Memastikan Kesinambungan Kebijakan

Senin, 28 April 2025 - 09:51 WIB
loading...
Memastikan Kesinambungan...
Hendarman - Analis Kebijakan Ahli Utama pada Kemendikbudristek/ Dosen Sekolah Pascasarjana Universitas Pakuan. Foto/Dok Pribadi
A A A
Hendarman
Analis Kebijakan Ahli Utama pada Kemendikdasmen/Dosen Sekolah Pascasarjana Universitas Pakuan Bogor

Munculnya kebijakan baru seringkali dipertanyakan publik. Dipertanyakan karena kebijakan baru seringkali dianggap tidak sepenuhnya baru tetapi sekadar mengganti label atau peristilahan. Dipertanyakan karena kebijakan baru secara langsung atau tidak, akan memengaruhi mereka yang menjadi target kebijakan serta lingkungan kebijakan. Suka atau tidak suka, target kebijakan harus segera mengubah kebiasaan atau pola pikir. Mungkin saja mereka baru memahami dengan baik tentang kebijakan sebelumnya, tetapi mendadak harus berubah 180 derajat. Pola pikir yang sudah terbentuk akibat tuntutan kebijakan sebelumnya mau tidak mau disesuaikan dengan tuntutan kebijakan yang baru.

Perubahan terhadap kebijakan sebenarnya bukan sesuatu yang dilarang atau menjadi sebuah hal yang “taboo”. Perubahan tersebut umumnya karena ada alasan atau filosofi spesifik yang melatarbelakanginya. Sering tidak dipahami publik terutama target kebijakan, bahwa tidak ada sebuah kebijakan yang sifatnya statis dan stagnan. Tidak juga ada sebuah kebijakan yang telah ditetapkan akan berlaku selamanya seumur hidup.

Juga harus disadari bahwa perubahan terjadi karena lingkungan kebijakan berubah secara dinamis dari waktu ke waktu. Paling tidak terdapat dua kondisi lingkungan yang memengaruhi perubahan kebijakan. Pertama, lingkungan internal (internal environment). Kedua, lingkungan eksternal (external environment). Yang umumnya sering dilupakan pembuat kebijakan adalah dampak perubahan kebijakan tersebut. Pembuat kebijakan mungkin menganggap bahwa dampak yang timbul sudah merupakan sebuah konsekuensi logis bagi target kebijakan.

Beberapa teori dan pendapat mengatakan bahwa perubahan dapat menimbulkan dampak baik yang dikehendaki (intended-impact) maupun tidak dikehendaki (unintended-impact). Dampak yang dikehendaki diasumsikan tidak banyak menimbulkan kegaduhan baik bagi pembuat kebijakan maupun target kebijakan. Sebaliknya dampak yang tidak dikehendaki ditengarai memberikan konsekuensi terhadap ketersediaan anggaran, waktu maupun sumber daya manusianya. Yang pasti, perubahan kebijakan secara normatif berdampak terhadap potensi timbulnya masalah-masalah. Masalah-masalah ini mengharuskan pembuat kebijakan atau pihak yang terkait dengan kebijakan dimaksud memikirkan langkah antisipasi atau upaya pemecahannya.

Kesinambungan Kebijakan
Kebijakan yang ditetapkan dan diimplementasikan tentu saja harus mempertimbangkan umpan balik dari target atau pengguna kebijakan tersebut (Mettler dan SoRelle, 2017). Perubahan tersebut secara tidak langsung juga termasuk dalam bentuk perubahan politik dan tingkat kepercayaan (Kumlin et al., 2018).
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
AHY Ingatkan Kader Demokrat...
AHY Ingatkan Kader Demokrat Hasilkan Kebijakan yang Berpihak kepada Rakyat
Jabat Ketum DPP Pemuda...
Jabat Ketum DPP Pemuda Lira, Sultoni: Dukung Kebijakan Prorakyat, tapi Tetap Kritis
Kebijakan Berdasarkan...
Kebijakan Berdasarkan Kebutuhan (Siapa)?
JK Sampaikan Rekomendasi...
JK Sampaikan Rekomendasi Aktivis hingga Akademisi Terkait Kebijakan Pemerintah ke Prabowo
BSKDN Kemendagri Terapkan...
BSKDN Kemendagri Terapkan Rasch Model untuk Memperkuat Kualitas Kebijakan
Kebijakan Jangan Menimbulkan...
Kebijakan Jangan Menimbulkan Kegaduhan
Jaga Stabilitas, Relawan...
Jaga Stabilitas, Relawan Prabowo-Gibran Jabar Komitmen Kawal Kebijakan Pemerintah
8 Kebijakan Baru Pemerintah...
8 Kebijakan Baru Pemerintah Hadapi Tekanan Global! WFH hingga MBG
Cegah Efek Bahaya Uap...
Cegah Efek Bahaya Uap BBM, Pemilik SPBU Diminta Berikan APD Khusus ke Pekerja
Rekomendasi
Kerugian Akibat Kejahatan...
Kerugian Akibat Kejahatan Siber Capai Rp9,1 Triliun, Indodax Ajak Verifikasi Kontak Resmi
Gegara Ledakan AI, Industri...
Gegara Ledakan AI, Industri Cip Rp27.000 Triliun Jadi Medan Perang AS-China
Setelah 18 Tahun Dee...
Setelah 18 Tahun Dee Lestari Akhirnya Rilis Album Lagi, Mendiang Suami Jadi Alasan
Berita Terkini
Prabowo: Makan Masalah...
Prabowo: Makan Masalah Sakral, Tidak Boleh Jadi Sarana Korupsi
Sidang Gugatan PLK,...
Sidang Gugatan PLK, Saksi Sebut Organisasi Penerus HCL Tak Punya Dasar Hukum
Kronologi Wamen Imipas...
Kronologi Wamen Imipas Silmy Karim Serahkan Diri ke KPK
Presiden Prabowo Bakal...
Presiden Prabowo Bakal Terima Surat Kepercayaan 17 Dubes Negara Sahabat Pekan Ini
Hari Ini Noel Divonis...
Hari Ini Noel Divonis terkait Kasus Dugaan Pemerasan Sertifikasi K3
Geledah Rumah Silmy...
Geledah Rumah Silmy Karim, KPK Segel Mobil Mewah
Infografis
Pakar Ingatkan Omongan...
Pakar Ingatkan Omongan Jokowi, Kebijakan Jangan Dikriminalisasi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved