Wamenag Minta Masjid Tak Hanya Jadi Tempat Ibadah Tapi Juga Pusat Pembinaan Umat
Selasa, 08 Juli 2025 - 16:13 WIB
loading...
A
A
A
Arsad mengungkapkan, masjid tidak boleh berjalan sendiri. Diperlukan sinergi multipihak dalam bentuk kolaborasi pentahelix, yaitu pemerintah, ormas, akademisi, pelaku usaha, dan media, untuk menjawab isu-isu sosial umat yang kompleks seperti perceraian, kemiskinan, dan pinjaman daring ilegal.
“Masjid harus menjadi bagian dari solusi. Maka kita tidak bisa lagi bekerja sektoral. Kita butuh integrasi data, sinergi kelembagaan, dan agenda bersama,” tegas Arsad.
Arsad menyebut, saat ini terdapat 695.244 masjid dan musala yang tersebar di seluruh Indonesia yang telah terdaftar pada aplikasi Sistem Informasi Masjid (SIMAS). Selain itu, terdapat 28.138 lembaga BKM yang bertanggung jawab atas pengelolaannya. Menurut Arsad, jumlah ini menjadi potensi besar untuk menggerakkan pembangunan berbasis komunitas.
Arsad mengungkapkan, hasil Saraloka perlu dituangkan dalam panduan program yang dapat diimplementasikan oleh BKM daerah sepanjang 2025. “Kita ingin hasilnya konkret, aplikatif, dan relevan. Bukan hanya sebagai dokumen, tapi sebagai acuan kerja yang berdampak,” jelasnya.
Arsad menyebut masjid bukan hanya tempat ibadah, tetapi simpul pembinaan sosial, budaya, dan keluarga. “Masjid yang berdaya akan menghasilkan umat yang kuat secara spiritual dan mandiri secara sosial,” ucapnya.
Tampak hadir Direktur Jenderal Politik dan Pemerintahan Umum Kementerian Dalam Negeri, Bahtiar, yang mewakili Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian; Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf, Waryono Abdul Ghafur; Ketua BP4 Pusat, Zahrotun Nihayah; dan perwakilan dari BP4, Badan Amil Zakat Nasional, Badan Wakaf Indonesia, hingga BPJS Ketenagakerjaan. Kegiatan itu juga menjadi ajang penandatanganan nota kesepahaman strategis antarlembaga.
“Masjid harus menjadi bagian dari solusi. Maka kita tidak bisa lagi bekerja sektoral. Kita butuh integrasi data, sinergi kelembagaan, dan agenda bersama,” tegas Arsad.
Arsad menyebut, saat ini terdapat 695.244 masjid dan musala yang tersebar di seluruh Indonesia yang telah terdaftar pada aplikasi Sistem Informasi Masjid (SIMAS). Selain itu, terdapat 28.138 lembaga BKM yang bertanggung jawab atas pengelolaannya. Menurut Arsad, jumlah ini menjadi potensi besar untuk menggerakkan pembangunan berbasis komunitas.
Arsad mengungkapkan, hasil Saraloka perlu dituangkan dalam panduan program yang dapat diimplementasikan oleh BKM daerah sepanjang 2025. “Kita ingin hasilnya konkret, aplikatif, dan relevan. Bukan hanya sebagai dokumen, tapi sebagai acuan kerja yang berdampak,” jelasnya.
Arsad menyebut masjid bukan hanya tempat ibadah, tetapi simpul pembinaan sosial, budaya, dan keluarga. “Masjid yang berdaya akan menghasilkan umat yang kuat secara spiritual dan mandiri secara sosial,” ucapnya.
Tampak hadir Direktur Jenderal Politik dan Pemerintahan Umum Kementerian Dalam Negeri, Bahtiar, yang mewakili Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian; Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf, Waryono Abdul Ghafur; Ketua BP4 Pusat, Zahrotun Nihayah; dan perwakilan dari BP4, Badan Amil Zakat Nasional, Badan Wakaf Indonesia, hingga BPJS Ketenagakerjaan. Kegiatan itu juga menjadi ajang penandatanganan nota kesepahaman strategis antarlembaga.
(cip)
Lihat Juga :