alexametrics

BMKG Diimbau Sampaikan Informasi Lebih Spesifik Terkait Prediksi Cuaca

loading...
BMKG Diimbau Sampaikan Informasi Lebih Spesifik Terkait Prediksi Cuaca
Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) kurang akurat dalam membaca prediksi kondisi dan cuaca di awal 2020. Foto/SINDOnews
A+ A-
JAKARTA - Pakar Cuaca dan Iklim, Armi Susandi menilai, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) kurang akurat dalam membaca prediksi kondisi dan cuaca yang terjadi di awal 2020, sehingga kurang antisipasi dalam melihat gejala banjir yang melanda sejumlah wilayah di Jabodetabek dan Banten. "Memang prediksi BMKG kurang fokus pada wilayah yang sempit, sehingga informasi yang di berikan terdengar atau terlihat biasa saja," kata Armi saat dihubungi SINDOnews, Jumat (3/1/2020).

Menurut Armi, perlu informasi dan warning yang spesifik dengan resolusi yang lebih tinggi pada skala desa/kelurahan daripada skala kecamatan atau kota. "Jika perlu BMKG memberikan pemberitahuan khusus breaking news melalui media mainstream dan media lainnya jika memang diyakini prediksi cuaca ekstremnya sangat penting," tutur dia.

Di sisi lain, kata Armi, pemerintah daerah juga harus mempersiapkan upaya struktural yang bisa mengurangi potensi banjir. Menurutnya, normalisasi sungai dan kali yang ada di masing-masing wilayah yang berpotensi banjir perlu segera di lakukan, dan tidak cukup hanya dengan pendekatan imbauan. "Selama ini DKI cenderung menganggap persoalan banjir hanya persolanan segelintir masyarakat di sekitar sempadan sungai. Padahal harusnya menyangkut masalah yang lebih luas," kata dia.



Di samping itu, ketegasan dan rencana yang jelas dan cepat untuk mengatasi banjir juga harus dilakukan pemerintah daerah, mengingat puncak musim hujan diprediksi akan lebih besar dalam beberapa bulan ke depan. "Masyarakat mesti melihat contoh manfaat normalisasi yang sudah ada dan tidak ada banjir di lokasi tersebut (contoh Kampung Melayu)," ucapnya.
(cip)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Facebook
  • Disqus
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak