Serbu Gedung DPR, 32 Kelompok Buruh Menolak RUU Cipta Kerja

Selasa, 25 Agustus 2020 - 12:18 WIB
loading...
Serbu Gedung DPR, 32...
Massa buruh dalam unjuk rasa menolak RUU Cipta Kerja di depan Gedung DPR, Selasa (25/8/2020). Foto: SINDOnews/Rico Afrido Simanjuntak
A A A
JAKARTA - Sesuai rencana, massa buruh kembali menggelar unjuk rasa menolak Rancangan Undang-Undang Cipta Kerja. Massa terdiri atas 32 kelompok buruh memadati depan Gedung DPR RI, Jalan Gatot Soebroto, Jakarta, Selasa (25/8/2020).

Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal mengungkapkan beberapa kelompok buruh tersebut di antaranya Aspek Indonesia, Serikat Pekerja Nasional (SPN), Federasi Serikat Pekerja Farmasi dan Kesehatan Reformasi (Farkes Reformasi), Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI), Federasi Serikat Pekerja Rokok Tembakau Makanan Minuman (FSP RTMM), Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI).

(Baca: Tolak RUU Cipta Kerja, Buruh Demo Besar-besaran 25 Agustus 2020)

"Tuntutan pada hari ini, pertama, tolak Omnibus Law RUU Cipta Kerja khususnya klaster ketenagakerjaan draf pemerintah. Sebab sampai hari ini, yang ada di DPR merupakan draf yang berasal dari pemerintah," kata Said Iqbal di depan Gedung DPR.

Adapun tuntutan mereka yang kedua, adalah menghentikan pemutusan hubungan kerja (PHK) massal dampak Pandemi Covid-19. "Kami para buruh tidak melihat roadmap kementerian terkait, Kemenaker atau Kemenko Perekonomian berkenaan dengan dampak Covid-19 yang akan mengakibatkan ke depan di sektor manufaktur," ungkapnya.

Dia melanjutkan, sebelumnya sektor pariwisata telah terjadi PHK besar-besaran. "Sektor manufaktur terancam jutaan buruh," katanya.
(muh)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
FSP BUMN Bersatu Sebut...
FSP BUMN Bersatu Sebut Gelombang PHK Cerminkan Persoalan Struktural Ekonomi Nasional
Presiden Prabowo: Saya...
Presiden Prabowo: Saya Tahu Siapa yang Bayar Demo
UBK Keluarkan 9 Poin...
UBK Keluarkan 9 Poin Pernyataan usai Ketua BEM FH Abdimaludin Terima Uang Rp20 Juta
Ubedilah Badrun Bongkar...
Ubedilah Badrun Bongkar Upaya Pembelahan Gerakan Mahasiswa
Ubedilah Badrun Sebut...
Ubedilah Badrun Sebut Gerakan Mahasiswa Murni, Tidak Ditunggangi Kepentingan Politis
UU Polri Baru Akomodasi...
UU Polri Baru Akomodasi Penyetaraan Hak dan Humanis Tangani Unjuk Rasa
Tanda Tangani PKB 2026,...
Tanda Tangani PKB 2026, Menaker Titip 3 Agenda Strategis ke Jasa Raharja
3.761 Personel Dikerahkan...
3.761 Personel Dikerahkan Amankan Aksi Unjuk Rasa di 2 Lokasi di Jakarta Hari Ini
7.000 Massa Gelar Unjuk...
7.000 Massa Gelar Unjuk Rasa Dukung Pemerintahan Prabowo di Silang Monas
Rekomendasi
Diduga Jadi Target Berikutnya,...
Diduga Jadi Target Berikutnya, Mas Den Akui Hidup dalam Ketakutan setelah Kehilangan Keluarga!
18 DPC Beri Dukungan,...
18 DPC Beri Dukungan, Nurdiansyah Alasta Siap Pimpin Demokrat Aceh
Tokenisasi Saham AI...
Tokenisasi Saham AI Diminati Investor, Bittime Catat Kepemilikan Naik 106%
Berita Terkini
Franka Franklin Bicara...
Franka Franklin Bicara tentang Integritas Nadiem
Ini 12 Lokasi Digeledah...
Ini 12 Lokasi Digeledah Polisi Terkait Kasus Korupsi Batu Bara hingga Asabri
Ketua MPR Ungkap Ada...
Ketua MPR Ungkap Ada Ulama Ikut ke Iran: Saya Belum Tahu Namanya
AHY Siap Safari Politik:...
AHY Siap Safari Politik: Demokrat Ingin Bersahabat dengan Semuanya
Gandeng BPJPH, Partai...
Gandeng BPJPH, Partai Perindo Dorong UMKM Binaan Naik Kelas melalui Sertifikasi Halal
Polisi Sita Uang Hampir...
Polisi Sita Uang Hampir Rp60 M dari Kafe di Cipete
Infografis
Gen Z Kelompok Paling...
Gen Z Kelompok Paling Rentan, 52% Pekerja Alami Kelelahan Kerja Kronis
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved