Cegah Radikalisme, Pemerintah Diminta Gandeng Ormas Keagamaan
Senin, 07 September 2020 - 10:30 WIB
loading...
Wakil Ketua Pembina Pengurus Pusat Persatuan Tarbiyah Islamiyah (PP Perti) KH Anwar Sanusi. Foto/Istimewa
A
A
A
JAKARTA - Banyak kelompok masyarakat yang rentan terhadap "virus" radikalisme , bahkan penyebaran bibit radikalisme ini ada yang tanpa gejala.
Di saat marak gerakan bersama untuk melawan virus Covid-19 dengan mencari vaksin terbaik, bangsa ini tidak boleh lupa untuk melawan gejala radikalisme, baik yang tampak maupun tanpa gejala di tengah masyarakat.
Menurut Wakil Ketua Pembina Pengurus Pusat Persatuan Tarbiyah Islamiyah (PP Perti) KH Anwar Sanusi, pemerintah dapat menggandeng ormas keagamaan untuk menanggulangi penyebaran virus radikalisme.
Dia mengatakan, ormas dapat menyosialisasikan kepada masyarakat mengenai bahaya radikalisme dan terorisme. ”Kalau masalah khilafah itu kita sudah final. Sila-sila dalam Pancasila itu kalau kita mau obyektif, lima-limanya itu ada dalam Alquran. Jadi tanpa kita harus menyebut khilafah, tanpa kita harus menyebut dasar negara Islam, itu kan sudah jelas tercermin di Pancasila dan masyarakat harus dipahamkan tentang itu,” ujar KH Anwar Sanusi di Jakarta, Jumat 4 September 2020.(Baca juga: Pendaftaran Langgar Protokol Covid-19, Bamsoet: Pilkada Mulai Mengkhawatirkan )
Anwar menuturkan, hal tersebut sejalan dengan upaya Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) dalam melakukan pencegahan atau pengobatan untuk menangkal virus radikalisme.
Di saat marak gerakan bersama untuk melawan virus Covid-19 dengan mencari vaksin terbaik, bangsa ini tidak boleh lupa untuk melawan gejala radikalisme, baik yang tampak maupun tanpa gejala di tengah masyarakat.
Menurut Wakil Ketua Pembina Pengurus Pusat Persatuan Tarbiyah Islamiyah (PP Perti) KH Anwar Sanusi, pemerintah dapat menggandeng ormas keagamaan untuk menanggulangi penyebaran virus radikalisme.
Dia mengatakan, ormas dapat menyosialisasikan kepada masyarakat mengenai bahaya radikalisme dan terorisme. ”Kalau masalah khilafah itu kita sudah final. Sila-sila dalam Pancasila itu kalau kita mau obyektif, lima-limanya itu ada dalam Alquran. Jadi tanpa kita harus menyebut khilafah, tanpa kita harus menyebut dasar negara Islam, itu kan sudah jelas tercermin di Pancasila dan masyarakat harus dipahamkan tentang itu,” ujar KH Anwar Sanusi di Jakarta, Jumat 4 September 2020.(Baca juga: Pendaftaran Langgar Protokol Covid-19, Bamsoet: Pilkada Mulai Mengkhawatirkan )
Anwar menuturkan, hal tersebut sejalan dengan upaya Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) dalam melakukan pencegahan atau pengobatan untuk menangkal virus radikalisme.
Lihat Juga :