alexametrics

Ratusan Pemuda Moeslim Jayakarta Gelar Tahlilan di Depan Gedung KPK

loading...
Ratusan Pemuda Moeslim Jayakarta Gelar Tahlilan di Depan Gedung KPK
Ratusan massa yang menamakan diri Pemuda Moeslim Jayakarta (PMJ) menggelar acara bershalawat dan ngaji bareng di Gedung Merah Putih KPK, Foto/SINDOnews/yan yusuf
A+ A-
JAKARTA - Ratusan massa yang menamakan diri Pemuda Moeslim Jayakarta (PMJ) menggelar acara bershalawat dan ngaji bareng di Gedung Merah Putih Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Senin (7/10/2019).

Kegiatan tersebut dilakukan sebagai ungkapan rasa syukur atas terpilihnya pimpinan KPK baru sekaligus berdoa untuk keharmonisan internal KPK.

"Melalui lantunan shalawat, ngaji Yasin dan tahlilan bareng ini diharapkan suasana di KPK dan para pegawainya bisa diberikan keteduhan, ketentraman, nyaman, damai dan kondusif. Siapapun yang terpilih sebagai Ketua KPK, semua pihak harus legowo dan tetap di syukuri serta ambil manfaatnya," ungkap Ketua PMJ, Muhamad Reza.



Reza menyakini, publik Tanah Air bisa legowo dan menaruh kepercayaannya kepada kelima pimpinan KPK terpilih yang telah melalui proses sangat panjang itu. Dia berharap, kelima pimpinan KPK terpilih yang telah ditetapkan Komisi III DPR untuk priode 2019-2023 segera dilantik. "Kita support misinya dalam upaya pemberantasan korupsi dan menyelamatkan uang rakyat. Lantik segera kelima Komisioner KPK yang baru," ujarnya.

Pihaknya juga meminta tidak ada pihak-pihak yang mencoba menekan Presiden Joko Widodo untuk mengeluarkan Peraturan Presiden Pengganti Undang-Undang (Perppu).

"Mari menghormati apapun hasil keputusan Presiden selaku pemegang otoritas tertinggi di negara ini dan jangan main ancam mengancam," kata Reza.

Reza juga mengajak masyarakat bersama-sama menjaga kondusifitas suasana jelang pelantikan Presiden yang tinggal menghitung hari ini. Dia mengingatkan agar masyarakat mewaspadai kelompok penumpang gelap yang ingin memanfaatkan aksi-aksi mahasiswa.

"Mari sukseskan pelantikan Presiden dan Pemuda Moeslim Jayakarta mengajak masyarakat jaga situasi tetap kondusif, jaga persatuan, lawan provokator yang tak ingin Indonesia damai. Kami juga mendukung pihak Kepolisian agar segera menangkap dalang kerusuhan dan kami siap melawan berita hoaks sumber provokator isu SARA pemecah belah bangsa," katanya.
(cip)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak