Strategi Baru Kekuasaan: dari Brainwashing ke Emotional Hijacking?

Kamis, 17 April 2025 - 15:41 WIB
loading...
A A A
Kedua negara berhasil menekan gejolak sosial melalui manipulasi emosional, bukan represi fisik. Namun harga yang dibayar tidak kecil: meningkatnya depresi diam-diam, apatisme politik, dan keterputusan batin warga dari realitas dan masa depan. Rakyat tampak tenang, tapi sesungguhnya lelah dan kehilangan orientasi.

Strategi ini menciptakan kesan bahwa semua baik-baik saja, padahal sesungguhnya yang terjadi adalah penumpukan tekanan emosional yang tak tersalurkan.

Di Indonesia, model emotional governance mungkin belum seformal China atau seintens Rusia, tetapi jejaknya mulai terlihat jelas.

Bukan lewat sistem kredit sosial atau siaran televisi penuh propaganda, melainkan melalui kombinasi algoritma media sosial, retorika penguasa, dan banjir konten yang menyentuh sisi emosional rakyat: rasa takut, bangga, atau pasrah.

Narasi "kita miskin tapi bahagia", "semua negara sedang sulit", atau "yang penting aman dan stabil" menjadi alat kendali psikologis yang menumpulkan pertanyaan kritis.

Pemerintah tidak melarang suara rakyat secara langsung, tetapi menciptakan atmosfer emosional di mana bertanya terasa sia-sia, marah terasa lelah, dan diam menjadi pilihan yang dianggap waras.

Ini bukan represi, tapi pengkondisian emosional. Perlahan, nalar publik dikerdilkan bukan dengan ancaman, melainkan dengan rasa nyaman yang dikontrol.

Tidak usah heran jika hari ini rakyat tampak tenang, bukan karena tidak ada yang salah, melainkan karena terlalu banyak yang harus dihadapi hingga marah pun kehilangan bentuknya.

Kita tidak sedang baik-baik saja. Kita sedang dikelola agar merasa cukup, bahkan saat keadilan tak kunjung datang. Inilah titik paling gawat dalam sejarah sebuah bangsa, ketika sistem berhenti membangun kesadaran, dan justru menumpulkan daya kritis dengan mengatur rasa.

Demokrasi pun perlahan mati, bukan karena tembakan senjata, tapi karena masyarakatnya tidak lagi peduli untuk bertanya.

Hemat saya, kita harus siap siap untuk memiliki rakyat yang tidak lagi peduli. Mungkin saja, meski saya tak berharap, tak peduli lagi pada mau jadi apa bangsa ini di masa depan.
(shf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Audit Media Sosial:...
Audit Media Sosial: Langkah Penting yang Sering Kita Lupakan
Kembangkan Kompetensi...
Kembangkan Kompetensi di Era Digital, UI Publishing Terbitkan Buku Digital Social Work untuk Afrika-Asia
Said Didu ke Presiden...
Said Didu ke Presiden Prabowo: Kawan Bapak Tuh Ada di Luar, Bukan di Dalam
Denny JA Soroti Kerusuhan...
Denny JA Soroti Kerusuhan Agustus 2025 dalam Perspektif Kelas Rentan Digital
Menkomdigi Ajak Generasi...
Menkomdigi Ajak Generasi Muda Jadi Duta Internet Sehat dan Lawan Kejahatan Digital
Fenomena Hijrah Digital...
Fenomena Hijrah Digital dan Influencer Agama Harus Diiringi Kedalaman Ilmu
Fitnah Kekuasaan: Bahaya...
Fitnah Kekuasaan: Bahaya Jabatan, Mengejar Dunia yang Tiada Akhir
Workshop di Makassar,...
Workshop di Makassar, Tri Tito Karnavian Ingatkan Orang Tua Wajib Hadir dalam Aktivitas Digital Anak
Menutup Kesenjangan...
Menutup Kesenjangan Komunikasi Talenta Indonesia untuk Genjot Kinerja Bisnis di Era AI
Rekomendasi
Mobil Listrik Denza...
Mobil Listrik Denza Dipajang di Pameran Seni ArtMoments 2026, Ada Apa?
Begini Respons Pihak...
Begini Respons Pihak Ruben Onsu Usai Giorgio Antonio Beri Klarifikasi di Medsos
Iran Tak Punya Rencana...
Iran Tak Punya Rencana Negosiasi dan akan Terus Balas Serangan AS
Berita Terkini
Hari Ini, Tersangka...
Hari Ini, Tersangka Don Ritto dan Barang Bukti Dilimpahkan ke Kejagung
Hendardi Beberkan 3...
Hendardi Beberkan 3 Kejanggalan Penanganan Kasus Febrie Adriansyah oleh Kejagung: Keberanian KPK Sedang Diuji
3 Brigjen Pol Dimutasi...
3 Brigjen Pol Dimutasi Kapolri ke Divkum Polri pada Juni 2026, Ini Daftar Namanya
M Jasin Dorong KPK Ambil...
M Jasin Dorong KPK Ambil Alih Kasus Febrie Andriansyah: Jangan Ewuh Pakewuh
Kasus Eks Jampidsus...
Kasus Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Diyakini Terus Berkembang, Eks Penyidik KPK: Ikuti Aliran Uangnya
BNPB: Karhutla Landa...
BNPB: Karhutla Landa Tiga Daerah, Terparah di Banjarbaru Kalsel
Infografis
Siapa John Ternus, Bos...
Siapa John Ternus, Bos Baru Apple Pengganti Tim Cook?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved