Membanggakan, Delegasi Indonesia Raih Best Delegate AWMUN 2025 di Malaysia
Sabtu, 22 Februari 2025 - 19:59 WIB
loading...
Kenzio Muhammad Raharjo (kedua dari kiri) berhasil meraih penghargaan Best Delegate atau penghargaan tertinggi dalam AWMUN 2025 yang digelar di Kuala Lumpur, Malaysia. Foto/Dok. SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Remaja Indonesia kembali menorehkan prestasi membanggakan di kancah internasional. Adalah pelajar berusia 12 tahun, Kenzio Muhammad Raharjo, berhasil meraih penghargaan Best Delegate atau penghargaan tertinggi dalam Asia World Model United Nations (AWMUN). Sebuah forum bergengsi yang mempertemukan delegasi muda dari berbagai negara untuk mensimulasikan sidang PBB .
AWMUN merupakan salah satu konferensi Model United Nations terbesar di Asia yang mempertemukan delegasi dari berbagai negara untuk mendiskusikan isu-isu global. Setiap tahun, ratusan peserta berpartisipasi dalam berbagai simulasi dewan PBB, seperti UNICEF, UNDP, WHO, dan UNESCO. Tahun ini, AWMUN X 2025 diselenggarakan di Kuala Lumpur, Malaysia 14-17 Februari 2025. Baca juga: Kemenag: Program MEQR Berhasil Wujudkan Pendidikan Berkualitas di Madrasah
Dalam konferensi ini, Kenzio membahas terkait pendidikan inklusif dan berkualitas bagi semua anak di dunia. Dengan analisis tajam, ia mampu mengidentifikasi berbagai tantangan dalam sistem pendidikan global, seperti ketimpangan akses, kesenjangan teknologi, serta kurangnya pelatihan bagi tenaga pendidik.
Tidak hanya itu, Kenzio juga mengajukan berbagai solusi inovatif. Seperti penggunaan Public-Private Partnership (PPP) untuk mendukung pendanaan pendidikan tanpa ketergantungan pada bantuan luar negeri. Kemudian menekankan pentingnya infrastruktur digital seperti akses internet dan listrik untuk mendukung program pendidikan berbasis teknologi.
Keberhasilannya dalam memimpin diskusi dan membangun argumentasi yang kuat menjadikannya salah satu delegasi paling berpengaruh di dewan UNICEF. Dengan strategi diplomasi yang matang, Kenzio berhasil membentuk koalisi dengan delegasi lain dan meyakinkan forum akan urgensi solusi yang ia usulkan.
“Pendidikan bukan hanya hak, tetapi juga investasi bagi masa depan. Anak-anak yang mendapatkan pendidikan berkualitas akan menjadi generasi yang mampu membangun dunia yang lebih baik,” kata Kenzio usai menerima penghargaan.
AWMUN 2025 diikuti ratusan peserta dari berbagai negara, yang terdiri dari pelajar dan mahasiswa yang tertarik dengan dunia diplomasi, hubungan internasional, dan kebijakan global. Setiap peserta berperan sebagai delegasi negara dalam simulasi sidang PBB, di mana mereka berdebat, merumuskan resolusi, serta melakukan negosiasi untuk mencapai solusi bersama.
AWMUN merupakan salah satu konferensi Model United Nations terbesar di Asia yang mempertemukan delegasi dari berbagai negara untuk mendiskusikan isu-isu global. Setiap tahun, ratusan peserta berpartisipasi dalam berbagai simulasi dewan PBB, seperti UNICEF, UNDP, WHO, dan UNESCO. Tahun ini, AWMUN X 2025 diselenggarakan di Kuala Lumpur, Malaysia 14-17 Februari 2025. Baca juga: Kemenag: Program MEQR Berhasil Wujudkan Pendidikan Berkualitas di Madrasah
Dalam konferensi ini, Kenzio membahas terkait pendidikan inklusif dan berkualitas bagi semua anak di dunia. Dengan analisis tajam, ia mampu mengidentifikasi berbagai tantangan dalam sistem pendidikan global, seperti ketimpangan akses, kesenjangan teknologi, serta kurangnya pelatihan bagi tenaga pendidik.
Tidak hanya itu, Kenzio juga mengajukan berbagai solusi inovatif. Seperti penggunaan Public-Private Partnership (PPP) untuk mendukung pendanaan pendidikan tanpa ketergantungan pada bantuan luar negeri. Kemudian menekankan pentingnya infrastruktur digital seperti akses internet dan listrik untuk mendukung program pendidikan berbasis teknologi.
Keberhasilannya dalam memimpin diskusi dan membangun argumentasi yang kuat menjadikannya salah satu delegasi paling berpengaruh di dewan UNICEF. Dengan strategi diplomasi yang matang, Kenzio berhasil membentuk koalisi dengan delegasi lain dan meyakinkan forum akan urgensi solusi yang ia usulkan.
“Pendidikan bukan hanya hak, tetapi juga investasi bagi masa depan. Anak-anak yang mendapatkan pendidikan berkualitas akan menjadi generasi yang mampu membangun dunia yang lebih baik,” kata Kenzio usai menerima penghargaan.
AWMUN 2025 diikuti ratusan peserta dari berbagai negara, yang terdiri dari pelajar dan mahasiswa yang tertarik dengan dunia diplomasi, hubungan internasional, dan kebijakan global. Setiap peserta berperan sebagai delegasi negara dalam simulasi sidang PBB, di mana mereka berdebat, merumuskan resolusi, serta melakukan negosiasi untuk mencapai solusi bersama.
Lihat Juga :