Jokowi Beberkan Alasan Pilih Tumpak dkk Jadi Dewan Pengawas KPK

Jum'at, 20 Desember 2019 - 17:43 WIB
Jokowi Beberkan Alasan...
Jokowi Beberkan Alasan Pilih Tumpak dkk Jadi Dewan Pengawas KPK
A A A
JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) membeberkan alasan memilih lima anggota Dewan Pengawas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Dia mengatakan lima nama tersebut memiliki rekam jejak yang baik. “Beliau-beliau orang-orang baik, memiliki kapabilitas, integritas dalam hal-hal berkaitan wilayah hukum,” kata Jokowi di Istana Negara, Jakarta, Jumat (20/12/2019).

Seperti diketahui lima Dewan Pengawas KPK telah mengambil sumpah di Istana Negara hari ini. Mereka adalah mantan hakim agung di Mahkamah Agung (MA) Artidjo Alkostar, peneliti Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Sjamsuddin, Wakil Ketua Pengadilan Tinggi Kupang Nusa Tenggara Timur Albertina Ho, mantan Wakil Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Harjono, dan mantan pimpinan KPK Tumpak Hatorangan Panggabean.

“Memang ini kita pilih dari sudut-sudut yang berbeda-beda. Ada yang mantan hakim, ada yang hakim aktif, ada juga mantan KPK, ada juga yang akademisi, ada Mahkamah Konstitusi,” tutur mantan Wali Kota Solo ini.

Dia menyebut keberagaman latar belakang merupakan kombinasi yang baik. Dia yakin Dewan Pengawas dapat bekerja sama dengan komisioner KPK.

“Saya kira sebuah kombinasi yang sangat baik. Sehingga memberikan fungsi terutama fungsi kontrol dan pengawasan terhadap komisioner KPK. Saya kira ini akan bekerja sama dengan baik dengan komisioner,” ungkapnya. (Baca juga: Pimpin Dewan Pengawas KPK, Ini Profil Tumpak Panggabean )

Mengenai alasan memilih Tumpak Panggabean, Jokowi menyebut faktor latar belakangnya. Seperti diketahui Tumpak merupakan mantan pimpinan KPK periode 2003-2007.

“Beliau memiliki latar belakang pengalaman berkaitan dengan KPK. Saya kira itu. Saya kira beliau-beliau adalah orang-orang yang bijak yang bijaksana,” katanya.
(dam)
Berita Terkait
Sebut UU KPK Krusial,...
Sebut UU KPK Krusial, Tumpak Mengaku Aneh Uji Materi di MK Belum Diputus
Menyelisik Langkah Membingungkan...
Menyelisik Langkah Membingungkan Dewan Pengawas KPK
Kewenangan Dewas KPK...
Kewenangan Dewas KPK Dicabut, ICJR Nilai Sudah Waktunya Revisi KUHAP
Dewas Keluhkan Tak Punya...
Dewas Keluhkan Tak Punya Kewenangan, DPR Tawarkan UU KPK Direvisi Lagi
Dewas KPK Diminta Transparan...
Dewas KPK Diminta Transparan Soal Laporan Dugaan Pelanggaran Etik
Selama Semester 1, Dewas...
Selama Semester 1, Dewas KPK Terima 234 Permohonan Izin
Berita Terkini
Presiden Jerman Kunjungi...
Presiden Jerman Kunjungi Indonesia, Dijadwalkan ke Istiqlal dan Katedral
Walhi Minta Pembahasan...
Walhi Minta Pembahasan Revisi UU HAM Ditunda
WNI Dianiaya di Malaysia,...
WNI Dianiaya di Malaysia, Kemlu Sebut 4 Pelaku Sudah Diamankan
Prabowo Panggil Purbaya...
Prabowo Panggil Purbaya hingga Bahlil ke Kertanegara, Ini yang Dibahas
PBNU Gelar Munas dan...
PBNU Gelar Munas dan Konbes di Ploso Kediri pada 20-23 Juni 2026, Presiden Prabowo Diundang
PKB Jabar Fest, Gus...
PKB Jabar Fest, Gus Muhaimin: Kita Tak Butuh Pemimpin Pencitraan
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved