Bawaslu dan MK Diminta Usut Modus Baru di PSU Pilkada Bengkulu Selatan
Rabu, 07 Mei 2025 - 20:46 WIB
loading...
A
A
A
"Jangan kasih ruang penjahat demokrasi model ini, mesti dihukum berat. Dan karena ini lebih jahat dari politik uang, maka kubu yang melakukan layak didiskualifikasi," katanya.
Sebagai informasi, Cawabup Bengkulu Selatan Ii Sumirat menjadi korban rekayasa penangkapan pada malam pelaksanaan PSU Bengkulu Selatan, Jumat (18/4/2025), atau 9 jam sebelum pencoblosan. Mobil yang ditumpangi Ii Sumirat dibuntuti, diadang, dan digeledah oleh segerombolan orang. Sembari merekam video kejadian, mereka bertindak seolah-olah sebagai aparat penegak hukum.
Tidak hanya sekali, upaya penangkapan terjadi hingga tiga kali di lokasi berbeda serta berlangsung sampai pagi.
Hampir bersamaan dengan kejadian itu muncul narasi fitnah yang disebar masif di media sosial seperti Facebook dan WhatsApp, salah satunya, menyebut Ii Sumirat ditangkap polisi karena kasus korupsi. Narasi serupa terus diembuskan secara terorganisir hingga ke lokasi-lokasi TPS.
Paslon nomor 2 Suryatati-Ii Sumirat merasa dirugikan atas peristiwa tersebut. Mereka mengklaim banyak simpatisan yang tidak datang ke TPS atau mengalihkan dukungan ke paslon lain akibat termakan hoaks.
Sebagai informasi, Cawabup Bengkulu Selatan Ii Sumirat menjadi korban rekayasa penangkapan pada malam pelaksanaan PSU Bengkulu Selatan, Jumat (18/4/2025), atau 9 jam sebelum pencoblosan. Mobil yang ditumpangi Ii Sumirat dibuntuti, diadang, dan digeledah oleh segerombolan orang. Sembari merekam video kejadian, mereka bertindak seolah-olah sebagai aparat penegak hukum.
Tidak hanya sekali, upaya penangkapan terjadi hingga tiga kali di lokasi berbeda serta berlangsung sampai pagi.
Hampir bersamaan dengan kejadian itu muncul narasi fitnah yang disebar masif di media sosial seperti Facebook dan WhatsApp, salah satunya, menyebut Ii Sumirat ditangkap polisi karena kasus korupsi. Narasi serupa terus diembuskan secara terorganisir hingga ke lokasi-lokasi TPS.
Paslon nomor 2 Suryatati-Ii Sumirat merasa dirugikan atas peristiwa tersebut. Mereka mengklaim banyak simpatisan yang tidak datang ke TPS atau mengalihkan dukungan ke paslon lain akibat termakan hoaks.
(abd)
Lihat Juga :