Skandal Impor Beras Berpotensi Bebani Devisa Negara
Jum'at, 19 Juli 2024 - 19:41 WIB
loading...
A
A
A
Namun, dalam data yang dimiliki Bulog atau joint stock realisasi harga dari pemenang tender yakni Loc Troi sebesar USD604/ton. Padahal berkaca klaim dari Tan Long Group, maka Loc Troi seharusnya hanya mengajukan harga penawaran hanya sebesar USD523/Ton Free on Board (FOB).
Dengan demikian, jika dihitung dari Cost, Insurance, and Freight (CIF) LOC TROI yang ada di dalam data Bulog yakni USD604/ton terdapat selisih harga USD46/ton. Terlebih jika harga CIF milik Loc Troi dikurangi USD15/ton dari harga penawaran Tan Long USD573/ton yaitu USD558/ton.
“Ini selisih dari Loc Troi yang dapat order 100 ribu/ton x USD46/ton = USD4,6 juta. Ini mark up harga Bulog dari 1 perusahaan, Loc Troi. Belum mark up dari perusahaan lain yang jumlahnya 2,2 juta ton. Untungnya lebih dari Rp2,7 triliun. Ini skandal Bapanas-Bulog Gate 2024,” ungkap Hari.
Managing Director Political Economy and Policy Studies (PEPS) Anthony Budiawan membeberkan perhitungannya soal kerugian negara yang ditimbulkan apabila mark up terjadi pada impor beras 2023 dan Januari-April 2024 yang mencapai 4,83 juta ton.
“Total impor beras tahun 2023 mencapai 3,06 juta ton, dan Januari-April 2024 sudah mencapai 1,77 juta ton. Total 4,83 juta ton. Kalau modus mark up sebesar USD117/ton ini terjadi sejak tahun 2023, maka kerugian negara mencapai USD565 juta atau sekitar Rp8,5 triliun,” ujar Anthony, Kamis (11/7/2024).
Dengan demikian, jika dihitung dari Cost, Insurance, and Freight (CIF) LOC TROI yang ada di dalam data Bulog yakni USD604/ton terdapat selisih harga USD46/ton. Terlebih jika harga CIF milik Loc Troi dikurangi USD15/ton dari harga penawaran Tan Long USD573/ton yaitu USD558/ton.
“Ini selisih dari Loc Troi yang dapat order 100 ribu/ton x USD46/ton = USD4,6 juta. Ini mark up harga Bulog dari 1 perusahaan, Loc Troi. Belum mark up dari perusahaan lain yang jumlahnya 2,2 juta ton. Untungnya lebih dari Rp2,7 triliun. Ini skandal Bapanas-Bulog Gate 2024,” ungkap Hari.
Managing Director Political Economy and Policy Studies (PEPS) Anthony Budiawan membeberkan perhitungannya soal kerugian negara yang ditimbulkan apabila mark up terjadi pada impor beras 2023 dan Januari-April 2024 yang mencapai 4,83 juta ton.
“Total impor beras tahun 2023 mencapai 3,06 juta ton, dan Januari-April 2024 sudah mencapai 1,77 juta ton. Total 4,83 juta ton. Kalau modus mark up sebesar USD117/ton ini terjadi sejak tahun 2023, maka kerugian negara mencapai USD565 juta atau sekitar Rp8,5 triliun,” ujar Anthony, Kamis (11/7/2024).
(jon)
Lihat Juga :