Sejarah, Puan Jadi Ketua DPR 2 Periode
Selasa, 01 Oktober 2024 - 20:39 WIB
loading...
A
A
A

Baca juga: 10 Calon Pimpinan KPK: Polisi, Jaksa, Hakim, hingga Petahana
Hal itu dikatakannya usai ditetapkan dan disumpah jabatan sebagai Ketua DPR periode 2024-2029 dalam Rapat Paripurna Pembukaan Masa Sidang 1 Tahun Sidang 2024-2025. Puan menuturkan bahwa DPR sebagai lembaga negara yang memiliki kekuasaan konstitusional akan menjadi harapan rakyat.
“Oleh karena itu maka DPR RI akan selalu menjadi sorotan seluruh rakyat, baik di dalam sidang-sidang DPR RI, kegiatan anggota di daerah pemilihan, pernyataan-pernyataan yang disampaikan bahkan dalam kegiatan-kegiatan di luar tugas DPR RI,” ujar Puan dalam Rapat Paripurna perdana DPR periode 2024-2029 di Gedung Nusantara II, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (1/10/2024).
Dia juga meminta anggota DPR untuk terus mawas diri dalam menjalankan jabatan sebagai wakil rakyat. “Kita sebagai anggota DPR RI, memiliki kewajiban-kewajiban sebagai wakil rakyat; kita dituntut memiliki rasa kepedulian, empati, simpati, pada permasalahan rakyat; kita dituntut dapat memperjuangkan aspirasi rakyat; kita harus dapat menempatkan diri dengan memperhatikan kepantasan sosial,” imbuhnya.
Baca juga: Pidato Perdana Ketua DPR 2024-2029 Puan Maharani: Kekuasaan Harus Menyejahterakan Rakyat
Lebih lanjut Puan menerangkan, membangun citra DPR yang semakin dipercaya oleh rakyat harus dilakukan melalui kerja bersama seluruh anggota dewan. “Hanya kita sendiri, Anggota DPR RI, yang dapat menjaga kehormatan dan marwah lembaga DPR RI. Marilah kita bangun bersama DPR RI yang semakin dekat dengan rakyat, semakin dipercaya rakyat, dan dapat mensejahterakan rakyat,” ungkap Puan.
"Marilah kita bangun bersama DPR RI yang semakin dekat dengan rakyat, semakin dipercaya rakyat, dan dapat mensejahterakan rakyat," sambung perempuan pertama yang menjabat sebagai Ketua DPR RI.
Pada kesempatan ini, Puan atas nama seluruh Anggota DPR mengundang partisipasi dari seluruh komponen masyarakat, media masa, pers, kaum intelektual, akademisi, mahasiswa, LSM, ormas, dan lain sebagainya untuk ikut memberikan masukan, pandangan dan kritik terhadap berbagai kebijakan negara yang akan diambil. "Berikanlah pandangan, saran dan kritik yang ikut mencerdaskan kehidupan bangsa," kata Puan.
Lihat Juga :