Dokter dan Nakes Rentan Terpapar COVID-19, Muhadjir: Pemerintah Berupaya Penuhi Ketersediaan APD
Kamis, 03 September 2020 - 06:36 WIB
loading...
Menko PMK, Muhadjir Effendy memastikan pemerintah memenuhi ketersediaan APD dan kebutuhan lain bagi dokter dan nakes dalam berjuang melawan COVID-19. Foto/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Menteri Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Muhadjir Effendy memastikan pemerintah memenuhi ketersediaan alat pelindung diri (APD) dan kebutuhan lain bagi dokter dan tenaga kesehatan (nakes) dalam berjuang melawan COVID-19 .
“Pemerintah telah berusaha keras untuk membantu memberikan dukungan kepada para dokter, agar bagaimana para dokter tersebut bisa melaksanakan tugasnya dengan sebaik-baiknya. Terutama agar bisa selamat dirinya dari ancaman ini,” ujar Muhadjir dalam doa bersama dan hening cipta untuk keselamatan dokter Indonesia secara virtual dari kanal BNPB, Rabu (2/9/2020). (Baca juga: Kasus COVID-19 Naik, Jabar Batalkan Sekolah Gelar KBM Tatap Muka)
Muhadjir mengatakan bahwa pemerintah menyadari bahwa dokter dan tenaga medis menjadi kelompok rentan dan ancaman paling fatal dari COVID-19. “Pemerintah sadar bahwa diantara kelompok rentan yang menjadi ancaman paling fatal dari Covid-19 ini terutama adalah dokter dan tenaga medis,” ucapnya.
Oleh sebab itu, tegas Muhadjir pemerintah telah berupaya untuk memenuhi berbagai hal agar para dokter terlindungi dengan baik, terselamatkan dengan baik, di satu pihak juga bisa melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya. Antara lain dengan memenuhi ketersediaan alat pelindung diri dan kebutuhan-kebutuhan yang lain.
“Akan tetapi tentu saja semuanya akan berpulang kepada para dokter itu sendiri. Saya yakin para dokter pasti sudah sangat paham bagaimana supaya bisa bekerja dengan baik tetapi sekaligus juga bisa selamat, aman terhindar dari ancaman COVID-19 yang selalu mengikutinya,” jelas Muhadjir.
“Pemerintah telah berusaha keras untuk membantu memberikan dukungan kepada para dokter, agar bagaimana para dokter tersebut bisa melaksanakan tugasnya dengan sebaik-baiknya. Terutama agar bisa selamat dirinya dari ancaman ini,” ujar Muhadjir dalam doa bersama dan hening cipta untuk keselamatan dokter Indonesia secara virtual dari kanal BNPB, Rabu (2/9/2020). (Baca juga: Kasus COVID-19 Naik, Jabar Batalkan Sekolah Gelar KBM Tatap Muka)
Muhadjir mengatakan bahwa pemerintah menyadari bahwa dokter dan tenaga medis menjadi kelompok rentan dan ancaman paling fatal dari COVID-19. “Pemerintah sadar bahwa diantara kelompok rentan yang menjadi ancaman paling fatal dari Covid-19 ini terutama adalah dokter dan tenaga medis,” ucapnya.
Oleh sebab itu, tegas Muhadjir pemerintah telah berupaya untuk memenuhi berbagai hal agar para dokter terlindungi dengan baik, terselamatkan dengan baik, di satu pihak juga bisa melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya. Antara lain dengan memenuhi ketersediaan alat pelindung diri dan kebutuhan-kebutuhan yang lain.
“Akan tetapi tentu saja semuanya akan berpulang kepada para dokter itu sendiri. Saya yakin para dokter pasti sudah sangat paham bagaimana supaya bisa bekerja dengan baik tetapi sekaligus juga bisa selamat, aman terhindar dari ancaman COVID-19 yang selalu mengikutinya,” jelas Muhadjir.
Lihat Juga :