Wamenag Minta Masjid Tak Hanya Jadi Tempat Ibadah Tapi Juga Pusat Pembinaan Umat
Selasa, 08 Juli 2025 - 16:13 WIB
loading...
Wamenag Romo R Muhammad Syafi’I mengungkapkan, masjid harus menjadi pusat pembinaan umat yang holistik. Foto/SindoNews
A
A
A
JAKARTA - Wakil Menteri Agama (Wamenag) Romo R Muhammad Syafi’I mengungkapkan, masjid harus menjadi pusat pembinaan umat yang holistik, bukan hanya sebagai tempat ibadah ritual. Tetapi sebagai episentrum transformasi sosial, pendidikan, ekonomi, dan kebudayaan.
Hal itu disampaikan Wamenag saat membuka kegiatan Sarasehan Kemasjidan dan Lokakarya Nasional Badan Kesejahteraan Masjid (Saraloka BKM) di Jakarta pada , Senin, 7 Juli 2025 malam.
Acara tersebut merupakan bagian dari rangkaian Peaceful Muharam yang digelar Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama (Kemenag).
Baca juga: Wamenag: Masjid Fondasi Peradaban dan Pembinaan Umat
“Sejak masa Rasulullah hingga Khilafah Utsmaniyah, masjid adalah tempat pendidikan, pelayanan sosial, musyawarah, bahkan basis logistik perjuangan. Itu modal sosial yang sudah final,” tegasnya, Selasa (8/7/2025).
Wamenag mencontohkan Madinah sebagai model kota bercahaya (al-Munawwarah), karena mampu menyelaraskan keragaman suku, budaya, dan agama dalam satu sistem nilai ketuhanan. “Masjid adalah fondasi perubahan itu,” lanjutnya.
Wamenag juga mengajak seluruh pengelola masjid untuk menjawab kebutuhan umat secara nyata. “Kalau kita ingin generasi muda betah di masjid, siapkan kebutuhannya. Ada masjid yang punya klinik, perpustakaan, layanan zakat, bahkan beasiswa pendidikan. Itu baru menjawab zaman,” ujarnya.
Baca juga: Profil dan Riwayat Pendidikan Wamenag Romo Muhammad Syafii
Hal itu disampaikan Wamenag saat membuka kegiatan Sarasehan Kemasjidan dan Lokakarya Nasional Badan Kesejahteraan Masjid (Saraloka BKM) di Jakarta pada , Senin, 7 Juli 2025 malam.
Acara tersebut merupakan bagian dari rangkaian Peaceful Muharam yang digelar Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama (Kemenag).
Baca juga: Wamenag: Masjid Fondasi Peradaban dan Pembinaan Umat
“Sejak masa Rasulullah hingga Khilafah Utsmaniyah, masjid adalah tempat pendidikan, pelayanan sosial, musyawarah, bahkan basis logistik perjuangan. Itu modal sosial yang sudah final,” tegasnya, Selasa (8/7/2025).
Wamenag mencontohkan Madinah sebagai model kota bercahaya (al-Munawwarah), karena mampu menyelaraskan keragaman suku, budaya, dan agama dalam satu sistem nilai ketuhanan. “Masjid adalah fondasi perubahan itu,” lanjutnya.
Wamenag juga mengajak seluruh pengelola masjid untuk menjawab kebutuhan umat secara nyata. “Kalau kita ingin generasi muda betah di masjid, siapkan kebutuhannya. Ada masjid yang punya klinik, perpustakaan, layanan zakat, bahkan beasiswa pendidikan. Itu baru menjawab zaman,” ujarnya.
Baca juga: Profil dan Riwayat Pendidikan Wamenag Romo Muhammad Syafii
Lihat Juga :