Dukung Pembangunan yang Inklusif, Kemenko PMK Gelar Pelatihan Pemberdayaan Perempuan
Sabtu, 16 November 2024 - 17:43 WIB
loading...
Asisten Deputi Pemberdayaan Kawasan dan Mobilitas Spasial Kemenko PMK Monalisa Herawati Rumayar memberikan materi dalam pelatihan penguatan pemberdayaan perempuan dalam pembangunan desa. Foto/istimewa
A
A
A
JAKARTA - Kemenko PMK bersama TNP2K menggelar pelatihan penguatan pemberdayaan perempuan dalam pembangunan desa. Pelatihan tersebut merupakan bagian dari Program Penguatan Pemerintahan dan Pembangunan Desa (P3PD).
Asisten Deputi Pemberdayaan Kawasan dan Mobilitas Spasial Kemenko PMK Monalisa Herawati Rumayar menjelaskan, kegiatan yang digelar di Jakarta pada 13–15 November 2024 bertujuan untuk meningkatkan kapasitas sumber daya manusia di desa.
Adapun pengumpulan data akan dilaksanakan pada 17–24 November 2024 di delapan kabupaten, di antaranya Bangka Tengah, Tanggamus, Indramayu, Bantul, Banyuwangi, Banjar, Maros, dan Minahasa Utara.
Baca juga: Dukung Pemberdayaan Perempuan di Indonesia, Gelaran Renjana Cita Srikandi Dibuka
Lokasi-lokasi tersebut dipilih, jelas Monalisa, ditentukan berdasarkan kriteria tertentu, seperti status sebagai Desa Inklusi dalam P3PD, penerima program pemberdayaan, tingkat kesetaraan gender, Indeks Desa Membangun (IDM), serta isu pemberdayaan perempuan.
“Kami akan mengumpulkan informasi terkait kebijakan atau program pemberdayaan perempuan, tantangan, dan strategi implementasinya, peran pemerintah daerah dan desa, hingga kolaborasi antara pemerintah dengan organisasi nonpemerintah. Semua informasi ini sangat penting untuk mendukung pemberdayaan perempuan di tingkat desa,” ujar Monalisa, Sabtu (16/11/2024).
Baca juga: Wahono Komitmen Tingkatkan Pemberdayaan Perempuan demi Masa Depan Bojonegoro
Asisten Deputi Pemberdayaan Kawasan dan Mobilitas Spasial Kemenko PMK Monalisa Herawati Rumayar menjelaskan, kegiatan yang digelar di Jakarta pada 13–15 November 2024 bertujuan untuk meningkatkan kapasitas sumber daya manusia di desa.
Adapun pengumpulan data akan dilaksanakan pada 17–24 November 2024 di delapan kabupaten, di antaranya Bangka Tengah, Tanggamus, Indramayu, Bantul, Banyuwangi, Banjar, Maros, dan Minahasa Utara.
Baca juga: Dukung Pemberdayaan Perempuan di Indonesia, Gelaran Renjana Cita Srikandi Dibuka
Lokasi-lokasi tersebut dipilih, jelas Monalisa, ditentukan berdasarkan kriteria tertentu, seperti status sebagai Desa Inklusi dalam P3PD, penerima program pemberdayaan, tingkat kesetaraan gender, Indeks Desa Membangun (IDM), serta isu pemberdayaan perempuan.
“Kami akan mengumpulkan informasi terkait kebijakan atau program pemberdayaan perempuan, tantangan, dan strategi implementasinya, peran pemerintah daerah dan desa, hingga kolaborasi antara pemerintah dengan organisasi nonpemerintah. Semua informasi ini sangat penting untuk mendukung pemberdayaan perempuan di tingkat desa,” ujar Monalisa, Sabtu (16/11/2024).
Baca juga: Wahono Komitmen Tingkatkan Pemberdayaan Perempuan demi Masa Depan Bojonegoro
Lihat Juga :