Sandiaga Uno Kembangkan Gagasan UMKM di Forum Dunia
Sabtu, 05 Juli 2025 - 22:54 WIB
loading...
A
A
A
Meski demikian, para UMKM di Indonesia masih menghadapi kesenjangan digital dan akses teknologi. Karena itu, dia menggagas OK OCE, gerakan kewirausahaan yang kini telah memiliki lebih dari 600.000 anggota.
Para pelaku UMKM yang tergabung dengan OK OCE kian berkembang, bahkan mereka tengah menjalin kerja sama dengan mitra di Malaysia, Singapura, dan Amerika Serikat. “Apabila ingin melihat masa depan ASEAN, lihatlah ke akar rumput (UMKM),” ucap mantan Menparekraf ini.
Pemberdayaan UMKM harus dilakukan lewat literasi digital, sertifikasi halal, akses ke pembiayaan hijau, dan penetrasi ke pasar e-commerce.
Dia juga memaparkan peran INOTECH Foundation yang melatih pemuda desa di Indonesia dalam penggunaan artificial intelligence (AI) untuk sektor pertanian dan kelautan melalui program Desa Emas. Termasuk pengembangan teknologi yang menjadi kekuatan pemberdaya bagi keluarga, pemuda desa, dan pelaku usaha kecil.
Langkah ini menekankan tantangan seperti krisis iklim, kenaikan biaya hidup, dan ketahanan keluarga bukanlah isu masa depan melainkan persoalan nyata saat ini. "Karena itu, inovasi yang dihadirkan harus bersifat sirkular, hemat biaya, dan menyentuh masyarakat," ungkapnya.
Para pelaku UMKM yang tergabung dengan OK OCE kian berkembang, bahkan mereka tengah menjalin kerja sama dengan mitra di Malaysia, Singapura, dan Amerika Serikat. “Apabila ingin melihat masa depan ASEAN, lihatlah ke akar rumput (UMKM),” ucap mantan Menparekraf ini.
Pemberdayaan UMKM harus dilakukan lewat literasi digital, sertifikasi halal, akses ke pembiayaan hijau, dan penetrasi ke pasar e-commerce.
Dia juga memaparkan peran INOTECH Foundation yang melatih pemuda desa di Indonesia dalam penggunaan artificial intelligence (AI) untuk sektor pertanian dan kelautan melalui program Desa Emas. Termasuk pengembangan teknologi yang menjadi kekuatan pemberdaya bagi keluarga, pemuda desa, dan pelaku usaha kecil.
Langkah ini menekankan tantangan seperti krisis iklim, kenaikan biaya hidup, dan ketahanan keluarga bukanlah isu masa depan melainkan persoalan nyata saat ini. "Karena itu, inovasi yang dihadirkan harus bersifat sirkular, hemat biaya, dan menyentuh masyarakat," ungkapnya.
(jon)
Lihat Juga :