Jika KAMI Berubah Jadi Parpol, Asumsi Megawati Dekati Kebenaran
Jum'at, 28 Agustus 2020 - 09:08 WIB
loading...
Deklarasi Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) di Tugu Proklamasi, Jakarta, Selasa 18 Agustus 2020. Foto/SINDOnews/Isra Triansyah
A
A
A
JAKARTA - Sindiran Ketua Umum DPP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri yang menyebut banyak tokoh di Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) ingin menjadi presiden dinilai tidak salah.
Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion (IPO) Dedi Kurnia Syah mengatakan, tidak salah juga Megawati menyebut tokoh KAMI ingin menjadi presiden. "Tetapi, asumsi semacam itu tetaplah asumsi karena tidak mengemuka dalam aktivitas politik," kata Dedi saat dihubungi SINDOnews, Jumat (28/8/2020).
(Baca juga: Megawati Dinilai Sedang Cemas Elektabilitas Puan Masih Rendah ).
Lebih lanjut Dedi mengatakan, KAMI yang antara lain dimotori Din Syamsuddin, Gatot Nurmantyo, dan Prof Rochmat Wahab hanya gerakan 'pengumpul' simpati publik terutama yang miliki pandangan berbeda dengan pemerintah. Namun, jika gerakan ini berubah tujuan, tokoh-tokoh KAMI yang 'ngebet' menjadi presiden bisa kehilangan muruah dan kredibilitasnya.
(Baca juga: Disindir, KAMI: Terima kasih Atas Respons Ibu Megawati ).
"Jika membaca pola gerakan KAMI hingga membentuk organisasi formal di kemudian hari, atau bahkan parpol, maka asumsi Megawati mendekati kebenaran," tandasnya.
Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion (IPO) Dedi Kurnia Syah mengatakan, tidak salah juga Megawati menyebut tokoh KAMI ingin menjadi presiden. "Tetapi, asumsi semacam itu tetaplah asumsi karena tidak mengemuka dalam aktivitas politik," kata Dedi saat dihubungi SINDOnews, Jumat (28/8/2020).
(Baca juga: Megawati Dinilai Sedang Cemas Elektabilitas Puan Masih Rendah ).
Lebih lanjut Dedi mengatakan, KAMI yang antara lain dimotori Din Syamsuddin, Gatot Nurmantyo, dan Prof Rochmat Wahab hanya gerakan 'pengumpul' simpati publik terutama yang miliki pandangan berbeda dengan pemerintah. Namun, jika gerakan ini berubah tujuan, tokoh-tokoh KAMI yang 'ngebet' menjadi presiden bisa kehilangan muruah dan kredibilitasnya.
(Baca juga: Disindir, KAMI: Terima kasih Atas Respons Ibu Megawati ).
"Jika membaca pola gerakan KAMI hingga membentuk organisasi formal di kemudian hari, atau bahkan parpol, maka asumsi Megawati mendekati kebenaran," tandasnya.
(zik)
Lihat Juga :