PKS Sesalkan Influencer Dipakai untuk Giring Opini Publik soal RUU Ciptaker
Rabu, 26 Agustus 2020 - 10:56 WIB
loading...
Omnibus Law Cipta Kerja. Ilustrasi/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menyayangkan adanya artis dan influencer yang digunakan untuk mendukung Rancangan Undang-Undang Cipta Kerja (Ciptaker) . Sebab, RUU tersebut dianggap kontroversi oleh masyarakat.
Wakil Ketua Fraksi PKS Sukamta menilai tidak tepat menggunakan artis dan influencer untuk tujuan membangun opini politik atas kebijakan yang mengundang banyak protes tersebut. Dia mengakui penggunaan influencer untuk mempromosikan produk menjadi salah satu model pemasaran yang sukses.
"Saya kira menggunakan influencer bisa efektif untuk promosi wisata atau dalam rangka penanganan Covid-19. Akan tetapi, jika digunakan sebagai sarana politik untuk menggiring opini publik terhadap persoalan pemerintah yang sedang diperdebatkan, jelas ini tidak etis," ujarnya dalam keterangan tertulis yang diterima SINDOnews, Rabu (26/8/2020).
(Baca juga: DPR Pastikan Pembahasan RUU Cipta Kerja Hati-hati dan Transparan ).
Politikus asal Yogyakarta itu mengingatkan pemerintah tidak asal dalam menggunakan jasa influencer. Sukamta mengapresiasi terhadap sejumlah artis yang telah memberikan klarifikasi tentang keterlibatan video di media sosial dengan tagar IndonesiaButuhKerja.
Wakil Ketua Fraksi PKS Sukamta menilai tidak tepat menggunakan artis dan influencer untuk tujuan membangun opini politik atas kebijakan yang mengundang banyak protes tersebut. Dia mengakui penggunaan influencer untuk mempromosikan produk menjadi salah satu model pemasaran yang sukses.
"Saya kira menggunakan influencer bisa efektif untuk promosi wisata atau dalam rangka penanganan Covid-19. Akan tetapi, jika digunakan sebagai sarana politik untuk menggiring opini publik terhadap persoalan pemerintah yang sedang diperdebatkan, jelas ini tidak etis," ujarnya dalam keterangan tertulis yang diterima SINDOnews, Rabu (26/8/2020).
(Baca juga: DPR Pastikan Pembahasan RUU Cipta Kerja Hati-hati dan Transparan ).
Politikus asal Yogyakarta itu mengingatkan pemerintah tidak asal dalam menggunakan jasa influencer. Sukamta mengapresiasi terhadap sejumlah artis yang telah memberikan klarifikasi tentang keterlibatan video di media sosial dengan tagar IndonesiaButuhKerja.
Lihat Juga :