Menelusuri Strategi Komunikasi Politik Perindo Jelang Pilkada 2024

Senin, 30 September 2024 - 11:01 WIB
loading...
Menelusuri Strategi...
Hari Eko Purwanto, Dosen Komunikasi Politik FISIP Universitas Muhammadiyah Jakarta. Foto/Dok. UMJ
A A A
Hari Eko Purwanto
Dosen Komunikasi Politik FISIP
Universitas Muhammadiyah Jakarta

MESKIPUN Partai Perindo merupakan partai non-parlemen, hal ini tidak menghalangi mereka untuk berperan aktif dalam mengusung calon kepala daerah menjelang Pilkada 2024. Dengan semangat membangun kesejahteraan rakyat dan memperkuat basis politik di berbagai daerah, Perindo tetap menunjukkan eksistensinya dalam peta politik nasional.

Dengan mengandalkan strategi komunikasi politik yang matang, partai ini mendukung kandidat lokal yang memiliki daya tarik di komunitas mereka masing-masing, dan hal ini menjadi salah satu senjata utama untuk memenangkan hati pemilih di Pilkada nanti. Selain fokus pada isu-isu kesejahteraan, Perindo mendukung kandidat yang kuat secara lokal, seperti Dominggus Mandacan di Papua Barat dan I Gede Dana di Karangasem, Bali.

Langkah ini memperlihatkan bagaimana Perindo menggunakan strategi yang disesuaikan dengan konteks lokal guna memenangkan suara dalam Pilkada. Dari perspektif komunikasi politik, pendekatan Perindo ini bisa dijelaskan dengan menggunakan teori-teori penting seperti agenda-setting dan framing.

Penyusunan Agenda: Kesejahteraan dan Kandidat Berbasis Lokal
Salah satu strategi utama Perindo adalah menyusun agenda publik dengan fokus pada kesejahteraan rakyat kecil. Teori Agenda Setting (McCombs & Shaw, 1972) menekankan bahwa media dapat memengaruhi perhatian publik dengan menonjolkan isu-isu tertentu.

Perindo memanfaatkan jaringan media, khususnya MNC Group, untuk menyebarluaskan pesan-pesan terkait program kesejahteraan dan penciptaan lapangan kerja, yang menjadi salah satu pilar utama partai ini. Selain itu, pemilihan kandidat seperti Dominggus Mandacan di Papua Barat menunjukkan efektivitas strategi lokal Perindo.

Dukungan terhadap tokoh-tokoh lokal dengan rekam jejak yang kuat dalam pembangunan daerah menggaris bawahi pendekatan yang fokus pada isu-isu yang relevan dengan masyarakat setempat. Sebagai contoh, Dominggus Mandacan dikenal sebagai figur yang berhasil meningkatkan kesejahteraan di Papua Barat, yang sejalan dengan visi dan misi Perindo.

Framing: Membangun Citra Kandidat Melalui Figur dan Program
Strategi komunikasi politik Perindo juga memanfaatkan teori Framing (Goffman, 1974) dalam membentuk citra kandidat serta program-program unggulan partai. Dominggus Mandacan, misalnya, diposisikan sebagai figur yang membawa kemajuan ekonomi lokal dan stabilitas politik di Papua Barat.

Framing ini diperkuat melalui kampanye di media, yang membentuk persepsi publik bahwa Mandacan adalah pemimpin yang peduli pada kesejahteraan rakyatnya. Di Bali, I Gede Dana juga diusung dengan pendekatan framing yang serupa.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Mengapa Pendonor Darah...
Mengapa Pendonor Darah Kita Tidak Kembali?
Dari SPBU ke Meja Makan:...
Dari SPBU ke Meja Makan: Rantai Dampak Kenaikan BBM terhadap Kesejahteraan
Birokrasi dan Paradoks...
Birokrasi dan Paradoks Belanja Negara
Perang Iran: Dari Bertahan...
Perang Iran: Dari Bertahan Hidup Menjadi Pengatur Kawasan?
Mengapa ‘Ekonomi Solid’,...
Mengapa ‘Ekonomi Solid’, Namun Sosial-Politik Mulai Gelisah?
PKB Jabar Fest, Gus...
PKB Jabar Fest, Gus Muhaimin: Kita Tak Butuh Pemimpin Pencitraan
Galungan Jadi Momentum...
Galungan Jadi Momentum Jaga Budaya Bali, Partai Perindo Ajak Perkuat Persatuan
Ketua DPW Partai Perindo...
Ketua DPW Partai Perindo Sulsel Abdul Hayat Gani, dari Birokrasi ke Politik yang Melayani
Hadapi Pemilu 2029,...
Hadapi Pemilu 2029, PSI Perkuat Konsolidasi Akar Rumput di Kalimantan
Rekomendasi
Karina Ranau Didorong...
Karina Ranau Didorong Pria hingga Terjatuh Saat Tegur Parkir Motor
Penalti Mbappe Ditolak,...
Penalti Mbappe Ditolak, Wasit Piala Dunia 2026 Dicap Arogan
5 Titik Demo di Jakarta...
5 Titik Demo di Jakarta Hari Ini, Bundaran HI hingga Gedung DPR
Berita Terkini
Mengapa Pendonor Darah...
Mengapa Pendonor Darah Kita Tidak Kembali?
Evita: Ekspor Satu Pintu...
Evita: Ekspor Satu Pintu Harus Jadi Instrumen Hilirisasi, Bukan Ubah Jalur Penjualan
Profil Letjen TNI (Purn)...
Profil Letjen TNI (Purn) Setyo Sularso yang Dikait-kaitkan dengan Tiyo Ardianto
Dari SPBU ke Meja Makan:...
Dari SPBU ke Meja Makan: Rantai Dampak Kenaikan BBM terhadap Kesejahteraan
Said Didu ke Presiden...
Said Didu ke Presiden Prabowo: Kawan Bapak Tuh Ada di Luar, Bukan di Dalam
Pesan Said Didu untuk...
Pesan Said Didu untuk Prabowo: Waktu Melakukan Akomodasi Politik Sudah Lewat
Infografis
6 Strategi Iran Memperpanjang...
6 Strategi Iran Memperpanjang Durasi Perang dengan AS dan Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved