BNN Petakan Pintu Masuk Narkoba Jaringan Internasional, Sahroni: Kolaborasi Pengawasan Wajib Ditingkatkan
Jum'at, 07 Maret 2025 - 20:21 WIB
loading...
Wakil Ketua Komisi III DPR Ahmad Sahroni meminta BNN tidak bekerja sendiri dalam memberantas narkoba. Foto/Dok SindoNews
A
A
A
JAKARTA - Badan Narkotika Nasional (BNN) memetakan pintu masuk narkoba jaringan internasional di Indonesia. Kepala BNN Mathinus Hukom mengungkapkan bahwa Indonesia memiliki garis pantai kurang lebih 108.000 kilometer dan 17.504 pulau.
Khusus di Kepulauan Bangka Belitung, memiliki 570 pulau kecil yang sangat terbuka dengan masuknya narkoba dari luar negeri. Kartel-kartel narkoba ini disebut memanfaatkan pintu-pintu masuk di wilayah perbatasan dan memanfaatkan kapal-kapal nelayan dengan tonase yang besar.
Menanggapi itu, Wakil Ketua Komisi III DPR Ahmad Sahroni meminta BNN tidak bekerja sendiri dalam memberantas narkoba. Menurut dia, luasnya wilayah perbatasan mengharuskan BNN untuk melakukan berkolaborasi pemberantasan.
Baca juga: Polisi Bongkar Praktik Prostitusi Internasional di Bali Dikendalikan Warga Rusia
“Bentang wilayah negara kita ini sangat luas, perbatasan udara maupun lautnya terlalu banyak. Jadi penyelundupan narkoba ini bisa datang dari mana saja,” kata politikus Partai Nasdem ini dalam keterangannya, Jumat (7/3/2025).
Makanya, kata Sahroni, Komisi III DPR meminta pemberantasan narkoba ini menjadi ajang kolaborasi seluruh mitra lintas komisi. Karena, lanjut dia, tak mungkin kalau hanya BNN, banyak keterbatasan.
Khusus di Kepulauan Bangka Belitung, memiliki 570 pulau kecil yang sangat terbuka dengan masuknya narkoba dari luar negeri. Kartel-kartel narkoba ini disebut memanfaatkan pintu-pintu masuk di wilayah perbatasan dan memanfaatkan kapal-kapal nelayan dengan tonase yang besar.
Menanggapi itu, Wakil Ketua Komisi III DPR Ahmad Sahroni meminta BNN tidak bekerja sendiri dalam memberantas narkoba. Menurut dia, luasnya wilayah perbatasan mengharuskan BNN untuk melakukan berkolaborasi pemberantasan.
Baca juga: Polisi Bongkar Praktik Prostitusi Internasional di Bali Dikendalikan Warga Rusia
“Bentang wilayah negara kita ini sangat luas, perbatasan udara maupun lautnya terlalu banyak. Jadi penyelundupan narkoba ini bisa datang dari mana saja,” kata politikus Partai Nasdem ini dalam keterangannya, Jumat (7/3/2025).
Makanya, kata Sahroni, Komisi III DPR meminta pemberantasan narkoba ini menjadi ajang kolaborasi seluruh mitra lintas komisi. Karena, lanjut dia, tak mungkin kalau hanya BNN, banyak keterbatasan.
Lihat Juga :