PDIP Ajak Semua Pihak Bangun Optimisme dan Perkuat Dialog Papua

Sabtu, 14 Maret 2020 - 07:10 WIB
PDIP Ajak Semua Pihak...
PDIP Ajak Semua Pihak Bangun Optimisme dan Perkuat Dialog Papua
A A A
PAPUA - Sekjen DPP PDIP, Hasto Kristiyanto mengajak semua pihak agar membangun optimisme dan perkuat dialog di Papua. Hasto merasa yakin, Papua terus bergerak maju dan berkembang. Untuk itu, sumber daya alam yang terkandung di Papua harus diimbangi dengan pembangunan manusia.

"Papua adalah saudara sebangsa kita, saudara senasib sepenanggungan. PDIP melihat dengan optimistis masa depan Papua," kata Hasto saat membuka Rakerda I DPD PDIP Papua, di Sentani, Kabupaten Jayapura, Papua, Jumat (13/3/2020).

Hasto melihat, syarat untuk memajukan provinsi paling timur Indonesia itu adalah dengan pembangunan kemanusiaan. Dalam hal ini, sektor kesehatan dan pendidikan menjadi syarat mutlak. (Baca juga: Megawati Bagikan Jaket Hoodie ke Kader PDIP Papua )

"Pendidikan harus menjadi skala prioritas di Papua. Memajukan kesejahteraan umum harus dilakukan dengan mencerdaskan kehidupan bangsa. Hal itu dilakukan menaruh perhatian yang begitu besar pada pendidikan, kesehatan masyarakat, pemberian makanan bergizi bagi Ibu-ibu hamil, dan berbagai upaya lainnya," tuturnya.

Hasto menegaskan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri telah memberikan perhatian khusus bagi masa depan Papua yang damai, tentram, melalui berbagai bentuk pemberdayaan masyarakat melalui pendekatan sosiologis dan kebudayaan.

Menurut Hasto, Megawati sangat menaruh perhatian besar terhadap kebudayaan Papua. Karena itu, kata dia, kebudayaan ini harus menjadi kebanggaan, identitas, dan boleh tidak boleh diganti dengan berbagai budaya asing.

"Setiap kader PDIP harus memperlakukan setiap warga bangsa sederajat, tidak ada diskriminasi dengan alasan apa pun karena sila Persatuan Indonesia yang intinya adalah kebangsaan menegaskan setiap warga negara adalah sama," kata Hasto mengutip pesan Mega.

"Tidak kenal lelah dalam mendidik rakyat Indonesia khususnya masyarakat Papua. Itu tanggung jawab kekaderan, tanggung jawab kemanusiaaan," lanjut Hasto.

Dia menegaskan, PDIP tidak pernah membedakan seorang berdasar suku, agama, etnis, status sosial, dan lainnnya. "Semua sama bagi PDIP. Pesan kebudayaan harus dijalankan bagi kita semua," ucapnya.

Dia mengenang saat masa-masa sulit di era Orde Baru, Megawati datang ke Papua untuk melakukan konsolidasi. Saat itu, Megawati ingin melakukan komunikasi politik dengan masyarakat Papua. Selain itu, Megawati ingin menegakkan demokrasi di Bumi Cenderawasih.

"Ketika Mama Mega datang ke Papua, ketika pemerintahan di bawah rezim Orde Baru ternyata komunikasi politik itu berjalan dengan baik, sehingga ribuan orang datang turun dari gunung untuk bertemu dengan Putri Proklamator RI Soekarno dalam menegakkan demokrasi," katanya.

Karena itu, dia mengajak kader PDIP untuk bergotong royong membangun optimisme terhadap masa depan Papua. Menurut dia, pembangunan yang dilakukan harus mengedepankan dialog. Bukan pendekatan kekuasaan. Terlebih lagi penyalahgunaan kekuasaan.

"Arahan Bu Mega jelas, seluruh kader harus mengedepankan dialog, kemudian membangun optimisme dengan mengedepankan nilai-nilai kemanusiaan," terang Hasto.

Sekali lagi, ia menegaskan Megawati Soekarnoputri maupun Presiden Jokowi menaruh perhatian khusus kepada Papua, karena ini menjadi bagian jalan kebudayaan untuk membangun martabat dan juga kemajuan masyarakat.

"Selain dengan mengedepankan aspek-aspek sosiologis, pendekatan dialog, tetapi juga harus memastikan keamanan dapat tercipta dengan baik melalui partisipasi seluruh masyarakat Papua ini," pungkas Hasto.
(kri)
Berita Terkait
PDIP Papua Minta Pelaku...
PDIP Papua Minta Pelaku Pembakaran Bendara Partai Ditangkap
Jadi Partai Modern,...
Jadi Partai Modern, PDIP Dinilai Tak Tinggalkan Elan Kerakyatan
Aturan Keluarga Satu...
Aturan Keluarga Satu Partai Dinilai Beri Dampak Positif bagi PDIP
Hasto Tuding Isu Konflik...
Hasto Tuding Isu Konflik Ganjar-Puan Upaya Memecah Belah PDIP
PDIP Akan Ekspose Prestasi...
PDIP Akan Ekspose Prestasi Kepemimpinan 3 Pilar Partai ke Publik
Hasto: Potensi Konflik...
Hasto: Potensi Konflik dalam Pemilu Dimulai Sejak Liberalisasi Sistem Politik
Berita Terkini
Pangdivif 2 Kostrad...
Pangdivif 2 Kostrad Mayjen TNI Primadi Pimpin Sertijab Jabatan Strategis, Ini Namanya
Tarian Tradisional Sambut...
Tarian Tradisional Sambut Kedatangan Presiden Jerman Steinmeier di Halim
Kasus Kuota Haji, KPK...
Kasus Kuota Haji, KPK Panggil Bos Maktour Hari Ini
Presiden Jerman Steinmeier...
Presiden Jerman Steinmeier Tiba di Indonesia, Berikut Agenda Lengkapnya
Nama Dirjen Bea Cukai...
Nama Dirjen Bea Cukai Disebut di Persidangan, Siapa Layak Jadi Penggantinya?
TB Hasanuddin Kritik...
TB Hasanuddin Kritik Pelibatan Komcad dalam Pengamanan Demo Mahasiswa: Berpotensi Picu Konflik Horizontal
Infografis
Sniper Udara Paling...
'Sniper Udara' Paling Ditakuti Dunia Perkuat Pertahanan Udara Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved