PAN Reformasi Butuh Tokoh yang Punya Kekuatan Finansial dan Massa
Jum'at, 04 September 2020 - 08:12 WIB
loading...
Pengamat politik Ujang Komarudin. Foto/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Loyalis Amien Rais mengklaim banyak kader Partai Amanat Nasional (PAN) yang ingin bergabung dengan PAN Reformasi yang akan di-launching Desember 2020 ini. Klaim tersebut bisa jadi benar.
"Namun kan yang akan bergabung itu harus punya kekuatan. Baik dalam finansial maupun kekuatan massa," kata Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR) Ujang Komarudin saat dihubungi SINDOnews, Jumat (4/9/2020).
(Baca juga: Loyalis Amien Rais Sebut Banyak yang Ingin Gabung PAN Reformasi ).
Ujang menganggap, jika banyak yang bergabung namun lemah secara finansial dan tak memiliki massa juga percuma. Karena, bagaimana pun partai baru butuh kekuatan pendanaan yang cukup besar.
(Baca juga: Sebut Sudah Tidak di PAN, Amien Rais: Saya Dikeluarkan Anak Buah karena Tidak Setuju Gabung Rezim ).
Di sisi lain, lanjut dia, PAN Reformasi juga butuh dukungan massa yang riil dan banyak. Menurut analis politik asal Universitas Al Azhar Indonesia ini, jika ingin PAN Reformasi besar dan kuat, yang bergabung itu bukan sekadar figur atau tokoh biasa. Tapi, yang bisa menjadi penyandang dana dan nama.
"Namun karena partai baru dan itu pun baru akan didirikan dalam waktu dekat sepertinya akan merekrut siapa pun. Karena, partai baru butuh dukungan dari banyak pihak, baik tokoh maupun rakyat biasa," ujarnya.
"Namun kan yang akan bergabung itu harus punya kekuatan. Baik dalam finansial maupun kekuatan massa," kata Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR) Ujang Komarudin saat dihubungi SINDOnews, Jumat (4/9/2020).
(Baca juga: Loyalis Amien Rais Sebut Banyak yang Ingin Gabung PAN Reformasi ).
Ujang menganggap, jika banyak yang bergabung namun lemah secara finansial dan tak memiliki massa juga percuma. Karena, bagaimana pun partai baru butuh kekuatan pendanaan yang cukup besar.
(Baca juga: Sebut Sudah Tidak di PAN, Amien Rais: Saya Dikeluarkan Anak Buah karena Tidak Setuju Gabung Rezim ).
Di sisi lain, lanjut dia, PAN Reformasi juga butuh dukungan massa yang riil dan banyak. Menurut analis politik asal Universitas Al Azhar Indonesia ini, jika ingin PAN Reformasi besar dan kuat, yang bergabung itu bukan sekadar figur atau tokoh biasa. Tapi, yang bisa menjadi penyandang dana dan nama.
"Namun karena partai baru dan itu pun baru akan didirikan dalam waktu dekat sepertinya akan merekrut siapa pun. Karena, partai baru butuh dukungan dari banyak pihak, baik tokoh maupun rakyat biasa," ujarnya.
(zik)
Lihat Juga :