Ujian Kepercayaan Presiden

Rabu, 18 Juni 2025 - 10:26 WIB
loading...
Ujian Kepercayaan Presiden
Milki Amirus Sholeh, Peneliti Politika Research Consulting (PRC). Foto/Dok. SindoNews
A A A
Milki Amirus Sholeh
Peneliti Politika Research Consulting (PRC)

PERJALANAN awal kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto mendapat banyak tantangan. Terbaru kisruh tambang Nikel di Raja Ampat dan polemik empat pulau pindah dari kepemilikan Aceh menjadi pengelolaan Bersama dengan Sumatera Utara menjadi menjadi bahan pembicaraan di kantong-kantong pewacanaan media sosial.

Masyarakat tidak puas dengan pernyataan masing-masing menteri yang bertanggung jawab menjelaskannya yakni Kementerian Dalam Negeri dan Kementerian ESDM. Pengambilan alih masalah tambang Raja Ampat oleh Presiden Prabowo menegaskan dua hal. Pertama, soliditas atas visi misi presiden untuk mengamankan potensi sumber daya alam untuk Masyarakat bisa dipertanyakan.

Kedua, adanya informasi mendalam yang seolah terpisah (dipisahkan) dari detail pengetahuan presiden. Padahal sudah jelas, Indonesia salah satu negara dengan konstitusi yang mendeklarasikan diri sebagai negara kesejahteraan, menggunakan konstitusi ekonomi untuk mengimbangi ketiga pilar politik modern.

Pita informasi nampak hilang dan tidak sampai ke presiden. Tatanan Konstitusi ekonomi dirusak oleh kepemilikan eksplorasi di lokasi wisata populer mancanegara itu. Namun, menurut Charles A. Beard (2004), pembentukan sebuah konstitusi biasanya disertai dengan perselisihan tentang kepentingan ekonomi di antara para pendukung dan penentangnya. Perselisihan ini terjadi dalam paradigma ekonomi negara ideal.

Sumber daya alam akan berdampak buruk pada masyarakatnya jika tidak diolah dan ditangani dengan bijak. Pada 1993, Richard Auty pertama kali menggunakan istilah "Kutukan Sumber Daya Alam". Istilah ini digunakan untuk menggambarkan negara-negara yang kaya akan SDA tetapi tidak dapat meningkatkan ekonomi mereka.

Studi yang ditulis Daron Acemoglu dan James A Robinson tentang "Why Nations Fail" memberikan sindiran yang tepat untuk para pemimpin kita di masa lalu. Seperti yang dia katakan, elit negara hanya " just too happy to extract resources" sehingga negara gagal.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Bumi Eropa Membara,...
Bumi Eropa Membara, Dunia Memilih Bisu: Pelajaran dari Gelombang Panas yang Tak Lagi Anomali
Histeria Ojol dan Kerentanan...
Histeria Ojol dan Kerentanan Ekstrem Pekerja 'Gig Economy'
B50: Strategi Diplomasi...
B50: Strategi Diplomasi Sawit Berkelanjutan
Narkoba, Masa Depan...
Narkoba, Masa Depan Bangsa, dan Kerja Sama Internasional
Dari Cinta Menjadi Luka:...
Dari Cinta Menjadi Luka: Kekerasan Berpacaran Perspektif Psikologi
Pilihan Praperadilan...
Pilihan Praperadilan untuk Roy Suryo dan Sidang untuk dr Tifa dalam Polemik Ijazah Jokowi
3 Mantan Kapolda Jabar...
3 Mantan Kapolda Jabar yang Duduk di Kabinet Prabowo, 1 di Antaranya Wakapolri
Kebijakan Tambang RI...
Kebijakan Tambang RI Berubah-ubah, Investor China Mulai Alihkan Investasi Nikel ke Afrika
Bareskrim Batal Periksa...
Bareskrim Batal Periksa Ketua Kadin Sultra Hari Ini, Alasan Sakit
Rekomendasi
Vladimir Petkovic Melawan...
Vladimir Petkovic Melawan Mantan
Gapasdap: Penggunaan...
Gapasdap: Penggunaan B50 untuk Kapal Bebani Biaya Operasional Angkutan Penyeberangan
Menteri Israel Usulkan...
Menteri Israel Usulkan Rencana Relokasi Gaza yang Libatkan Mossad
Berita Terkini
Polisi Tetapkan 3 Mantan...
Polisi Tetapkan 3 Mantan Pejabat Pertamina Niaga dan Samin Tan Tersangka Jual Beli BBM
OTT di Kuansing, KPK...
OTT di Kuansing, KPK Minta Bupati dan Sekda Menyerahkan Diri
PDIP Nonaktifkan Anggota...
PDIP Nonaktifkan Anggota DPRD TTU Imbas Dugaan Intimidasi Dokter Icha
Pakar: Putusan Nadiem...
Pakar: Putusan Nadiem Makarim Buktikan Hukum Tidak Tebang Pilih
Survei Puspoll Indonesia:...
Survei Puspoll Indonesia: Lebih dari 80 Persen Masyarakat Dukung Pilkada Langsung
Polri Kini Punya 54...
Polri Kini Punya 54 Jenderal Baru pada 2026 usai Kapolri Berikan Kenaikan Pangkat
Infografis
8 Dubes Baru Dilantik...
8 Dubes Baru Dilantik Presiden Prabowo Subianto
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved