Komitmen Taiwan Terhadap Aksi Iklim
Senin, 11 November 2024 - 18:45 WIB
loading...
A
A
A
Sementara itu, undang-undang telah diselesaikan untuk menetapkan sistem biaya karbon, yang mirip dengan pajak karbon global, yang akan berlaku pada tahun 2025.
Perusahaan-perusahaan akan mulai melakukan pelaporan percobaan pada pertengahan tahun 2025 dengan tarif standar awal sekitar USD10 per ton setara karbon dioksida (tCO2e). Tarif tersebut akan mengalami kenaikan bertahap berdasarkan rekomendasi dari Komite Peninjauan Tarif Biaya Karbon, dan pada tahun 2030, mencapai tingkat yang mencerminkan standar internasional antara USD40 dan USD60 per tCO2e.
Taiwan juga telah berjanji untuk meluncurkan sistem perdagangan emisi dalam empat tahun ke depan yang akan semakin mengintegrasikannya dengan pasar global. Kebijakan ini sejalan dengan Pasal 6 Perjanjian Paris, yang mendorong kolaborasi internasional dalam aksi iklim melalui mekanisme pasar seperti penetapan harga karbon untuk mencapai tujuan iklim yang lebih baik.
Biaya karbon hanyalah langkah pertama dalam sistem penetapan harga karbon Taiwan. Setelah ini, Taiwan akan meluncurkan tiga dana utama untuk merangsang pengembangan industri hijau. Dana Pertumbuhan Hijau sebesar NTD10 miliar akan dibentuk untuk mendorong pertumbuhan industri domestik yang sedang berkembang dengan emisi nol. Pendanaan dari sektor asuransi dan keuangan akan mendukung Dana Inovasi Keuangan Hijau untuk investasi jangka panjang dalam industri hemat energi, emisi nol, dan sirkular sumber daya.
Terakhir, Dana Nol Bersih Taiwan akan bekerja untuk memenuhi tujuan pengurangan karbon domestik dan internasional dengan bermitra bersama industri domestik yang intensif emisi, perusahaan modal ventura, dan lembaga keuangan untuk menilai dan berinvestasi dalam berbagai teknologi pengurangan karbon. Dana ini juga akan membawa perusahaan-perusahaan terkemuka Taiwan ke dalam strategi pengurangan karbon global, mempercepat inisiatif emisi nol, dan menarik investasi hijau yang lebih besar.
Langkah-langkah tersebut akan meningkatkan daya saing internasional Taiwan, sejalan dengan Pasal 9 Perjanjian Paris, yang menyerukan negara-negara maju untuk memobilisasi keuangan iklim dari berbagai sumber, dan akan meletakkan dasar yang kokoh bagi pembangunan berkelanjutan Taiwan.
Perusahaan-perusahaan akan mulai melakukan pelaporan percobaan pada pertengahan tahun 2025 dengan tarif standar awal sekitar USD10 per ton setara karbon dioksida (tCO2e). Tarif tersebut akan mengalami kenaikan bertahap berdasarkan rekomendasi dari Komite Peninjauan Tarif Biaya Karbon, dan pada tahun 2030, mencapai tingkat yang mencerminkan standar internasional antara USD40 dan USD60 per tCO2e.
Taiwan juga telah berjanji untuk meluncurkan sistem perdagangan emisi dalam empat tahun ke depan yang akan semakin mengintegrasikannya dengan pasar global. Kebijakan ini sejalan dengan Pasal 6 Perjanjian Paris, yang mendorong kolaborasi internasional dalam aksi iklim melalui mekanisme pasar seperti penetapan harga karbon untuk mencapai tujuan iklim yang lebih baik.
Biaya karbon hanyalah langkah pertama dalam sistem penetapan harga karbon Taiwan. Setelah ini, Taiwan akan meluncurkan tiga dana utama untuk merangsang pengembangan industri hijau. Dana Pertumbuhan Hijau sebesar NTD10 miliar akan dibentuk untuk mendorong pertumbuhan industri domestik yang sedang berkembang dengan emisi nol. Pendanaan dari sektor asuransi dan keuangan akan mendukung Dana Inovasi Keuangan Hijau untuk investasi jangka panjang dalam industri hemat energi, emisi nol, dan sirkular sumber daya.
Terakhir, Dana Nol Bersih Taiwan akan bekerja untuk memenuhi tujuan pengurangan karbon domestik dan internasional dengan bermitra bersama industri domestik yang intensif emisi, perusahaan modal ventura, dan lembaga keuangan untuk menilai dan berinvestasi dalam berbagai teknologi pengurangan karbon. Dana ini juga akan membawa perusahaan-perusahaan terkemuka Taiwan ke dalam strategi pengurangan karbon global, mempercepat inisiatif emisi nol, dan menarik investasi hijau yang lebih besar.
Langkah-langkah tersebut akan meningkatkan daya saing internasional Taiwan, sejalan dengan Pasal 9 Perjanjian Paris, yang menyerukan negara-negara maju untuk memobilisasi keuangan iklim dari berbagai sumber, dan akan meletakkan dasar yang kokoh bagi pembangunan berkelanjutan Taiwan.