Calon Tunggal Diyakini Bertambah di Pilkada 2024
Minggu, 04 Agustus 2024 - 19:42 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: Calon Tunggal di Pilkada Menandakan Napas Demokrasi Tercekik
Kemudian, kata Titi, adanya upaya mengonsolidasikan pencalonan pilpres di Pilkada 2024, salah satunya melalui Koalisi Indonesia Maju (KIM). Menurutnya, adanya KIM berpotensi melahirkan calon tunggal.
"Sebut saja misalnya di Banten, Kalimantan Timur, Jambi untuk tingkat provinsi. Yang berikut juga kalau di daerah misalnya potensi di Labuhan Batu Utara, Lingga, Maros, Passer, Sumenep. Kalau di tingkat kota ada di Batam. Ini beberapa data yang muncul. Bisa jadi deadlock pencalonan menjelang pendaftaran calon juga nanti akan menambah daftar daerah-daerah yang calon tunggal," ucap Titi.
Terakhir, kata Titi, kondisi partai politik yang belum sepenuhnya pulih dari sisi soliditas internal, keuangan, dan pemenangan pascapemilu serentak 2024 itu membuat partai lebih pragmatis "Dan lebih beroririentasi ya sudahlah kita bagi-bagi lapak saja, daripada kemudian dia tambah berdarah-darah keluar uang dan dari sisi kerja kelembagaan, tetapi juga dari sisi analisis survei misalnya,” pungkasnya.
Kemudian, kata Titi, adanya upaya mengonsolidasikan pencalonan pilpres di Pilkada 2024, salah satunya melalui Koalisi Indonesia Maju (KIM). Menurutnya, adanya KIM berpotensi melahirkan calon tunggal.
"Sebut saja misalnya di Banten, Kalimantan Timur, Jambi untuk tingkat provinsi. Yang berikut juga kalau di daerah misalnya potensi di Labuhan Batu Utara, Lingga, Maros, Passer, Sumenep. Kalau di tingkat kota ada di Batam. Ini beberapa data yang muncul. Bisa jadi deadlock pencalonan menjelang pendaftaran calon juga nanti akan menambah daftar daerah-daerah yang calon tunggal," ucap Titi.
Terakhir, kata Titi, kondisi partai politik yang belum sepenuhnya pulih dari sisi soliditas internal, keuangan, dan pemenangan pascapemilu serentak 2024 itu membuat partai lebih pragmatis "Dan lebih beroririentasi ya sudahlah kita bagi-bagi lapak saja, daripada kemudian dia tambah berdarah-darah keluar uang dan dari sisi kerja kelembagaan, tetapi juga dari sisi analisis survei misalnya,” pungkasnya.
(rca)
Lihat Juga :