Komnas HAM: 7 September Tepat Dijadikan Hari Perlindungan Pembela HAM Indonesia

Senin, 07 September 2020 - 09:38 WIB
loading...
Komnas HAM: 7 September...
Suciwati, istri aktivis HAM Munir dalam peringatan 15 tahun terbunuhnya Munir di Kantor Kontras, Jakarta, tahun lalu. Foto/dok.SINDOnews.
A A A
JAKARTA - Hari ini tepat 16 tahun silam, aktivis Hak Asasi Manusia (HAM) Munir Thalib merenggang nyawa di atas pesawat Garuda Indonesia rute Jakarta-Amsterdam. Munir meninggal setelah diracun menggunakan senyawa arsenik

“Hari ini, tepat 7 September adalah hari duka bagi gagasan tata kelola negara berbasis HAM di Indonesia. Hari dibunuhnya Cak Munir dengan racun arsenik dalam perjalanan menempuh studi di Universitas Ultrecht, Belanda,” ujar Komisioner Komisi Nasional HAM ( Komnas HAM ) M Choirul Anam, Senin (7/9/2020).

(Baca: Komisioner Komnas HAM Ungkap Kelemahan Pelibatan TNI Atasi Terorisme)

Anam menerangkan, sepak terjang Munir tidak bisa dilepaskan dari isu hubungan sipil-militer dalam tata kelola negara demokratis berbasis HAM, yang menjadi salah satu basis agenda gerakan Reformasi 1998.

“Jika hubungan itu saat ini sesuai harapan, peristiwa Mapolsek Ciracas yang diserbu atau berbagai kasus kekerasan lain yang melibatkan hubungan sipil-militer tidak akan terjadi. Dan, negara kita akan memiliki militer yang tangguh dan lebih profesional dalam pertahanan negara,” tuturnya.

Menurut Anam, Munir dalam perjuangannya juga mendorong perlindungan bagi para pembela HAM. Munir melihat bagaimana kontribusi pembela HAM dalam berbagai usaha memperbaiki kondisi negara, termasuk membangun kesejahteraan.

Namun, usaha para pembela HAM itu tak sejalan dengan perlindungan yang diberikan oleh negara. “Tak sedikit dari mereka yang mendapatkan kekerasan, kriminalisasi, stigma atau perlakuan lain yang kejam. Pada posisi inilah Cak Munir dengan beberapa kolega mendirikan organisasi Imparsial,” papar Anam.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Membaca Penguatan Kelompok...
Membaca Penguatan Kelompok Rentan dalam Revisi UU HAM
Pigai Sebut Masyarakat...
Pigai Sebut Masyarakat Indonesia Belum Siap Terima LGBT
Soroti Kematian 5 Calon...
Soroti Kematian 5 Calon Manajer Kopdes, Pimpinan Komisi XIII DPR Dorong Komnas HAM Investigasi
Asfinawati: Ujaran Kebencian...
Asfinawati: Ujaran Kebencian dalam HAM Menyangkut Ras hingga Agama Bukan Orang per Orang
Komnas HAM Diminta Awasi...
Komnas HAM Diminta Awasi Dugaan Kriminalisasi dan Penahanan Sulaiman
DPR Sesalkan Anggaran...
DPR Sesalkan Anggaran Komnas HAM yang Substantif Hanya 6 Persen, Sisanya Administratif
Rekrutmen Penggerak...
Rekrutmen Penggerak HAM 2026 Resmi Diperpanjang, Daftar di Link Ini
Perlindungan Warga Sipil...
Perlindungan Warga Sipil Jadi Kunci Keberlanjutan Pembangunan Papua
Dari Jimmy Lai hingga...
Dari Jimmy Lai hingga Xinjiang, Isu HAM Tak Lagi Jadi Fokus Utama AS-China
Rekomendasi
60,5% Wilayah Indonesia...
60,5% Wilayah Indonesia Telah Memasuki Musim Kemarau
10 Danau Terjernih di...
10 Danau Terjernih di Dunia, Nomor 7 dari Indonesia
Jerman akan Beli 50.000...
Jerman akan Beli 50.000 Drone Serang untuk Ukraina
Berita Terkini
Profil Irjen Totok Suharyanto,...
Profil Irjen Totok Suharyanto, Kakortastipidkor Polri yang Ungkap Megakorupsi Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah
Tantangan Tata Kelola...
Tantangan Tata Kelola Pemerintahan Daerah dan Ketahanan Nasional
Tindak Lanjut Perpres...
Tindak Lanjut Perpres 111/2025, Kemenag Siapkan Materi Pendidikan Cegah Penyebaran LGBTQ
Kasus Febrie Adriansyah,...
Kasus Febrie Adriansyah, Pengamat: Sapu Kotor Tak Bisa Bersihkan Korupsi
Bakom Sangkal Febrie...
Bakom Sangkal Febrie Adriansyah Algojo Pemberantasan Korupsi di Kejagung
Telkomsat Gandeng UNIVITY...
Telkomsat Gandeng UNIVITY Perkuat Pemantauan Keamanan Nasional
Infografis
7 Perwira Tinggi Bareskrim...
7 Perwira Tinggi Bareskrim Dimutasi Kapolri pada September 2025
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved