Agen Buka Suara soal Isu Jentik di AMDK Galon
Minggu, 04 Agustus 2024 - 22:35 WIB
loading...
A
A
A
Meskipun sering melewati rumah Lucky saat mengantarkan air galon ke tetangga-tetangganya, tapi dia mengaku tidak pernah dipanggil Lucky untuk menunjukkan galon berjentik tersebut. “Sejak kejadian itu, saya masih sering melewati rumahnya, tapi enggak pernah disuruh ke rumahnya untuk melihat langsung galon berjentik tersebut,” ungkapnya.
Lebih lanjut dia mengatakan, stok galonnya tidak pernah lama-lama tersimpan di gudang. Dia menuturkan, semua stok itu sudah habis terjual dalam waktu 2-3 hari. “Paling lama 3 hari semua stok sudah habis terjual dan dikirim kembali dari pabrik,” ujarnya.
Dia mengaku sudah berjualan AMDK galon ini sejak 2018. “Selama ini tidak pernah ada yang komplain, cuma kali ini saja,” ucapnya.
Dia berpendapat, 85% warga yang tinggal di kompleks perumahan tempat Lucky tinggal merupakan pelanggan tetapnya. “Tapi alhamdulillah, meskipun ada kejadian ini, pelanggannya tidak berkurang, tidak terpengaruh dan masih tetap membeli air galon dari saya,” ujarnya.
Sebelumnya, Lucky mengatakan bahwa galon berjentik yang dibelinya itu merupakan galon baru bening. Menyikapi ini, Mahmud mengatakan tidak pernah menjual air galon bening hingga saat ini. “Saya belum pernah menjual air galon bening. Yang saya jual semua air galon biru,” pungkasnya sembari menunjukkan semua jenis air galon yang ada di gudang.
Pakar Hukum Pidana dari Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia Setya Indra Arifin mengingatkan masyarakat agar tidak dengan gampang untuk menyebarkan pernyataan atau narasi di media sosial. Apalagi, terkait dengan eksistensi lembaga lain, baik itu pribadi ataupun perusahaan yang bisa berpengaruh terhadap citra diri.
Lebih lanjut dia mengatakan, stok galonnya tidak pernah lama-lama tersimpan di gudang. Dia menuturkan, semua stok itu sudah habis terjual dalam waktu 2-3 hari. “Paling lama 3 hari semua stok sudah habis terjual dan dikirim kembali dari pabrik,” ujarnya.
Dia mengaku sudah berjualan AMDK galon ini sejak 2018. “Selama ini tidak pernah ada yang komplain, cuma kali ini saja,” ucapnya.
Dia berpendapat, 85% warga yang tinggal di kompleks perumahan tempat Lucky tinggal merupakan pelanggan tetapnya. “Tapi alhamdulillah, meskipun ada kejadian ini, pelanggannya tidak berkurang, tidak terpengaruh dan masih tetap membeli air galon dari saya,” ujarnya.
Sebelumnya, Lucky mengatakan bahwa galon berjentik yang dibelinya itu merupakan galon baru bening. Menyikapi ini, Mahmud mengatakan tidak pernah menjual air galon bening hingga saat ini. “Saya belum pernah menjual air galon bening. Yang saya jual semua air galon biru,” pungkasnya sembari menunjukkan semua jenis air galon yang ada di gudang.
Pakar Hukum Pidana dari Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia Setya Indra Arifin mengingatkan masyarakat agar tidak dengan gampang untuk menyebarkan pernyataan atau narasi di media sosial. Apalagi, terkait dengan eksistensi lembaga lain, baik itu pribadi ataupun perusahaan yang bisa berpengaruh terhadap citra diri.
Lihat Juga :