Paradoks Dramaturgi’ Jokowi di Panggung Besar IKN

Jum'at, 02 Agustus 2024 - 06:44 WIB
loading...
A A A
Manuver Jokowi benar-benar tidak dapat diprediksi dan cenderung merubah pandangan awam. Pada konteks ini, persepsi publik yang sangat positif terhadap Jokowi mencerminkan keberhasilannya dalam mengkapitalisasi atau memanfaatkan "panggung depan" sebagai seorang Presiden. Di lain sisi, secara implisit, hal tersebut juga merefleksikan keberhasilan Jokowi dalam menjalankan perannya di "panggung belakang" dengan sangat mahir, taktis, dan oportunis.

Namun, mencermati panggung yang disuguhkan Jokowi di IKN justru terlihat menjauh dari peran-peran dramaturgis. Tampak paradoks. Seakan-seakan terbalik. Back stage menjadi front stage. Artis berikut tim kreatif yang selama ini ibaratnya sebagai juru rias membangun citra positif Jokowi, berikut property di belakang panggung malah ditampilkan di panggung depan. Sementara pentas belakang sangat terlarang bagi interupsi dari masyarakat atau audiens, oleh karena sifatnya yang sangat tertutup dan eksklusif. Dengan penjelasan seperti itu, pada panggung belakang hanya segelintir pihak yang bisa menyaksikan.

Aktor atau individu-individu dalam panggung besar IKN harusnya melakukan pengelolaan kesan atau menajemen kesan (impression management) dalam pentasnya. Manajemen kesan mengarah pada kehati-hatian pada serentetan tindakan yang tidak diharapkan, gangguan yang tidak menguntungkan dan kesalahan bicara atau bertindak maupun tindakan yang diharapkan, seperti membuat adegan (Ritzer, 2014: 285). Hal ini bisa terhindar dengan aktor menggunakan teknik mistifikasi.

baca juga: Jokowi Ajak Artis dan Influencer ke IKN, Mensesneg: Bentuk Sosialisasi ke Masyarakat

Mistifikasi dalam hal ini berarti, aktor atau individu cenderung memistifikasi pertunjukkan mereka dengan membatasi hubungan antara diri mereka dengan audiensi. Hal ini terwujud lewat dibangunnya ‘jarak sosial’ antara diri mereka dengan audiensi, yakni terwujud lewat menciptakan perasaan kagum pada audiensi atau masyarakat (Ritzer, 2014: 284). Tanpa mistifikasi, penonton bisa mempertanyakan pertunjukan, tidak terpesona sama sekali dengan adegan-adegan yang dipertontonkan. Kesan yang muncul posisi Jokowi sebagai presiden mengalami reduksi.

Kita tidak perlu menyalahkan pihak-pihak yang berada di panggung besar IKN. Semua sudah punya tugas masing-masing. Pendukung pemerintah memang punya tugas membela kebijakan. Yang penting apa yang bisa dilakukan untuk kemajuan bangsa ini di masa datang. Mengapa pemerintah dianggap membaik-baikkan pembangunan IKN? Karena pemerintah jelas punya kepentingan.

Sehebat apapun kritik dari masyarakat tetapi masyarakat bukan pihak pengambil keputusan. Dan, pihak opisisi tentu akan menjadikan kebijakan pemerintah sebagai kritik jika tidak berjalan sebagaimana mestinya. Apalagi mereka sangat mahfum, bahwa memang ada sebuah drama di front stage yang direkayasa dari back stage. Yang perlu diingatkan ke masyarakat adalah sebaiknya jangan ikut hanyut untuk terlibat dalam permainan dramaturgi itu.
(hdr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Roy Suryo Ajukan Praperadilan...
Roy Suryo Ajukan Praperadilan di PN Jaksel, Kubu Jokowi Sebut Mengulur Waktu
Dokter Tifa Tantang...
Dokter Tifa Tantang Jokowi Tunjukkan Ijazah Asli: Bukan Hanya di Sidang, tapi Juga di Publik
Jokowi Pasti Hadir ke...
Jokowi Pasti Hadir ke Persidangan dan Tunjukkan Ijazah
Dokter Tifa Tolak Berdamai...
Dokter Tifa Tolak Berdamai dengan Jokowi, Pilih Lanjutkan Persidangan
Gugatan PMH Legalisir...
Gugatan PMH Legalisir Ijazah Jokowi Masuk Tahap Mediasi
Gerindra: Komunikasi...
Gerindra: Komunikasi Prabowo dengan Jokowi Baik-Baik Aja
Kunjungi Lampung Tengah,...
Kunjungi Lampung Tengah, Jokowi Jajan Es Kopi dan Keripik Pisang di Sentra UMKM
Kunjungi Maliosewu,...
Kunjungi Maliosewu, Jokowi Jajan Es Teh Manis
Blusukan, Jokowi Terima...
Blusukan, Jokowi Terima Gelar Adat Tertinggi dari 5 Kerajaan Adat Lampung
Rekomendasi
Diplomat AS Ingin Ubah...
Diplomat AS Ingin Ubah Taiwan Jadi Sarang Lebah Drone
Cerita Pramono Kena...
Cerita Pramono Kena Tegur Istrinya Gegara Aturan Pilah Sampah, Disuruh Cuci Wadah Plastik Sambal
Kantongi Restu OJK,...
Kantongi Restu OJK, Dua Pemegang Saham Utama CASH Siap Kawal Rights Issue Rp237,2 Miliar
Berita Terkini
DPR Desak Pengadaan...
DPR Desak Pengadaan Gembok Rp92,5 Miliar di Ditjenpas Diaudit
Roy Suryo Soroti Karya...
Roy Suryo Soroti Karya Jurnalistik Dijadikan Bukti dalam Dakwaan Dokter Tifa
Menhut Tegaskan Amplop...
Menhut Tegaskan Amplop Bupati Kuansing Dikembalikan dan Tak Ada Pelepasan Hutan
HUT ke-80 Bhayangkara,...
HUT ke-80 Bhayangkara, Transformasi Polri di Era Listyo Sigit Dapat Apresiasi
Kemandirian Fiskal Tertinggi...
Kemandirian Fiskal Tertinggi Kategori Kota se-Indonesia, Semarang Ditetapkan Jadi Transformer City
Menhut Ngaku Sempat...
Menhut Ngaku Sempat Diberi Amplop oleh Bupati Kuansing: Sudah Dikembalikan 17 Hari sebelum OTT
Infografis
5 Negara Produsen Jet...
5 Negara Produsen Jet Tempur Terbesar di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved