (HCHF). Namun, sejak dokumen tersebut dirilis ke dunia pertama kali, gagasan tersebut tidak menjadi narasi arus utama yang termuat di media populer, lingkaran akademisi, masyarakat sipil atau bidang pemerintah.

Karenanya, di tengah dunia yang terpolarisasi, persaudaraan manusia bisa berfungsi menjadi obat mujarab (panacea), karena melalui kerangka persahabatan dan dukungan di antara manusia, para pemangku kepentingan dunia dapat bekerja sama dalam memecahkan pelbagai tantangan yang meningkat. Konsep ini akan menciptakan lingkungan yang positif bagi para pemangku kepentingan dunia untuk bekerja sama dengan cara yang setara dan transparan, untuk berbagi rasa saling menghormati, dan untuk membuka jalan bagi dunia yang lebih baik. Selain itu, ia mencerminkan komitmen antaragama yang berkembang terhadap visi ini. Inisiatif semacam itu kuat karena menggabungkan otoritas rohani dengan tanggung jawab moral praktis.

Persaudaraan manusia, dengan demikian merupakan salah satu cita-cita penuh harapan di masa ujian ini. Dalam lanskap dunia yang tercabik-cabik oleh nasionalisme sempit, rasisme buta, intoleransi agama, dan ketidaksetaraan, prinsip persaudaraan manusia menawarkan visi persatuan yang berakar bukan pada kesamaan (homogeneity), tetapi pada solidaritas melintasi perbedaan dan keragaman.

Secara substansi, persaudaraan manusia bukan hanya sahutan moral tetapi panggilan untuk bertindak. Ia menantang sistem eksklusi, diskriminasi dan dominasi, dan menyuarakan bahwa perdamaian dan keadilan tidak dapat dipisahkan. Gagasan ini berarti menegaskan martabat setiap orang sama Mulya dan perlunya membangun tatanan masyarakat di mana martabat itu dihormati melalui akses ke pendidikan, perawatan kesehatan, kebebasan berekspresi, dan keselamatan.

Dengan demikian, persaudaraan manusia tidak bisa berhenti hanya sebuah deklarasi dan selesai. Ia juga tidak hanya diseminarkan dan diriset. Ia harus membentuk kebijakan, ekonomi, dan sistem pendidikan yang mebebaskan dan penuh keadilan. Ia juga harus mendorong kita untuk bergumul dan mencari solusi bagi perubahan iklim sebagai ancaman bersama, migrasi, kemiskinan sebagai tantangan manusia, dan ketidaksetaraan sebagai kegagalan moral.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Prabowo: Indonesia-Belarus...
Prabowo: Indonesia-Belarus Sepakat Mendukung Perdamaian dan Stabilitas Dunia
Analisa Hukum Putusan...
Analisa Hukum Putusan Perkara Nadiem Makarim
HUT Bhayangkara: Mampukah...
HUT Bhayangkara: Mampukah Polri Melindungi Kritik Tanpa Mengkriminalisasi Warga?
Bumi Eropa Membara,...
Bumi Eropa Membara, Dunia Memilih Bisu: Pelajaran dari Gelombang Panas yang Tak Lagi Anomali
Histeria Ojol dan Kerentanan...
Histeria Ojol dan Kerentanan Ekstrem Pekerja 'Gig Economy'
B50: Strategi Diplomasi...
B50: Strategi Diplomasi Sawit Berkelanjutan
Stafsus Menag Bertemu...
Stafsus Menag Bertemu Pengurus Rumah Doa Methodis Injili Jemaat Filadelfia Bandung
Meski Menang dalam Negosiasi...
Meski Menang dalam Negosiasi dan Perang, Iran: Kita Selalu Hati-hati
Ini Teks Resmi 14 Poin...
Ini Teks Resmi 14 Poin Kesepakatan Damai AS dan Iran
Rekomendasi
SPMB PJJ Diresmikan,...
SPMB PJJ Diresmikan, Siap Jangkau Jutaan Anak Tidak Sekolah
Ayat Al-Quran tentang...
Ayat Al-Qur'an tentang Perang Badar dalam Seremoni Pemakaman Khamenei, Pujian atau Ejekan untuk Arab Saudi?
Nokia Bangun Jaringan...
Nokia Bangun Jaringan Antidrone di Perbatasan Finlandia
Berita Terkini
Penyebaran Budaya LGBT...
Penyebaran Budaya LGBT Ancaman Negara Nonmiliter, Ada di Perpres yang Diteken Prabowo
Fenomena Korupsi di...
Fenomena Korupsi di Era Pemerintahan Prabowo Subianto
Mardiono Optimistis...
Mardiono Optimistis PPP NTB Bangkit dan Tembus Target Pemilu 2029
Hadapi Sidang Ijazah...
Hadapi Sidang Ijazah Jokowi, Dokter Tifa Galang Dana lewat Jual Buku
Tinggalkan Jabatan Kakorlantas,...
Tinggalkan Jabatan Kakorlantas, Irjen Pol Agus Suryonugroho Sampaikan Pesan Ini ke Penerusnya
TikTok PHK Massal Karyawan...
TikTok PHK Massal Karyawan Tokopedia, DPR Minta Satgas Mitigasi PHK Turun Tangan
Infografis
Kocak! Trump Terapkan...
Kocak! Trump Terapkan Tarif di Kepulauan Tak Dihuni Manusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved