Indonesia-Turki di Puncak Kerja Sama Pertahanan
Selasa, 17 September 2024 - 04:57 WIB
loading...
A
A
A
PoA merupakan tindak lanjut hubungan kerja sama strategis antara kedua negara, dan ditujukan untuk meningkatkan potensi pelatihan bersama dan kerja sama industri pertahanan. Lebih spesifik, PoA memuat program-program konkret yang akan dilaksanakan mandiri maupun bersama-sama. Secara keseluruhan terdapat 49 rencana aksi, 12 poin di antaranya berisi tentang kerja sama militer.
Ikatan sejarah dan komitmen terus memperkuat pertahanan dan mengimplementasi kerjasama industri pertahanan telah menyusun batu-batu bangunan kerjasama pertahanan Indonesia-Turki yang sangat kokoh hari ini dan membuka peluang kerjasama lebih luas di masa mendatang.Kerjasama pertahanan dan industri alutsisa dengan Turki akan menjadi terdepan dibanding dengan negara mitra Indonesia lain.
Kerja Sama Semakin Luas dan Kongkret
Usai kedatangan Prabowo dua kali ke Turki pada akhir Juli 2024, perusahaan pertahanan Turki berbondong-bondong datang ke Indonesia. Turkish Aerospace Industries (TAI) misalnya secara resmi meresmikan kantor barunya di Bandung (25/8/2024).Mehmet Demiroglu, CEO Turkish Aerospace Industries, menjelaskan langkah yang diambil ditujukan untuk meningkatkan dan mengembangkan proyek kolaborasi di sektor kedirgantaraan dengan PT Dirgantara Indonesia (PTDI).
Atilla Dogan, Wakil Presiden Eksekutif Divisi Pesawat Terbang di Turkish Aerospace, menyatakan, “Di Turki, kami telah mencapai 80 persen kandungan lokal dalam industri pertahanan dan platform, dan kami memiliki lebih dari 3.500 perusahaan yang bekerja untuk industri pertahanan yang berfokus pada pembangunan kandungan lokal tersebut, (dan) berkolaborasi dengan negara-negara sahabat kami.”
Kerja sama dengan Turki memiliki nilai strategis untuk memacu kapasitas dan kapabilitas PT DI dalam industri dirgantara. Seperti disampaikan Atilla Dogan, TAI yang masuk 100 besar perusahaan pertahanan dunia itu telah memiliki kompetensi memproduksi pesawat tempur dengan 80 persen kandungan lokal, dengan jejaring perusahaan di dalamnya lebih dari 3.500 perusahaan. Melalui kerja sama, PT DI mendapatkan kesempatan belajar banyak dari TAI dalam mengembangkan industri dirgantara.
Selain itu, TAI juga telah membuktikan kapasitasnya memproduksi TAI Hurjet dan tengah mengembangkan pesawat tempur generasi 5.0 TAI TF-KAAN bekerja sama dengan BAE System untuk menggantikan pesawat F-16 Fighting Falcons milik Turkish Air Force. Kolaborasi TAI-PT DI pun memicu spekulasi kerjasama pembangunan pesawat tempur siluman teranyar Turki itu.
Selang beberapa hari PT DI juga kedatangan Havelsan, dengan dipimpin langsung CEO Havelsan Mehmet Akif Nacar. Dalam pertemuan itu kedua pihak menggagas rencana memperluas kerja sama TAI-PT DI untuk mengembangkan proyek AWACS Indonesia. Havelsan berencana untuk memanfaatkan know-how danpengalaman mereka dalam program AWACSdan menggabungkannya dengan kebutuhan Indonesia untuk menciptakan sistem AWACS lebih kuat.
baca juga: Kenal di Media Sosial, Pria Turki Nekat ke Indonesia Lamar Gadis asal Bone
Aselsan dan Roketsan tak ketinggalan menyambangi Indonesia. Yang menarik, kedua perusahaan terkemuka itu tidak bekerja sama dengan BUMN strategis, tapi dengan perusahaan swasta nasional bernama Republikorps. Dengan Aselsan, kerja sama tidak sebatas menjembatani pengadaan rudal, tapi juga membangun kerangka kerja sama atau framework untuk memproduksi sistem senjata kendali jarak jauh (RCWS).
Sedangkan dengan Roketsan kerja sama diarahkan untuk mendirikan fasilitas maintenance, repair, and overhaul (MRO), hingga produksi rudal Çakir, Atmaca, dan Hisar. Kolaborasi perusahaan pertahanan kedua negara ini merupakan lanjutan dari berbagai kerjasama sebelumnya. Pada Internasional Defence Industry Fair (IDEF) 2023 di Turki misalnya, PT PAL Indonesia meneken MoU dengan Roketsan untuk menyediakan peralatan sistem tempur, termasuk untuk proyek Fregat Merah Putih.
Roketsan dijadikan partner karena memiliki kapasitas mumpuni memproduksi alutsista seperti anti-ship missile, heavy weight torpedo, light weight torpedo, dan roket ASW (anti-submarine warfare).PT PAL pun berharap ToT dari kerja sama tersebut.PT DI dan TAI juga telah melakukan ToT untuk menindaklanjuti pembelian 12 unit kendaraan udara tak berawak bersenjata (UCAV) Anka. Rencananya, drone tempur tersebut akan dirakit di Bandung.
Pada gelaran Indo Defence 2022, Kemhan menandatangani beberapa kontrak kerja sama dengan Turki untuk menggenjot kemampuan industri pertahanan Indonesia. Kerja sama dimaksud dilakukan dengan Havelsan, DEFEND ID/PT PAL, PT Noahtu Shipyard, dan PT Tesco Indomaritim untuk menggarap combat management system (CMS) offshore patrol vessel (OPV) warship, CMS OPV 90 M warship, CMS kapal cepat rudal (KCR) 90 M Warship, dan CMS Frigate Warship.
Selain itu ada pula kerja sama jual beli KCR full combat mission antara Kemhan dengan Tais Gemi Insa Ve Teknoloji AS Turki, jual beli Kemhan dengan Roketsan dan PT Noahtu Shipyard untuk penyediaan Khan Missile System, Roketsan Trisula-O Missile System (OMS), Trisula-O Weapon System (OWS), Trisula-U Missile System, Trisula-U Weapon System (UWS), dan Atmaca Missile yang akan disematkan pada kapal OPV and OPV 90 M.
baca juga: Kaya Budaya Islam Kuno, Turki Jadi Tujuan Wisata Favorit Masyarakat Indonesia
Berbagai sistem senjata dan rudal tersebut juga akan diaplikasikan pada proyek refurbhisment 41 (R-41) kapal perang Indonesia.Jauh sebelumnya, PT Pindad telah mengawali kolaborasi dengan FNSS Turki untuk membangun Medium Tank Kaplan atau Medium Tank Harimau, yang kemudian direncanakan akan disambung dengan kerja sama pembuatan Tank Amfibi Zaha.
Dengan bertambah kokoh fondasi bangunan kerja sama pertahanan yang dirajut Indonesia-Turki, begitu kuatnya komitmen yang ditunjukkan para pemimpin kedua negara, dan langkah-langkah kongret untuk mewujudkan kerja sama G to G atau B to B, bukan tidak mungkin kerja sama tidak berhenti pada agenda yang telah dilakukan atau baru disepakati saja.
Beberapa wacana pembangunan alutsista yang digagas Indonesia tidak mustahil bakal diwujudkan melalui kerjasama dengan perusahaan Turki seperti membangun kapal destroyer, kapal perang serbu amfibi (landing helicopter dock/LHD), dan drone tempur untuk kategori high altitude long endurance (HALE). Untuk ketiga alutsisa tersebut, Turki sudah memiliki LHD Kelas Anadolu, TF-2000, dan Bayraktar Akinci. Semoga. (*)
Ikatan sejarah dan komitmen terus memperkuat pertahanan dan mengimplementasi kerjasama industri pertahanan telah menyusun batu-batu bangunan kerjasama pertahanan Indonesia-Turki yang sangat kokoh hari ini dan membuka peluang kerjasama lebih luas di masa mendatang.Kerjasama pertahanan dan industri alutsisa dengan Turki akan menjadi terdepan dibanding dengan negara mitra Indonesia lain.
Kerja Sama Semakin Luas dan Kongkret
Usai kedatangan Prabowo dua kali ke Turki pada akhir Juli 2024, perusahaan pertahanan Turki berbondong-bondong datang ke Indonesia. Turkish Aerospace Industries (TAI) misalnya secara resmi meresmikan kantor barunya di Bandung (25/8/2024).Mehmet Demiroglu, CEO Turkish Aerospace Industries, menjelaskan langkah yang diambil ditujukan untuk meningkatkan dan mengembangkan proyek kolaborasi di sektor kedirgantaraan dengan PT Dirgantara Indonesia (PTDI).
Atilla Dogan, Wakil Presiden Eksekutif Divisi Pesawat Terbang di Turkish Aerospace, menyatakan, “Di Turki, kami telah mencapai 80 persen kandungan lokal dalam industri pertahanan dan platform, dan kami memiliki lebih dari 3.500 perusahaan yang bekerja untuk industri pertahanan yang berfokus pada pembangunan kandungan lokal tersebut, (dan) berkolaborasi dengan negara-negara sahabat kami.”
Kerja sama dengan Turki memiliki nilai strategis untuk memacu kapasitas dan kapabilitas PT DI dalam industri dirgantara. Seperti disampaikan Atilla Dogan, TAI yang masuk 100 besar perusahaan pertahanan dunia itu telah memiliki kompetensi memproduksi pesawat tempur dengan 80 persen kandungan lokal, dengan jejaring perusahaan di dalamnya lebih dari 3.500 perusahaan. Melalui kerja sama, PT DI mendapatkan kesempatan belajar banyak dari TAI dalam mengembangkan industri dirgantara.
Selain itu, TAI juga telah membuktikan kapasitasnya memproduksi TAI Hurjet dan tengah mengembangkan pesawat tempur generasi 5.0 TAI TF-KAAN bekerja sama dengan BAE System untuk menggantikan pesawat F-16 Fighting Falcons milik Turkish Air Force. Kolaborasi TAI-PT DI pun memicu spekulasi kerjasama pembangunan pesawat tempur siluman teranyar Turki itu.
Selang beberapa hari PT DI juga kedatangan Havelsan, dengan dipimpin langsung CEO Havelsan Mehmet Akif Nacar. Dalam pertemuan itu kedua pihak menggagas rencana memperluas kerja sama TAI-PT DI untuk mengembangkan proyek AWACS Indonesia. Havelsan berencana untuk memanfaatkan know-how danpengalaman mereka dalam program AWACSdan menggabungkannya dengan kebutuhan Indonesia untuk menciptakan sistem AWACS lebih kuat.
baca juga: Kenal di Media Sosial, Pria Turki Nekat ke Indonesia Lamar Gadis asal Bone
Aselsan dan Roketsan tak ketinggalan menyambangi Indonesia. Yang menarik, kedua perusahaan terkemuka itu tidak bekerja sama dengan BUMN strategis, tapi dengan perusahaan swasta nasional bernama Republikorps. Dengan Aselsan, kerja sama tidak sebatas menjembatani pengadaan rudal, tapi juga membangun kerangka kerja sama atau framework untuk memproduksi sistem senjata kendali jarak jauh (RCWS).
Sedangkan dengan Roketsan kerja sama diarahkan untuk mendirikan fasilitas maintenance, repair, and overhaul (MRO), hingga produksi rudal Çakir, Atmaca, dan Hisar. Kolaborasi perusahaan pertahanan kedua negara ini merupakan lanjutan dari berbagai kerjasama sebelumnya. Pada Internasional Defence Industry Fair (IDEF) 2023 di Turki misalnya, PT PAL Indonesia meneken MoU dengan Roketsan untuk menyediakan peralatan sistem tempur, termasuk untuk proyek Fregat Merah Putih.
Roketsan dijadikan partner karena memiliki kapasitas mumpuni memproduksi alutsista seperti anti-ship missile, heavy weight torpedo, light weight torpedo, dan roket ASW (anti-submarine warfare).PT PAL pun berharap ToT dari kerja sama tersebut.PT DI dan TAI juga telah melakukan ToT untuk menindaklanjuti pembelian 12 unit kendaraan udara tak berawak bersenjata (UCAV) Anka. Rencananya, drone tempur tersebut akan dirakit di Bandung.
Pada gelaran Indo Defence 2022, Kemhan menandatangani beberapa kontrak kerja sama dengan Turki untuk menggenjot kemampuan industri pertahanan Indonesia. Kerja sama dimaksud dilakukan dengan Havelsan, DEFEND ID/PT PAL, PT Noahtu Shipyard, dan PT Tesco Indomaritim untuk menggarap combat management system (CMS) offshore patrol vessel (OPV) warship, CMS OPV 90 M warship, CMS kapal cepat rudal (KCR) 90 M Warship, dan CMS Frigate Warship.
Selain itu ada pula kerja sama jual beli KCR full combat mission antara Kemhan dengan Tais Gemi Insa Ve Teknoloji AS Turki, jual beli Kemhan dengan Roketsan dan PT Noahtu Shipyard untuk penyediaan Khan Missile System, Roketsan Trisula-O Missile System (OMS), Trisula-O Weapon System (OWS), Trisula-U Missile System, Trisula-U Weapon System (UWS), dan Atmaca Missile yang akan disematkan pada kapal OPV and OPV 90 M.
baca juga: Kaya Budaya Islam Kuno, Turki Jadi Tujuan Wisata Favorit Masyarakat Indonesia
Berbagai sistem senjata dan rudal tersebut juga akan diaplikasikan pada proyek refurbhisment 41 (R-41) kapal perang Indonesia.Jauh sebelumnya, PT Pindad telah mengawali kolaborasi dengan FNSS Turki untuk membangun Medium Tank Kaplan atau Medium Tank Harimau, yang kemudian direncanakan akan disambung dengan kerja sama pembuatan Tank Amfibi Zaha.
Dengan bertambah kokoh fondasi bangunan kerja sama pertahanan yang dirajut Indonesia-Turki, begitu kuatnya komitmen yang ditunjukkan para pemimpin kedua negara, dan langkah-langkah kongret untuk mewujudkan kerja sama G to G atau B to B, bukan tidak mungkin kerja sama tidak berhenti pada agenda yang telah dilakukan atau baru disepakati saja.
Beberapa wacana pembangunan alutsista yang digagas Indonesia tidak mustahil bakal diwujudkan melalui kerjasama dengan perusahaan Turki seperti membangun kapal destroyer, kapal perang serbu amfibi (landing helicopter dock/LHD), dan drone tempur untuk kategori high altitude long endurance (HALE). Untuk ketiga alutsisa tersebut, Turki sudah memiliki LHD Kelas Anadolu, TF-2000, dan Bayraktar Akinci. Semoga. (*)
(hdr)
Lihat Juga :