DKPP Periksa Ketua hingga Sekretaris KPU Humbang Hasundutan terkait Perubahan Suara dan Judi
Rabu, 26 Agustus 2020 - 21:05 WIB
loading...
A
A
A
Dalam persidangan, para Teradu pun membantah semua dalil yang disebutkan oleh Firman. Binsar selaku Teradu I menegaskan bahwa ia dan rekan-rekannya tidak pernah berjudi di lingkungan kantor mereka.
Binsar mengatakan ia bersama Belta dan Enixon memang sempat bermain kartu pada suatu waktu. Namun, hal itu hanya untuk hiburan semata untuk menghilangkan rasa lelah. "Di luar jam kerja dan tidak berada di kantor," kata Binsar.
Dia menuturkan foto yang disertakan oleh Firman dalam sidang ini juga tidak menggambarkan suasana kantor KPU Kabupaten Humbang Hasundutan karena berdinding kayu. Sedangkan bentuk fisik KPU Humbang Hasundutan dinding beton.
Terkait pemakaian kaos dalam acara resmi, Binsar dan Enixon mengakui bahwa mereka menggunakan kaos saat kegiatan resmi. Namun, keduanya menyebutkan bahwa kaos yang dipakai adalah kaos yang berkerah sehingga masih dalam kategori rapi dan sopan.
Sedangkan Belta mengakui bahwa dirinya memang menggunakan kaos dalam kegiatan pelantikan dan pengambilan sumpah PAW PPK Kecamatan Baktiraja. "Namun, kaos yang saya kenakan adalah bagian bahan sosialisasi karena memuat unsur penyelenggaraan Pemilihan Umum yakni logo KPU dan tanggal hari pemungutan suara," kata Belta.
Belta juga membantah tudingan yang menyebut dirinya dan Enixon tidak serius saat melakukan wawancara kepada calon Anggota PPK. Belta dan Enixon mengakui bahwa mereka memang melakukan wawancara sembari memegang ponsel.
"Aktivitas bertelepon yang didalilkan pemohon masih dalam rangkaian kegiatan seleksi wawancara untuk memintakan data tambahan terkait peserta wawancara kepada staf sekretariat KPU Humbang Hasundutan," ucap Belta. (Baca juga: Evi Novida Ginting Kembali Aktif sebagai Anggota KPU, Ini Sikap DKPP)
"Adapun tujuan teradu V membuka handphone adalah dalam rangka memastikan jawaban yang disampaikan peserta wawancara kepada teradu V apakah sesuai atau tidak," tambah Enixon.
Binsar mengatakan ia bersama Belta dan Enixon memang sempat bermain kartu pada suatu waktu. Namun, hal itu hanya untuk hiburan semata untuk menghilangkan rasa lelah. "Di luar jam kerja dan tidak berada di kantor," kata Binsar.
Dia menuturkan foto yang disertakan oleh Firman dalam sidang ini juga tidak menggambarkan suasana kantor KPU Kabupaten Humbang Hasundutan karena berdinding kayu. Sedangkan bentuk fisik KPU Humbang Hasundutan dinding beton.
Terkait pemakaian kaos dalam acara resmi, Binsar dan Enixon mengakui bahwa mereka menggunakan kaos saat kegiatan resmi. Namun, keduanya menyebutkan bahwa kaos yang dipakai adalah kaos yang berkerah sehingga masih dalam kategori rapi dan sopan.
Sedangkan Belta mengakui bahwa dirinya memang menggunakan kaos dalam kegiatan pelantikan dan pengambilan sumpah PAW PPK Kecamatan Baktiraja. "Namun, kaos yang saya kenakan adalah bagian bahan sosialisasi karena memuat unsur penyelenggaraan Pemilihan Umum yakni logo KPU dan tanggal hari pemungutan suara," kata Belta.
Belta juga membantah tudingan yang menyebut dirinya dan Enixon tidak serius saat melakukan wawancara kepada calon Anggota PPK. Belta dan Enixon mengakui bahwa mereka memang melakukan wawancara sembari memegang ponsel.
"Aktivitas bertelepon yang didalilkan pemohon masih dalam rangkaian kegiatan seleksi wawancara untuk memintakan data tambahan terkait peserta wawancara kepada staf sekretariat KPU Humbang Hasundutan," ucap Belta. (Baca juga: Evi Novida Ginting Kembali Aktif sebagai Anggota KPU, Ini Sikap DKPP)
"Adapun tujuan teradu V membuka handphone adalah dalam rangka memastikan jawaban yang disampaikan peserta wawancara kepada teradu V apakah sesuai atau tidak," tambah Enixon.
Lihat Juga :