Indonesia-Turki di Puncak Kerja Sama Pertahanan

Selasa, 17 September 2024 - 04:57 WIB
loading...
A A A
Secara formal hubungan diplomatik Indonesia-Turki baru dimulai pada 1950. Tapi secara historis, akar kerjasama sudah terekam dalam perjalanan sejarah kerajaan-kerajaan Islam yang tersebar di Nusantara seperti Samudera Pasai. Situs kemlu.go.id dalam laporan ‘’Hubungan Bilateral Republik Indonesia dengan Turki’’ memaparkan tentang adanya catatan resmi dalam Muhimme Records yang dikeluarkan Divan-i Humayun (Pemerintah Ottoman).

Catatan itu menyebut kedatangan utusan Aceh ke Istanbul dan permintaan bantuan militer Turki, serta persiapan kampanye militer Turki ke Sumatera untuk mendukung Aceh dalam melawan penjajah pada tahun1567. Selanjutnya pada abad ke-19, sumber-sumber Turki menulis kedatangan delegasi Aceh ke Istanbul pada kurun 1851-1873 untuk memperbarui kompromi kesetiaan abad ke-16 dan permintaan perlindungan Aceh dari Kekaisaran Ottoman.

Kehadiran orang-orang Turki di Serambi Mekkah itu juga telah dicatat pengembara Muslim Afrika Utara masyhur, yakni Ibnu Battuta (wafat 1369), saat berkunjung ke Kesultanan Samudera Pasai dalam perjalanannya ke China pada 1345-1346. Dalam catatannya dia menuturkan bahwa tradisi negara kesultanan ini mirip dengan tradisi Kesultanan Turki Delhi di India. Dia bercerita pula tentang kisah seorang ratu yang berbicara bahasa Turki dengannya di sebuah pulau bernama Tawalisi. Namanya diberikan dengan kata Turki sebagai Urduja.

Sejak hubungan diplomatik terbangun, Indonesia-Turki telah menjalin berbagai kerja sama. Namun, poin kerja sama belum menyentuh pada aspek pertahanan, dalam hal ini kerjasama industri pertahanan. Momentum sejarah yang menjadi tonggak kerja sama pertahanan Indonesia-Turki terjadi saat Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) melawat ke Turki pada 28 Juni-1 Juli 2010. Kunjungan kenegaraan tersebut merupakan realisasi undangan Presiden Turki Abdullah Gul kepada SBY.

baca juga: Lembaga Turki Distribusi 125 Hewan Kurban hingga Pelosok Indonesia

Seperti ditulis Akhdan Prasetya dan Asep Setiawan dalam ‘’Kerja Sama Industri Pertahanan Indonesia-Turki dalam Pengembangan Tank Tahun 2019-2022’’, dijelaskan bahwa dalam kunjungan tersebut, Indonesia-Turki menelorkan 11 kesepakatan kerja sama bilateral dengan Turki. Salah satu dari 11 kesepakatan itu adalah Agreement on Defence Industry Cooperation (Perjanjian Kerja Sama Industri Pertahanan), yang membuka pintu bagi Turki menjadi mitra Indonesia membangun industri pertahanannya.

Kesepakatan ini selanjutnya diperkuat “Joint Declaration Indonesia-Turkey: Towards an Enhanced Partnership in a New World Setting” yang dideklarasikan SBY dengan Abdullah Gul di Istana Negara, Jakarta (05/04/2011). Selain menghasilkan kesepakatan bersejarah, kunjungan Abdullah Gul ke Jakarta juga merupakan kunjungan bersejarah karena merupakan kali pertama dilakukan Presiden Turki setelah 16 tahun.

Langkah kerja sama diambil dengan alasan kedua negara sama-sama negara memiliki perkembangan ekonomi signifikan, anggota G-20, negara demokrasi dengan penduduk mayoritas muslim, dan menjalankan sistem pemerintahan modern.Tak luput, kerja sama diharapkan dapat menjadi jembatan peradaban Islam dan Barat.

Selanjutnya, untuk memperkuat pondasi kerjasama industri pertahanan, Indonesia meratifikasi Undang-Undang Kerja Sama Industri Pertahanan antara Indonesia dengan Turki dalam UU Nomor 19 tahun 2015. Konstitusi ini mengesahkan persetujuan kerja sama industri pertahanan antara Indonesia dan Turki pada 29 Juni 2010 di Ankara. Dengan semakin kokohnya landasan hukum kerja sama pertahanan Indonesia-Turki, satu persatu kerja sama dilakukan antara perusahaan milik kedua negara.

Laporan ‘’Kepentingan Indonesia Bekerjasama dengan Turki dalam Industri Pertahanan’’ yang dirilis media.neliti.com memaparkan, kerja sama antara lain dilakukan PT Pindad menggarap proyek bersama pembuatan tank medium dengan FNSS Savunma Sistemleri A.S, dan PT LEN dengan ASELSAN untuk joint project joint project of Software Defined Radio (SDR). Berbagai kerja sama perusahaan plat merah kedua negara kemudian diperkuat dengan Protocol on Defence Industry Cooperation antara Kemhan RI dan Kemhan Turki yang dikeluarkan pada 7 April 2011 di Jakarta.

Hubungan bilateral Indonesia-Turki memasuki babak baru yang lebih mencerminkan nilai strategis kedua negara dengan diluncurkannya“Joint Declaration Indonesia-Turkey: Towards an Enhanced Partnership in a New World Setting”Joint Declaration RI Turki 2011.pdfyang dideklarasikan bersama Presiden kedua negara pada 5 April 2011 di Jakarta. Pernyataan Bersama tersebut memuat komitmen kedua negara untuk saling bekerja sama di bidang politik-keamanan, ekonomi serta kebudayaan, pendidikan, ilmu pengetahuan dan teknologi, termasuk industri strategis.

Setapak demi setapak kerja sama industri pertahanan Indonesia-Turki kian kongkret lewat penandatanganan Kerjasama Industri Pertahanan di sela kegiatan Internasional Defense Industry Fair (IDEF) ke-11 pada Mei 2013 di Istanbul. Arah kerja sama adalah untuk mempercepat implementasi program kemandirian dalam memproduksi alutsista di dalam negeri.

Silmy Karim, Asisten KKIP bidangKerja Sama, kala itu menyebut kerja sama ini memiliki keistimewaan karena pihak Turki bukan hanya memberikan Transfer of Technology (ToT), tapi juga bersedia membangun kerja sama dari awal proses, yaitu design, sampai dengan akhir, yaitu produksi. Bahkan tidak menutup kemungkinan kedua negara melakukan pemasaran bersama.

baca juga: Menperin Tawari Konglomerasi Manufaktur Turki Perluas Investasi di Indonesia

Indonesia-Turki kembali memperkuat kerja sama pertahanan dengan menggelar ‘’The 1stIndonesia Turkey Defence Dialogue Meeting 2020’’ pada Desember 2020. Dirjen Strahan Kemhan Mayjen TNI Dr. Rer.pol. Rodon Pedrason, M.A. yang memimpin delegasi Indonesia dan Chief of the Foreign Relations Division the Turkish General Staff Brigadier General Hakan Canlin menyepakati forum ini menjadi agenda tahunan.

Kemudian pada 2022, Indonesia-Turki bersepakat meningkatkan level hubungan bilateral dengan mendeklarasikan High Level Strategic Council (HLSC). HLSC akan bertindak sebagai sarana dialog tingkat Kepala Negara guna mengakselerasi dan menyelesaikan hambatan dalam penigkatan hubungan bilateral kedua negara. Dengan landasan tersebut, hubungan bilateral kedua negara dikembangkan dalam suasana yang semakin kuat, termasuk dalam bidang pertahanan.

Momentum tak kalah strategis terjadi pada 14 November 2022. Di sela KTT G-20 di Nusa Dua, Bali, Menhan Prabowo dan Menlu Turki H.E. Mevlüt Çavuşoğlu menandatangani 7 memorandum of understanding (MoU), salah statu di antaranya tentang kerjasama bidang industri pertahanan. Bagi Prabowo, kesepakatan ini mengindikasikan hubungan bilateral Indonesia–Turki terus berkembang semakin kuat.

MoU yang dilakukan G to G dan B to B menjadi indikator eratnya hubungan kedua negara dan kedalaman kerja sama Bilateral Indonesia–Turki. Pada kesempatan itu Prabowo juga mengungkapkan langkah Presiden Joko Widodo dan Presiden Erdogan melakukan kerja sama tingkat baru, yaitu pembentukan dewan kerja sama strategis tingkat tinggi kedua negara.

Selanjutnya, di awal Februari 2023 saat Menhan Prabowo bersama Menhan Turki Hulusi Akbar melakukan pertemuan di Bakanliklar, Ankara, kedua menteri pertahanan sepakat menandatangani Rencana Aksi/Plan of Action(PoA) Kerja Sama Pertahanan dan Militer antara Kementerian Pertahanan Republik Indonesia dan Kementerian Pertahanan Nasional Republik Turkiye periode 2023-2025.

baca juga: Turki Promosikan 18 Universitas Unggulan ke Pelajar Indonesia, Banyak Tawaran Beasiswa
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Republikorp-Barzan Holdings...
Republikorp-Barzan Holdings Kerja Sama Pertahanan mulai Senjata hingga Kapal Selam Mini
Menko AHY-Dewan Maritim...
Menko AHY-Dewan Maritim Rusia Kerja Sama Pembangunan PLTN Terapung dan Kapal Cepat
Akhiri Kunjungan ke...
Akhiri Kunjungan ke Prancis, Presiden Prabowo Kembali ke Tanah Air
Indonesia-Prancis Bakal...
Indonesia-Prancis Bakal Latihan Militer Gabungan Misi Pegasus pada September 2026
Indonesia dan Prancis...
Indonesia dan Prancis Perkuat Kemitraan Strategis Energi hingga Pendidikan
Bertemu Macron, Prabowo:...
Bertemu Macron, Prabowo: Indonesia Jadi Negara Asia Pertama yang Ikut Defile di Eropa
Kunjungi Indonesia,...
Kunjungi Indonesia, Menlu Malaysia Fokus Kerja Sama Atasi Guncangan Eksternal
Ini 4 Keunggulan Senjata...
Ini 4 Keunggulan Senjata Laser Cheongwang Buatan Korea Selatan
4 Fakta Kemarahan Malaysia...
4 Fakta Kemarahan Malaysia atas Pembatalan Kesepakatan Pembelian Rudal dengan Norwegia
Rekomendasi
Dilarang Sering Gendong...
Dilarang Sering Gendong Baby Soleil, Alyssa Daguise Bantah Mitos Bayi Bau Tangan
Betrand Sedih Lihat...
Betrand Sedih Lihat Ruben Onsu Dihina, Curhatnya Bikin Haru
Local Pride, Ini 8 Tim...
Local Pride, Ini 8 Tim Piala Dunia 2026 yang Pakai Skuad Full Kelahiran Negaranya Sendiri
Berita Terkini
Noel Jelang Vonis Kasus...
Noel Jelang Vonis Kasus Pemerasan di Kemnaker: Naik Asam Lambung Saya
Kejagung Ungkap Tersangka...
Kejagung Ungkap Tersangka Dadan Hindayana dan 2 Eks Waka BGN Bekerja Sama dan Saling Mengetahui
Tersangka Korupsi, Silmy...
Tersangka Korupsi, Silmy Karim dan Pejabat Imigrasi Dinonaktifkan dari Jabatan
Silmy Karim Tersangka...
Silmy Karim Tersangka Korupsi, Menteri Imipas Dukung Proses Penegakan Hukum
Harta Kekayaan Silmy...
Harta Kekayaan Silmy Karim Rp234,5 Miliar, Kini Jadi Tersangka Dugaan Pemerasan
Saiful Mujani Diperiksa...
Saiful Mujani Diperiksa soal Penghasutan, Todung Mulya Lubis: Ini Absurd
Infografis
Daftar Wakil Indonesia...
Daftar Wakil Indonesia di All England 2026, Putri KW Sendirian di Tunggal Putri
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved