KAHMI Siap Gelar AIFA 2025 Perdana, Angkat Fashion Muslim ke Kancah Internasional
Rabu, 11 Desember 2024 - 22:16 WIB
loading...
Panitia Pelaksana AIFA 2025 saat Beraudiensi dengan Tina Astari, istri Menteri UMKM Maman Abdurahman. FOTO/IST
A
A
A
JAKARTA - Majelis Nasional Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (MN KAHMI) akan menggelar Asian Islamic Fashion and Art (AIFA) untuk pertama kalinya pada 25-26 Januari 2025. Acara ini menjadi momentum strategis untuk mempromosikan karya desainer Indonesia ke dunia internasional sekaligus mendukung pengembangan industri fashion muslim di tanah air.
"Kami bersyukur dapat mempersiapkan acara perdana AIFA ini," ujar Koordinator Presidium MN KAHMI, Herman Khaeron dalam keterangannya, Rabu (11/12/2024).
Anggota DPR dari Fraksi Demokrat itu menegaskan bahwa Indonesia memiliki potensi besar menjadi kiblat fashion muslim dunia. Sebagai eksportir terbesar pakaian muslim, Herman yakin kolaborasi antara KAHMI, pemerintah, pengusaha, dan desainer akan menciptakan ekosistem fashion Islami yang inovatif dan berkelanjutan.
Ketua Bidang Perdagangan Internasional MN KAHMI, Bambang Susanto, juga menyampaikan apresiasinya atas kerja keras berbagai pihak yang merealisasikan AIFA. "Acara ini membuka peluang hubungan dagang antarnegara, khususnya di sektor busana muslim," ujar Bambang. Ia berharap AIFA 2025 menjadi percontohan kolaborasi KAHMI dengan sektor industri dan stakeholder.
Ketua Panitia Pelaksana, Viviana Hanifa, menjelaskan bahwa acara yang bertempat di Dome Senayan Park, Jakarta, itu akan berlangsung selama dua hari. Hari pertama (25 Januari) akan diisi dengan pembukaan, Achievement Award, dan penandatanganan MoU antara pemerintah, alumni HMI, serta pelaku industri dari berbagai negara Asia yang diwakili duta besar dan delegasinya.
Pada hari kedua (26 Januari), akan digelar peragaan busana muslim dari desainer lokal dan internasional, serta pemecahan rekor MURI dengan tema "Jalan Sehat oleh Perempuan Terbanyak Mengenakan Krudung Bermotif Batik."
Vivi, yang juga seorang desainer dan mahasiswa S3 Universitas Brawijaya, mengungkapkan bahwa AIFA merupakan panggung penting bagi desainer lokal untuk dikenal di kancah internasional. Acara ini juga memberikan ruang bagi UMKM untuk memperluas pasar melalui pameran busana muslim dan bazar makanan.
"Kami bersyukur dapat mempersiapkan acara perdana AIFA ini," ujar Koordinator Presidium MN KAHMI, Herman Khaeron dalam keterangannya, Rabu (11/12/2024).
Anggota DPR dari Fraksi Demokrat itu menegaskan bahwa Indonesia memiliki potensi besar menjadi kiblat fashion muslim dunia. Sebagai eksportir terbesar pakaian muslim, Herman yakin kolaborasi antara KAHMI, pemerintah, pengusaha, dan desainer akan menciptakan ekosistem fashion Islami yang inovatif dan berkelanjutan.
Ketua Bidang Perdagangan Internasional MN KAHMI, Bambang Susanto, juga menyampaikan apresiasinya atas kerja keras berbagai pihak yang merealisasikan AIFA. "Acara ini membuka peluang hubungan dagang antarnegara, khususnya di sektor busana muslim," ujar Bambang. Ia berharap AIFA 2025 menjadi percontohan kolaborasi KAHMI dengan sektor industri dan stakeholder.
Ketua Panitia Pelaksana, Viviana Hanifa, menjelaskan bahwa acara yang bertempat di Dome Senayan Park, Jakarta, itu akan berlangsung selama dua hari. Hari pertama (25 Januari) akan diisi dengan pembukaan, Achievement Award, dan penandatanganan MoU antara pemerintah, alumni HMI, serta pelaku industri dari berbagai negara Asia yang diwakili duta besar dan delegasinya.
Pada hari kedua (26 Januari), akan digelar peragaan busana muslim dari desainer lokal dan internasional, serta pemecahan rekor MURI dengan tema "Jalan Sehat oleh Perempuan Terbanyak Mengenakan Krudung Bermotif Batik."
Vivi, yang juga seorang desainer dan mahasiswa S3 Universitas Brawijaya, mengungkapkan bahwa AIFA merupakan panggung penting bagi desainer lokal untuk dikenal di kancah internasional. Acara ini juga memberikan ruang bagi UMKM untuk memperluas pasar melalui pameran busana muslim dan bazar makanan.
Lihat Juga :