Pope Francis dan Dialog Antaragama untuk Perdamaian

Minggu, 27 April 2025 - 11:31 WIB
loading...
A A A
Dalam dunia yang semakin saling berhubungan, namun terpolarisasi secara tajam, konsep persaudaraan manusia (human fraternity) tidak pernah lebih kritis. Konsep ini, yang secara luas mengacu pada persahabatan dan dukungan di antara manusia, yang secara niscaya sangat dibutuhkan di masa ujian ini.

Dunia dewasa ini sedang dirusak oleh tantangan mendesak: mulai dari ketahanan pangan hingga perubahan iklim, pandemi global, perang dagang global, masalah pengungsi dan migrasi, dan meningkatnya konflik antar negara bagian dan komunal. Alih-alih bekerja sama untuk mengatasi tantangan ini, pemangku kepentingan dunia – pemerintah, organisasi masyarakat sipil, dan komunitas bisnis – sering terlibat dalam konflik tentang politik atau sumber daya ekonomi. Sebagai satu akibat, populasi dunia hidup dengan ketidakpastian.

Karenanya, persaudaraan manusia bisa menjadi obat mujarab untuk konflik-konflik ini. Hanya melalui kerangka persahabatan dan dukungan di antara manusia, para pemangku kepentingan dunia dapat bekerja sama dalam memecahkan tantangan yang meningkat. Konsep ini menciptakan lingkungan yang positif bagi para pemangku kepentingan dunia untuk bekerja sama dengan cara yang setara dan transparan, untuk berbagi rasa saling menghormati, dan untuk membuka jalan bagi dunia yang lebih baik.

Paus Fransiskus telah mendefinisikan kembali semangat dialog antaragama dengan rasa kerendahan hati dan keberanian yang mendalam. Dia melihat dalam setiap tradisi iman keinginan yang tulus untuk perdamaian dan kebaikan, dan dia mengundang semua orang untuk berjalan bersama dalam persahabatan.

Fransiskus percaya bahwa dialog otentik dimulai bukan dengan debat, tetapi dengan kesediaan untuk mendengarkan dengan hati terbuka. Dia sering mengingatkan kita bahwa membangun jembatan lintas agama adalah kewajiban moral di saat meningkatnya intoleransi.

Sementara beberapa orang khawatir bahwa keterbukaannya dapat mengaburkan batas-batas agama, Fransiskus menunjukkan bahwa iman sejati diperkuat, bukan dilemahkan, dengan menjangkau. Warisannya akan dikenang sebagai panggilan untuk melihat kemanusiaan satu sama lain, melampaui keyakinan dan batas.

Sebagai kesimpulan, Paus Fransiskus telah mencetak lanskap Dialog Antar-Iman, menjadikannya salah satu figur yang menentukan kepausannya. Sejak awal kepemimpinannya, ia telah mendekati dialog dengan kerendahan hati, keterbukaan, dan rasa hormat yang mendalam terhadap martabat semua tradisi kepercayaan.

Dia melihat keterlibatan antara-iman tidak hanya sebagai diplomasi tetapi juga sebagai arena pertemuan sejati antara orang-orang yang mencari perdamaian, keadilan, dan kebaikan bersama untuk dunia yang terpolarisasi. Semoga legacy Pope Francis kita bisa lanjutkan untuk dunia yang lebih damai. RIP Pope Francis.
(poe)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
TNI di Kejaksaan: Antara...
TNI di Kejaksaan: Antara Persepsi Backing, Kepastian Hukum, dan Konsolidasi Negara
Meraih Hak Pemajakan...
Meraih Hak Pemajakan Indonesia melalui Implementasi PPh Digital Asing yang Sederhana
Membaca Arah Baru Fleksibilitas...
Membaca Arah Baru Fleksibilitas Fiskal Indonesia
Indonesia Menggugat:...
Indonesia Menggugat: Perlawanan Dokter Tifa dalam Sidang Kasus Dugaan Ijazah Palsu Joko Widodo
Membaca Penguatan Kelompok...
Membaca Penguatan Kelompok Rentan dalam Revisi UU HAM
NU, Antara Tradisi Pesantren,...
NU, Antara Tradisi Pesantren, Profesionalisme Organisasi, dan Kemandirian Ekonomi
Kunjungan PM India ke...
Kunjungan PM India ke Indonesia Jadi Momentum Perkuat Dialog Perlindungan Minoritas
7 Pemakaman Pemimpin...
7 Pemakaman Pemimpin Dunia yang Dihadiri Kepala Negara Terbanyak, Nomor 1 Pecahkan Rekor Dunia
Stafsus Menag Bertemu...
Stafsus Menag Bertemu Pengurus Rumah Doa Methodis Injili Jemaat Filadelfia Bandung
Rekomendasi
Datang Melayat, Bedu...
Datang Melayat, Bedu Ungkap Kenangan Terakhir Bersama Temon
Media Norwegia Pertanyakan...
Media Norwegia Pertanyakan Gol Inggris, Sebut Berpotensi Jadi Skandal Wasit Terbesar
Pemain Kolombia Jaminton...
Pemain Kolombia Jaminton Campaz Diancam Dibunuh Usai Tersingkir dari Piala Dunia 2026
Berita Terkini
Mahfud MD Soroti Pengalihan...
Mahfud MD Soroti Pengalihan Penyidikan Febrie Adriansyah ke Kejaksaan: Banyak yang Terkecoh
Febrie Adriansyah Dicegah...
Febrie Adriansyah Dicegah ke Luar Negeri
Baleg DPR Sangkal Kabar...
Baleg DPR Sangkal Kabar RUU Perampasan Aset Dicoret dari Prolegnas Prioritas 2026
Saatnya Koperasi Naik...
Saatnya Koperasi Naik Kelas
Momen Kapolri dan Jaksa...
Momen Kapolri dan Jaksa Agung Foto Bareng Menko Polkam, Panglima TNI, serta Kepala BIN
Prabowo: Yang Merasa...
Prabowo: Yang Merasa Indonesia Suram, Silakan kalau Mau Cari Negara Lain
Infografis
Bagher Ghalibaf, Negosiator...
Bagher Ghalibaf, Negosiator Iran dan Tangan Kanan Mojtaba yang Mampu Tundukkan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved