Menengok Potensi Kawasan Amerika Latin dan Karibia
Selasa, 30 Juli 2024 - 21:34 WIB
loading...
A
A
A
Forum Bisnis INA-LAC di Peru merupakan peluang emas bagi pengusaha nasional apabila berpartisipasi pada kegiatan tersebut. Kegiatan dapat menjadi ajang networking dengan pebisnis dan mitra potensial dari 33 negara Amlatkar. Forum Bisnis INA-LAC di Peru juga dapat dijadikan sebagai wahana untuk memahami secara langsung dinamika pasar kawasan Amlatkar dan ekspansi pasar ke kawasan tersebut. Pebisnis Indonesia juga dapat berkesempatan untuk melakukan pameran dengan booth pameran yang disediakan gratis oleh pemerintah Indonesia.
Hubungan Indonesia dengan Amlatkar telah berjalan sejak awal kemerdekaan. Presiden Soeharto membangun persahabatan dan kedekatan personal dengan para pemimpin Amlatkar saat itu. Pada periode itu hubungan solid Indonesia dengan Amlatkar belum ditransformasikan ke dalam hubungan ekonomi. Di bawah presiden Soeharto, hubungan dengan negara-negara Amlatkar meredup, khususnya pada masa Perang Dingin.
Krisis ekonomi AS dan krisis keuangan global tahun 2008, mendorong Indonesia dan negara-negara Amlatkar untuk lebih aktif dalam penjajakan kerja sama ekonomi. Pemerintahan Jokowi yang memfokuskan pada diplomasi ekonomi kemudian menjadikan kawasan Amlatkar sebagai pasar non-tradisional Indonesia. Hubungan politik yang baik saat ini yang dibangun sejak awal kemerdekaan, perlu semakin dikapitalisasi menjadi kerja sama ekonomi konkret yang saling menguntungkan.
Terdapat tiga hal yang perlu diperhatikan dalam mendorong peningkatan kerja sama dengan negara-negara Amlatkar. Pertama: Posisi geografis yang berjarak jauh tidak seharusnya menjadi mental blocking dalam Upaya mendorong peningkatan kerja sama Indonesia dan negara-negara Amlatkar, khususnya dalam perdagangan dan investasi. Tantangan yang ada harus dapat diatasi demi terwujudnya keterhubungan yang lebih mendalam perekonomian Indonesia dan Amlatkar. Forum Bisnis INA-LAC adalah salah satu Upaya Indonesia yang perlu terus didorong visibility dan pemanfaatannya.
Kedua: Potensi Amlatkar yang melimpah selama ini belum dimanfaatkan secara maksimal. Hal ini tercermin dari nilai perdagangan dengan kawasan tersebut saat ini. Total perdagangan Indonesia dan Amlatkar mencapai USD13,1 miliar pada tahun 2022. Angka tersebut relatif kecil dan hanya merepresentasikan 2,47% dari total perdagangan Indonesia dengan dunia. Di tahun yang sama, perdagangan Indonesia dengan Asia mencapai USD335 miliar yang mencerminkan 63,3% dari total perdagangan Indonesia, dengan Eropa mencapai USD42,98 miliar mencerminkan 8,1% dari total perdagangan Indonesia, dan dengan Afrika mencapai USD17,7 miliar yang merefleksikan 3,35% dari total perdagangan Indonesia.
Hubungan Indonesia dengan Amlatkar telah berjalan sejak awal kemerdekaan. Presiden Soeharto membangun persahabatan dan kedekatan personal dengan para pemimpin Amlatkar saat itu. Pada periode itu hubungan solid Indonesia dengan Amlatkar belum ditransformasikan ke dalam hubungan ekonomi. Di bawah presiden Soeharto, hubungan dengan negara-negara Amlatkar meredup, khususnya pada masa Perang Dingin.
Krisis ekonomi AS dan krisis keuangan global tahun 2008, mendorong Indonesia dan negara-negara Amlatkar untuk lebih aktif dalam penjajakan kerja sama ekonomi. Pemerintahan Jokowi yang memfokuskan pada diplomasi ekonomi kemudian menjadikan kawasan Amlatkar sebagai pasar non-tradisional Indonesia. Hubungan politik yang baik saat ini yang dibangun sejak awal kemerdekaan, perlu semakin dikapitalisasi menjadi kerja sama ekonomi konkret yang saling menguntungkan.
Terdapat tiga hal yang perlu diperhatikan dalam mendorong peningkatan kerja sama dengan negara-negara Amlatkar. Pertama: Posisi geografis yang berjarak jauh tidak seharusnya menjadi mental blocking dalam Upaya mendorong peningkatan kerja sama Indonesia dan negara-negara Amlatkar, khususnya dalam perdagangan dan investasi. Tantangan yang ada harus dapat diatasi demi terwujudnya keterhubungan yang lebih mendalam perekonomian Indonesia dan Amlatkar. Forum Bisnis INA-LAC adalah salah satu Upaya Indonesia yang perlu terus didorong visibility dan pemanfaatannya.
Kedua: Potensi Amlatkar yang melimpah selama ini belum dimanfaatkan secara maksimal. Hal ini tercermin dari nilai perdagangan dengan kawasan tersebut saat ini. Total perdagangan Indonesia dan Amlatkar mencapai USD13,1 miliar pada tahun 2022. Angka tersebut relatif kecil dan hanya merepresentasikan 2,47% dari total perdagangan Indonesia dengan dunia. Di tahun yang sama, perdagangan Indonesia dengan Asia mencapai USD335 miliar yang mencerminkan 63,3% dari total perdagangan Indonesia, dengan Eropa mencapai USD42,98 miliar mencerminkan 8,1% dari total perdagangan Indonesia, dan dengan Afrika mencapai USD17,7 miliar yang merefleksikan 3,35% dari total perdagangan Indonesia.
Lihat Juga :