Ganjil-Genap Sebabkan Angka Positif Covid-19 Melonjak Tajam
Kamis, 03 September 2020 - 16:50 WIB
loading...
Ganjil-Genap Sebabkan Angka Positif Covid-19 Melonjak Tajam
A
A
A
JAKARTA - Ketua Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Doni Monardo menyatakan bahwa ada beberapa klaster persebaran Covid-19 yang kini berkembang di masyarakat. Selain klaster perkantoran, ada juga klaster transportasi umum. Angka positif Covid-19 ikut meningkat semenjak pemberlakuan ganjil genap oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta .
“Klaster-klaster yang berkembang di masyarakat yakni klaster perkantoran dan juga klaster transportasi umum,” kata Doni dalam Rapat Kerja (Raker) dengan Komisi VIII DPR di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis (3/9/2020). (Baca juga: Pecah Rekor, Ada 3.622 Kasus Baru Positif Covid-19)
Doni menjelaskan, pihaknya juga sudah berkomunikasi dengan Pemprov DKI Jakarta terkait dengan kebijakan ganjil-genap ini. Bahkan, dalam rapat melalui video conference bersama lintas kementerian/lembaga (K/L) juga melihat bahwa ada peningkatan penggunaan transportasi umum seperti kereta api dan Transjakarta. (Baca juga: Angka Kesembuhan Penderita Covid-19 Turun Jadi 71,7%)
“Setelah kebijakan ganjil-genap DKI, ada peningkatan penumpang transportasi kereta api 3,5% dari 400.000 penumpang per hari. 3,5% kelihatannya sedikit, tapi karena penumpang kereta api besar jadi meningkatkan kepadatan di gerbong. Begitu juga Transjakarta terjadi peningkatan 6% sampai 12%,” terangnya. (Baca juga: DKI Jakarta Tertinggi, Berikut Sebaran Kasus Covid-19 di 34 Provinsi)
Karena itu, dia menegaskan, pihaknya meminta agar Pemprov DKI mengevaluasi kembali kebijakan ganjil-genap tersebut agar kerumunan-kerumunan ini tidak terjadi. “Ini yang menjadi permintaan kami ke pemda DKI untuk melakukan evaluasi, upaya mengurangi kerumunan bisa terlaksana,” ujar Doni.
“Klaster-klaster yang berkembang di masyarakat yakni klaster perkantoran dan juga klaster transportasi umum,” kata Doni dalam Rapat Kerja (Raker) dengan Komisi VIII DPR di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis (3/9/2020). (Baca juga: Pecah Rekor, Ada 3.622 Kasus Baru Positif Covid-19)
Doni menjelaskan, pihaknya juga sudah berkomunikasi dengan Pemprov DKI Jakarta terkait dengan kebijakan ganjil-genap ini. Bahkan, dalam rapat melalui video conference bersama lintas kementerian/lembaga (K/L) juga melihat bahwa ada peningkatan penggunaan transportasi umum seperti kereta api dan Transjakarta. (Baca juga: Angka Kesembuhan Penderita Covid-19 Turun Jadi 71,7%)
“Setelah kebijakan ganjil-genap DKI, ada peningkatan penumpang transportasi kereta api 3,5% dari 400.000 penumpang per hari. 3,5% kelihatannya sedikit, tapi karena penumpang kereta api besar jadi meningkatkan kepadatan di gerbong. Begitu juga Transjakarta terjadi peningkatan 6% sampai 12%,” terangnya. (Baca juga: DKI Jakarta Tertinggi, Berikut Sebaran Kasus Covid-19 di 34 Provinsi)
Karena itu, dia menegaskan, pihaknya meminta agar Pemprov DKI mengevaluasi kembali kebijakan ganjil-genap tersebut agar kerumunan-kerumunan ini tidak terjadi. “Ini yang menjadi permintaan kami ke pemda DKI untuk melakukan evaluasi, upaya mengurangi kerumunan bisa terlaksana,” ujar Doni.
Lihat Juga :