Skandal Impor Beras Berpotensi Bebani Devisa Negara
Jum'at, 19 Juli 2024 - 19:41 WIB
loading...
Skandal mark up impor beras Bapanas-Bulog Gate 2024 akan membebani devisa negara. Foto: Dok SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Skandal mark up impor beras Bapanas-Bulog Gate 2024 akan membebani devisa negara. Apalagi di tengah melemahnya nilai tukar rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat (AS).
Ekonom Pergerakan Kedaulatan Rakyat (PKR) Gede Sandra menilai kebijakan ugal-ugalan impor beras Bapanas dan Bulog tidak mengantarkan kebaikan untuk rakyat. Hal tersebut disampaikan Gede menanggapi skandal mark up impor beras Bapanas-Bulog Gate yang berpotensi membuat negara rugi hingga Rp8,5 triliun.
Baca juga: Komisi IV DPR Dorong Bentuk Pansus Dugaan Skandal Impor Beras Bulog
Kasus ini juga telah dilaporkan Studi Demokrasi Rakyat (SDR) ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). “Banyaknya impor dengan kurs yang semakin lemah akan menguras devisa sekaligus mengurangi pertumbuhan ekonomi,” ujar Gede, Jumat (19/7/2024).
Dia menagih pertanggung jawaban Bapanas-Bulog terkait potensi terbebaninya devisa dan melambatnya pertumbuhan ekonomi imbas skandal mark up impor beras. Gede meminta Bapanas dan Bulog dapat bertanggung jawab di hadapan hukum.
Bapanas dan Bulog pimpinan Arief Prasetyo Adi dan Bayu Krisnamurthi juga harus dapat menjawab secara gamblang tudingan dari keterlibatan skandal mark up dengan nilai kerugian mencapai Rp8,5 triliun.
Ekonom Pergerakan Kedaulatan Rakyat (PKR) Gede Sandra menilai kebijakan ugal-ugalan impor beras Bapanas dan Bulog tidak mengantarkan kebaikan untuk rakyat. Hal tersebut disampaikan Gede menanggapi skandal mark up impor beras Bapanas-Bulog Gate yang berpotensi membuat negara rugi hingga Rp8,5 triliun.
Baca juga: Komisi IV DPR Dorong Bentuk Pansus Dugaan Skandal Impor Beras Bulog
Kasus ini juga telah dilaporkan Studi Demokrasi Rakyat (SDR) ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). “Banyaknya impor dengan kurs yang semakin lemah akan menguras devisa sekaligus mengurangi pertumbuhan ekonomi,” ujar Gede, Jumat (19/7/2024).
Dia menagih pertanggung jawaban Bapanas-Bulog terkait potensi terbebaninya devisa dan melambatnya pertumbuhan ekonomi imbas skandal mark up impor beras. Gede meminta Bapanas dan Bulog dapat bertanggung jawab di hadapan hukum.
Bapanas dan Bulog pimpinan Arief Prasetyo Adi dan Bayu Krisnamurthi juga harus dapat menjawab secara gamblang tudingan dari keterlibatan skandal mark up dengan nilai kerugian mencapai Rp8,5 triliun.
Lihat Juga :