Godok Stranas Baru Cegah Stunting, Pemerintah Fokus 5 Kelompok Sasaran
Senin, 18 November 2024 - 22:48 WIB
loading...
Deputi Bidang Dukungan Kebijakan Pembangunan Manusia dan Pemerataan, Sekretariat Wapres Suprayoga Hadi mengatakan, pemerintah tengah menggodok stranas baru untuk cegah stunting. Foto/istimewa
A
A
A
JAKARTA - Pemerintah Indonesia tengah mempersiapkan Strategi Nasional (Stranas) Pencegahan dan Penurunan Stunting . Stranas yang tengah disiapkan untuk periode 2025-2029 ini memiliki pendekatan yang berbeda dibandingkan periode sebelumnya.
Hal itu diungkap Deputi Bidang Dukungan Kebijakan Pembangunan Manusia dan Pemerataan, Sekretariat Wakil Presiden (Wapres) Suprayoga Hadi dalam Dialog Forum Merdeka Barat 9 (FMB9) yang mengangkat tema 'Makan Bergizi Gratis Solusi Atasi Stunting', Senin (18/11/2024).
Menurut Suprayoga strategi ini, tidak hanya melibatkan pemberian intervensi spesifik dan sensitif, tetapi juga mencakup identifikasi lima kelompok sasaran utama. "Lima kelompok sasaran prioritas ibu hamil, ibu menyusui, balita di bawah dua tahun (baduta), balita (usia 2-5 tahun), serta remaja putri dan calon pengantin," ujarnya.
Baca juga: Indonesia-Jepang Perkuat Transformasi Digital untuk Atasi Stunting dan Pelayanan Kesehatan Ibu-Anak
Suprayoga menyebut, jika fokus utama dulu adalah percepatan penurunan angka stunting, kini paradigma pencegahan mendapat porsi lebih besar. Pendekatan ini mencakup pemenuhan gizi seimbang, pemeriksaan kesehatan rutin bagi calon pengantin, serta edukasi bagi remaja putri dan ibu hamil.
Hal itu diungkap Deputi Bidang Dukungan Kebijakan Pembangunan Manusia dan Pemerataan, Sekretariat Wakil Presiden (Wapres) Suprayoga Hadi dalam Dialog Forum Merdeka Barat 9 (FMB9) yang mengangkat tema 'Makan Bergizi Gratis Solusi Atasi Stunting', Senin (18/11/2024).
Menurut Suprayoga strategi ini, tidak hanya melibatkan pemberian intervensi spesifik dan sensitif, tetapi juga mencakup identifikasi lima kelompok sasaran utama. "Lima kelompok sasaran prioritas ibu hamil, ibu menyusui, balita di bawah dua tahun (baduta), balita (usia 2-5 tahun), serta remaja putri dan calon pengantin," ujarnya.
Baca juga: Indonesia-Jepang Perkuat Transformasi Digital untuk Atasi Stunting dan Pelayanan Kesehatan Ibu-Anak
Suprayoga menyebut, jika fokus utama dulu adalah percepatan penurunan angka stunting, kini paradigma pencegahan mendapat porsi lebih besar. Pendekatan ini mencakup pemenuhan gizi seimbang, pemeriksaan kesehatan rutin bagi calon pengantin, serta edukasi bagi remaja putri dan ibu hamil.
Lihat Juga :