Program Pelatihan Online Dinilai Abaikan Lembaga Dikmas
Jum'at, 01 Mei 2020 - 22:31 WIB
loading...
Wakil Ketua Komisi X DPR, Abdul Fikri Faqih. Foto/dok PKS
A
A
A
JAKARTA - Program pelatihan daring (online) yang dibungkus dalam program kartu prakerja sebanyak 5,6 juta penerima dinilai mengabaikan keberadaan sekolah berbasis pendidikan masyarakat (Dikmas) di Tanah Air.
“Padahal ada puluhan ribu lembaga yang sudah berkecimpung dalam pendidikan dan pelatihan yang sudah bertahun-tahun eksis di masyarakat, menyakitkan melihat fakta bahwa mereka diabaikan,” tutur Wakil Ketua Komisi X DPR, Abdul Fikri Faqih dalam keterangan tertulisnya, Jumat (1/5/2020).
Fikri merinci data terkait satuan pendidikan berbasis pendidikan masyarakat (Dikmas) di laman Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud.go.id). Data itu menyebut ada 9.390 lembaga kursus dan pelatihan (LKP), 9.537 pusat kegiatan belajar masyarakat (PKBM), serta terdapat 433 sanggar kegiatan belajar (SKB) yang tersebar di seluruh Indonesia.
“Totalnya ada 19.360 lembaga,” ujar politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini.
Selain itu, sambung dia, terdapat 600-an lembaga pelatihan dan keterampilan yang berada di bawah binaan Kemenaker. Dengan data tersebut, diperkirakan terdapat 250-an ribu pekerja yang menggantungkan hidupnya sebagai pengajar dan instruktur di lembaga-lembaga tersebut.
“Padahal ada puluhan ribu lembaga yang sudah berkecimpung dalam pendidikan dan pelatihan yang sudah bertahun-tahun eksis di masyarakat, menyakitkan melihat fakta bahwa mereka diabaikan,” tutur Wakil Ketua Komisi X DPR, Abdul Fikri Faqih dalam keterangan tertulisnya, Jumat (1/5/2020).
Fikri merinci data terkait satuan pendidikan berbasis pendidikan masyarakat (Dikmas) di laman Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud.go.id). Data itu menyebut ada 9.390 lembaga kursus dan pelatihan (LKP), 9.537 pusat kegiatan belajar masyarakat (PKBM), serta terdapat 433 sanggar kegiatan belajar (SKB) yang tersebar di seluruh Indonesia.
“Totalnya ada 19.360 lembaga,” ujar politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini.
Selain itu, sambung dia, terdapat 600-an lembaga pelatihan dan keterampilan yang berada di bawah binaan Kemenaker. Dengan data tersebut, diperkirakan terdapat 250-an ribu pekerja yang menggantungkan hidupnya sebagai pengajar dan instruktur di lembaga-lembaga tersebut.
Lihat Juga :